Renungan Harian Katolik Sabtu 8 Oktober 2022 Lengkap Dengan Bacaan Injil (Landasan Kokoh Antara Manusia dengan Allah) -->

Renungan Harian Katolik Sabtu 8 Oktober 2022 Lengkap Dengan Bacaan Injil (Landasan Kokoh Antara Manusia dengan Allah)

Patris Trikora
Jumat, Oktober 07, 2022

    Renungan Harian Katolik Sabtu 8 Oktober 2022 Lengkap Dengan Bacaan Injil (Landasan Kokoh Antara Manusia dengan Allah)


    "Berbahagialah ibu yang telah mengandung Engkau!"

    Bacaan Injil: Lukas 11:27-28 "Berbahagialah ibu yang telah mengandung Engkau!"


    Pada suatu hari, ketika Yesus sedang berbicara kepada orang banyak, berserulah seorang wanita dari antara orang banyak itu, dan berkata kepada Yesus, "Berbahagialah ibu yang telah mengandung dan menyusui Engkau!"

    Tetapi Yesus bersabda, "Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan sabda Allah dan memeliharanya."

    Renungan Harian Katolik Sabtu 8 Oktober 2022 (Landasan Kokoh Antara Manusia dengan Allah)


    Firman hari ini secara singkat merumuskan pujian terhadap seorang ibu yang mempunyai anak terkenal. Dia tidak lain adalah Maria. "Berbahagialah ibu yang telah mengandung Engkau dan susu yang telah menyusui Engkau" (ay. 27).

    Hanya saja kebahagiaan sejati bagi Yeus tidaklah tergantung pada hubungan darah daging seperti itu, melainkan dalam mendengarkan dan melaksanakan firman Allah.

    "Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan yang memeliharanya" (ay. 28).

    Di situlah orang menemukan landasan arau dasar yang kokoh untuk hubungan pribadi dengan Allah.

    Dalam hubungan itulah Bunda Maria mendapat pujian. Ibu tak hanya terkenal karena menjadi ibu Yesus, tetapi karena mengandung dan melahirkan firman Allah.

    Firman itu telah dikandung dalam hati dan dinyatakan dalam perjuangan hidup sepenuhnya.

    Sejak semula Bunda Maria telah mengAMINi kehendak Allah yang disampaikan oleh Malaikat Gabriel.

    "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu" (lih. Luk 1:38).

    Apakah firman itu juga mengolah dan menyuburkan hidup kita sebagai pribadi maupun bersama?

    Yesus pasti tidak mau meremehkan hubungan darah dalam kehidupan. Dengan pernyataan itu, Yesus mau menunjukkan landasan mutu kebahagiaan sejati.

    Mendengarkan firman Allah dan memeliharanya dalam hidup merupakan landasan kualitas itu.

    Kita tahu bahwa hubungan darah daging pun kalau kehilangan landasan mutu itu bisa terganggu juga.

    Apakah murid-murid Yesus (termasuk kita semua) masih menghargai mutu itu sehingga kita melandaskan kebahagiaan seperti diinginkan Yesus Penyelamat kita?

    Demikian Renungan Harian Katolik Sabtu 8 Oktober 2022 Lengkap Dengan Bacaan Injil (Landasan Kokoh Antara Manusia dengan Allah). Kiranya kita dapat memperkokih landasan iman kita akan Kristus. Semoga***