Renungan Harian Katolik Kamis 29 September 2022 Lengkap dengan Bacaan Injil (Kejujuran vs Kepalsuan) -->

Renungan Harian Katolik Kamis 29 September 2022 Lengkap dengan Bacaan Injil (Kejujuran vs Kepalsuan)

Patris Trikora
Rabu, September 28, 2022

    Renungan Harian Katolik Kamis 29 September 2022 Lengkap dengan Bacaan Injil (Kejujuran vs Kepalsuan)


    "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya engkau akan melihat langit terbuka dan malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia"


    Bacaan Injil Yohanes 1:47-51 "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya engkau akan melihat langit terbuka dan malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia"


    Kata Filipus kepadanya: "Mari dan lihatlah!" Yesus melihat Natanael datang kepada-Nya, lalu berkata tentang dia: "Lihat, inilah seorang Israel sejati, tidak ada kepalsuan di dalamnya!"

    Kata Natanael kepada-Nya: "Bagaimana Engkau mengenal aku?" Jawab Yesus kepadanya: "Sebelum Filipus memanggil engkau, Aku telah melihat engkau di bawah pohon ara."

    Kata Natanael kepada-Nya: "Rabi, Engkau Anak Allah, Engkau Raja orang Israel!" Yesus menjawab, kata-Nya: "Karena Aku berkata kepadamu: Aku melihat engkau di bawah pohon ara, maka engkau percaya? Engkau akan melihat hal-hal yang lebih besar dari pada itu."

    Lalu kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya engkau akan melihat langit terbuka dan malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia.

    Renungan Harian Katolik Kamis 29 September 2022 (Kejujuran Vs Kepalsuan)


    Santo Yohanes dalam injil hari ini mengupas tentang pertemuan antara Natanael dengan Sang Rabi.

    Dalam pertemuan ini Yesus melihat kejujuran hati Natanael karena ingin bertemu sang guru, untuk mengikutinya tampa memiliki intensi lain.

    Natanael adalah seorang Israel sejati karena percaya bahwa Mesias adalah penyelamat; buktinya, ia datang mencari Yesus dengan harapan akan keselamatan.

    Perkataan Yesus membuatnya sadar bahwa tak ada seorang yang bisa mengenal siapa dirinya kecuali Allah, ia percaya bahwa Yesus adalah Mesias yang dinantikan, Maka ia berkata: "Rabi, Engkau Anak Allah, Engkau Raja orang Israel".

    Kepalsuan dan kejujuran merupakan dua kebajikan yang saling bertentangan dimana satu berujung pada kejahatan dan satunya lagi pada kebaikan.

    Dalam hidup, Kita sering dihadapkan diantara dua kebajikan tersebut. Keduanya bagaikan rel kereta api yang tak akan menyatu namun berjalan bersama di dalam kehidupan manusia.

    Kejujuran membuat kita menjadi bebas dalam berelasi, bekerja, dll, sebaliknya, kepalsuan hanya membuat kita semakin licik serta membelenggu kita dengan kebohongan.

    Injil hari ini merupaka sebuah ajakan untuk melihat kembali atau mengoreksi diri kita masing-masing, melihat kembali relasi kita dengan sesama, apakah dalam relasi yang terjalin ada kepalsuan atau kejujuran.

    Kejujuran sangat diperlukan dalam berelasi, entah dalam persahabatan, kekeluargaan, pekerjaan, dll; kebajikan ini, membawa kedamaian, keharmonisan, kepercayaan dalam hidup.

    Kepalsuhan merupakan buah dari keegoisan, kemunafikan, ketakutan, dll; kebajikan ini hanya membawa kita semakin dijauhi sesama, hilang kepercayaan, dll.

    Jadi, untuk menjadi seorang Kristiani yang sejati, diperlukan satu kebajikan yaitu kejujuran.

    Jauhilah kepalsuan, karena hidup yang mendua hanya membuat kita semakin terlarut didalam kehancuran; pilihan hidup mendua, membuat identitas kita sebagai kristiani ternodakan, karena baik dihadapan sesama, namun jahat dibelakangnya.

    Dengan demikian, undangan untuk menjadi kristiani yang sejati, adalah undangan hidup di dalam kebenaran.