Injil Katolik Harian Selasa 26 Juli 2022 Lengkap Renungan Matius 13:16-17 (Mendengar Panggilan Tuhan) -->

Injil Katolik Harian Selasa 26 Juli 2022 Lengkap Renungan Matius 13:16-17 (Mendengar Panggilan Tuhan)

Patris Trikora
Senin, Juli 25, 2022

    Injil Katolik Harian Selasa 26 Juli 2022 Lengkap Renungan Matius 13:16-17 (Mendengar Panggilan Tuhan)


    "Berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar"


    Bacaan Injil yang akan kita renungkan hari ini diambil dari Matius 13:16-17 yang mengisahkan tentang bagaimana kita mendengar Panggilan Tuhan

    Berikut Bacaan Injil Matius 13:16-17 "berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar"


    Tetapi berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar.

    Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya banyak nabi dan orang benar ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya.

    Renungan Katolik Harian Selasa 26 Juli 2022 (Mendengar Panggilan Tuhan)


    Saudara/i yang dikasihi Tuhan, manusia hidup dengan pancara indera, manusia mempunyai lima panca indera pokok. Masing-masing mempunyai fungsi dan kepekaanya sendiri.

    Namun tidak jarang kita jumpai ada dari antara kita yang tidak mempunyai lima panca indera yang lengkap.

    Ketika semua berfungsi, maka akan terjadi keseimbangan. Namun jika ada satu yang tidak berfungsi, rasanya keseimbangan itu menjadi goyah.

    Berdasarkan pengamatan dan sharing dari mereka yang sejak kecil tidak bisa melihat, mereka mempunyai kepekaan yang lebih dalam pendengaran atau dalam indera perasanya.

    Jika ada sesuatu yang tidak beres, atau akan terjadi sesuatu, mereka bisa merasakan meski tidak bisa melihatnya.


    Bagi yang lengkat inderanya, rasanya sulit membayangkan bagaimana rasanya seorang dewasa yang sejak lahirnya mengalami kebutaan misalnya.

    Pertanyaan yang paling sering muncul adalah bagaimana dia membayangkan dunia ini?

    Karena kita sering kali menggunakan sudut pandang kita sendiri, tidak jarang orang-orang yang buta, bisu, tuli, seperti nampak disingkirkan, padahal mereka adalah bagian dari hidup ini.

    Dengan demikian, mereka adalah bagian dari hidup kita juga. Justru merekalah yang perlu mendapat perhatian dan perlindungan yang lebih dari kita. Merekalah yang rentan terhadap bahaya. Mereka menjadi bagian dari tanggung jawab kita.

    Kiranya sangat humanis jika Yesus dalam Bacaan Injil hari ini mengajak kita untuk berbahagia karena bisa melihat dan mendengar.

    Dalam pengertian harafiah memang sudah selayaknya kita berbahagia dan bersyukur karena bisa melihat dengan mata kepala dan mendengar dengan telinga tubuh.

    Tidak ada kata lain selain bersyukur dan berbahagia. Namun justru sering kali yang terjadi sebaliknya, kita justru bersedih karena melihat dan mendengar yang tidak mengenakkan.

    Tidak jarang bahkan justru ada yang berdoa jika mungkin ambil saja penglihatan dengan pendengaran ini. Doa yang bertentangan dengan kasih Allah.


    Tuhan Allah menciptakan manusia dengan dua telinga, dengan dua mata, dengan dua lubang hidung, tetapi mulut hanya satu.

    Kiranya kita diajak untuk melihat dan mendengar lebih banyak dari pada lebih banyak bicara.

    Melihat dan mendengar lebih banyak adalah sumber pembelajaran yang bijaksana. Sementara berbicara banyak menjadikan seseorang tidak belajar untuk bijaksana dan rendah hati.

    Dengan satu mulut saja sudah lebih benyak bicaranya dari pada mendengarnya, apalagi dengan dua mulut. Hidup kita bisa menjadi mulut semua.

    Kebahagiaan sejati timbul dari penglihatan dan pendengaran, bukan dari pembicaraan. Melihat dan mendengar berarti menerima apa yang dari luar.

    Sementara berbicara berarti mengeluarkan yang dari dalam. Ingat apa yang menajiskan dan tidak menajiskan?

    Sebagai orang beriman, semoga kita mempunyai mata yang jeli untuk melihat dan telinga yang ajam untuk mendengar.

    Terlebih kita diajak untuk melihat dan mendengar karya agung Allah dalam hidup kita.

    Apa yang kita lihat dan kita dengan bisa jadi persis sama seperti orang lain, tetapi apa yang masuk ke dalam hati dan keluar dari diri kita bisa sangat berbeda karena kita melihat dengan iman.

    Mari mohon rahmat Tuhan agar kita senantiasa dimampukan untuk melihat dan mendengar karya-karya Tuhan.

    Dari situ kita membagikan apa yang kita dengar dan lihat dalam tindakan dan perkataan kita yang medatangkan berkat bagi orang lain.

    Doa Renungan Katolik Harian Selasa 26 Juli 2022 (Mendengar Panggilan Tuhan)


    Ya Tuhan, kami bersyukur atas diri dan hidup kami. Ajarilah kami untuk senantiasa mampu bersyukur atas keadaan hidup kami. Semoga kami tidak mudah putus asa jika mengalami keterbatasan fisik. Bantulah kami agar dengan apa yang kami miliki, kami tetap mampu mendengar dan melihat dengan mata dan teling-Mu sendiri. Semoga dengan demikian, hidup kami menjadi hidup yang semakin indah, Amin.

    Demikian Injil Katolik Harian Selasa 26 Juli 2022 Lengkap Renungan Matius 13:16-17 (Mendengar Panggilan Tuhan). Kiranya kita semua semakin dikuatkan dalam Iman, harap dan kasih, sehingga kita makin peka untuk mendengar panggilan Tuhan. Semoga***