Renungan Harian Katolik Senin 19 September 2022 Lengkap Dengan Bacaan Injil (Menjadi Pelita Yang Bercahaya) -->

Renungan Harian Katolik Senin 19 September 2022 Lengkap Dengan Bacaan Injil (Menjadi Pelita Yang Bercahaya)

Patris Trikora
Minggu, September 18, 2022

    Renungan Harian Katolik Senin 19 September 2022 Lengkap Dengan Bacaan Injil (Menjadi Pelita Yang Bercahaya)


    "Perumpamaan tentang pelita"


    Bacaan Injil Lukas 8:16-18 "Perumpamaan tenang pelita"


    "Tidak ada orang yang menyalakan pelita lalu menutupinya dengan tempayan atau menempatkannya di bawah tempat tidur, tetapi ia menempatkannya di atas kaki dian, supaya semua orang yang masuk ke dalam rumah dapat melihat cahayanya.

    Sebab tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak akan diketahui dan diumumkan.

    Karena itu, perhatikanlah cara kamu mendengar. Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, dari padanya akan diambil, juga apa yang ia anggap ada padanya."

    Renungan Harian Katolik Senin 19 September 2022 (Menjadi Pelita Yang Bercahaya)


    Saudara terkasih, pelita adalah lampu dengan bahan bakar minyak. Di zaman sekarang ini sudah jarang sekali orang menggunakan pelita untuk menerangi rumahnya karena semua orang menggunakan tenaga listrik.

    Terkecuali mungkin di daerah-daerah terpencil, pelosok, pedalaman atau di lereng-lereng pegunungan mungkin masih ada orang yang menggunakan pelita sebagai alat penerangan.

    Menjadi pelita yang bercahaya adalah panggilan Tuhan bagi setiap orang percaya. Mengapa?

    Karena Tuhan telah memindahkan kita dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib (lih 1 Petrus 2:9).

    Karena itu Tuhan menghendaki kita memiliki kehidupan yang bersinar di tengah-tengah dunia ini.

    Menjadi pelita yang bercayaha berarti menjadi berkat bagi orang lain. Menjadi pelita di mana? Di mana pun kita berada dan kapan pun waktunya: bisa di kantor, di pabrik, di sekolah, di kampus, dan juga di tempat kita tinggal.

    Menjadi pelita yang bercahaya bagi orang lain tidak harus selalu menjadi seorang yang selali menghabiskan waktu (fulltimer) di gereja.

    Apalah artinya kita sibuk dengan jadwal pelayanan yang padat, jika kehidupan kita sendiri tidak menjadi terang dan tidak berdampak bagi orang lain?


    Ketika pelita dinyalakan sumbunya akan semakin terbakar, artinya mendatangkan kerugian bagi orang yang menyalakan pelita itu.

    Jadi ada harga yang harus kita bayar untuk menjadi pelita yang bercahaya bagi orang lain! Kita harus siap untuk berkorban dan rugi. Jika kita menyayangkan hal itu maka pelita tidak akan pernah menyala.


    Menjadi pelita yamg bercahaya berarti harus rela menjadi hamba dan pelayan bagi orang lain, sebagaimana Tuhan Yesus teladankan bagi kita!

    Demikian Renungan Harian Katolik Senin 19 September 2022 Lengkap Dengan Bacaan Injil (Menjadi Pelita Yang Bercahaya)


    Kiranya kita dapat menjadi pelita yang bercahaya, selalu menerangi sesama dan tetap menjadi pelita yang tak pernah redup. Semoga***