Renungan Harian Katolik Sabtu 20 Agustus 2022 Lengkap Dengan Renungan (Bahaya Kemunafikan) -->

Renungan Harian Katolik Sabtu 20 Agustus 2022 Lengkap Dengan Renungan (Bahaya Kemunafikan)

Patris Trikora
Jumat, Agustus 26, 2022

    Renungan Harian Katolik Sabtu 20 Agustus 2022 Lengkap Dengan Renungan (Bahaya Kemunafikan)


    "Mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya"


    Bacaan Injil Matius 23:1-12 "Mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya"


    Maka berkatalah Yesus kepada orang banyak dan kepada murid-murid-Nya, kata-Nya: "Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi telah menduduki kursi Musa.



    Semua pekerjaan yang mereka lakukan hanya dimaksud supaya dilihat orang; mereka memakai tali sembahyang yang lebar dan jumbai yang panjang; mereka suka duduk di tempat terhormat dalam perjamuan dan di tempat terdepan di rumah ibadat; mereka suka menerima penghormatan di pasar dan suka dipanggil Rabi.



    Renungan Harian Katolik Sabtu 20 Aguatus 2022 (Bahaya Kemunafikan)



    Yesus menyuarakan kebenaran tentang kemunafikan dan di sisi lain Yesus mengakui jabatan mereka sebagai pengajar hukum, sebagai guru-guru masyarakat dan penafsir hukum.

    Hukum Musa sendiri menjadi hukum politis yang berlaku dalam bangsa mereka dan merekalah yang menjadi hakim-hakimnya atau yang bertugas sebagai hakim di pengadilan.

    Yesus melihat bahwa jabatan yang mulia itu diselewengkan. Banyak kedudukan yang baik justru diisi oleh orang-orang jahat.

    Bila keadaannya sudah menjadi seperti ini, orang-orang ini tidak akan dihormati lagi dengan kedudukannya itu, karena kedudukan itu telah dicemari oleh mereka.

    Cara hidup mereka yang duduk di kursi Musa itu telah begitu merosotnya sehingga kini tibalah saatnya bagi Sang Nabi Agung, seorang nabi seperti Musa, untuk membangun kursi yang lain.


    Oleh karena itu, kita juga tidak boleh menurunkan kursi Musa, karena ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi kini telah menguasainya. Lebih baik bila kita biarkan keduanya tumbuh bersama sampai waktu menuai.

    Karena itu Kristus menyimpulkan "Sebab itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu selama mereka masih menduduki kursi Musa", yakni selama mereka bertugas membacakan dan memberitakan hukum yang diberikan oleh Musa.

    Sekarang Yesus mengajak orang banyak itu untuk memanfaatkan bantuan yang mereka berikan untuk memahami Kitab Suci, dan menjalankan apa yang diajarkan.

    Selama pemahaman mereka menggambarkan apa yang dimaksud oleh Kitab Suci dan tidak menyesatkan, membuatnya semakin jelas, dan tidak membatalkan perintah Allah, sejauh itu pula perkataan mereka harus diperhatikan dan ditaati, tetapi harus dengan penuh kewaspadaan dan kebijaksanaan.

    Tuhan Yesus ingin mencegah orang berpikiran bahwa dengan menyalahkan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, Ia solah-olah bermaksud merendahkan hukum Musa dan menjauhkan orang dari hukum Taurat.

    Namun sebetulnya Tidak, Yesus justru menegaskan bahwa Ia datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.

    Perhatikanlah, dalam mengkritik pejabat dan jabatannya, kita harus bijak supaya tidak menyalahkan pelayanan, karena yang bersalah adalah pelayannya dan bukan pelayanan itu sendiri.

    Pemimpin yang benar adalah pemimpin yang lebih dulu membiarkan diri dipimpin Allah baru kemudian memimpin orang lain. Guru yang benar pun demikian.

    Lebih dari sekadar tahu kebenaran sebagai pengetahuan, guru harus lebih dulu tahu kebenaran sebagai pengalaman dan penghayatan nyata.

    Demikian Renungan Harian Katolik Sabtu 20 Agustus 2022 Lengkap Dengan Renungan (Bahaya Kemunafikan). Kiranya kita menjadi pribadi yang selalu memiliki sikap bertanggungjawab dan tidak munafik sehingga kita selalu berkenan dihadapan Tuhan dan sesama. Semoga***