Injil dan Renungan Katolik Hari Ini Rabu 20 Juli 2022 (Hati Yang Subur Dalam Menerima Firman Tuhan) -->

Injil dan Renungan Katolik Hari Ini Rabu 20 Juli 2022 (Hati Yang Subur Dalam Menerima Firman Tuhan)

Patris Trikora
Selasa, Juli 19, 2022

    Injil dan Renungan Katolik Hari Ini Rabu 20 Juli 2022 (Hati Yang Subur Dalam Menerima Firman Tuhan)


    "Sebagian jatuh di tanah yang baik lalu berbuah: ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat"


    Injil Matius 13:1-9 "Sebagian jatuh di tanah yang baik lalu berbuah: ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat"


    Pada hari itu keluarlah Yesus dari rumah itu dan duduk di tepi danau. Maka datanglah orang banyak berbondong-bondong lalu mengerumuni Dia, sehingga Ia naik ke perahu dan duduk di situ, sedangkan orang banyak semuanya berdiri di pantai.

    Dan Ia mengucapkan banyak hal dalam perumpamaan kepada mereka. Kata-Nya: "Adalah seorang penabur keluar untuk menabur. Pada waktu ia menabur, sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu datanglah burung dan memakannya sampai habis.

    Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, yang tidak banyak tanahnya, lalu benih itupun segera tumbuh, karena tanahnya tipis. Tetapi sesudah matahari terbit, layulah ia dan menjadi kering karena tidak berakar.

    Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, lalu makin besarlah semak itu dan menghimpitnya sampai mati. Dan sebagian jatuh di tanah yang baik lalu berbuah: ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!"

    Renungan Katolik Hari Ini Rabu 20 Juli 2022 (Hati Yang Subur Dalam Menerima Firman Tuhan)


    Saudara terkasih dalam Tuhan, Berdasarkan perikop Injil hari ini, harapan kita tentu saja menjadi bagian dari tanah yang baik dan kemudian menghasilkan buat seratus kali lipat.

    Kiranya tidak ada orang yang mau menjadi tanah yang pertama dan kedua. Impian dan harapan semua orang adalah berbuah yang berlipat-lipat.

    Namun kenyataannya sering kali kita masih berhenti pada tanah yang pertama dan kedua, belum sampai pada tanah yang baik yang menghasilkan buah.

    Jangankan untuk berbuah, untuk bertahan hidup saja sering kali harus berjuang setengah hidup, setengahnya lagi mungkin hampir mati. Dan itulah kenyataan yang kita alami, kita hadapi.

    Pertanyaan sederhana bagi kita adalah sekarang ini kita masuk dalam kategori mana dalam perumpaan itu? Menjadi tanah? Tanah yang bagaimana? Atau menjadi duri? Atau menjadi burung? Atau bahkan menjadi batu yang menghimpit?

    Untuk menjadi tanah yang subur dan menghasilkan banyak buat kiranya adalah sebuah perjalanan yang panjang.

    Rasanya tidak mungkin menjadikan sebuah lahan menghasilkan tanah yang subur dan seketika itu juga menjadi lahan yang menghasilkan buat berlipat-lipat.

    Tentunya harus ada proses, tahap demi tahap, langkah demi langkah harus kita lalui. Kesetiaan menjalani proses dan mengikuti proses itulah yang banyak menentukan apakan akan menjadi tanah yang baik atau tidak.

    Sebuah tanah bisa menjadi tanah yang subur dan siap menghasilkan banyak buat memerlukan sebuah proses. Mulai dari diambil batu-batu yang menghalangi kesuburan, dicabut rumput-rumput liarnya.

    Tidak jarang proses itu adalah proses yang menyakitkan. Supaya menjadi tanah yang bisa ditanami saja sering kali lahan itu harus dibajak berulang kali.

    Jika bisa berbicara, kiranya tanah itu sudah berteriak kesakitan. Dan memang itu adalah proses yang menyakitkan, proses membongkar kemapanan yang tidak membuat pertumbuhan yang baik. Itu harus terjadi supaya ada transformasi menjadi tanah subur.

    Gambaran itu kiranya bisa kita pakai dalam hidup kita. Pada dasarnya kita sudah dipilih menjadi lahan yang subur.

    Namun seringkali karena tidak diolah, kita justru menjadi tanah tandus, tanah gersang. Sekualitas apapun benih yang ditaburkan dalam diri kita, tidak akan bertumbuh dengan baik, bahkan justru mati sia-sia.

    Proses manusiawi kita juga demikian, mungkin harus sampai merasa sakit untuk menjadi pribadi yang matang dan subur berkembang. Bisa jadi kita memerlukan pembajakan yang berulang kali sampai diri kita siap untuk ditanami benih.

    Mari kita memohon rahmat Tuhan, agar kita mampu dan berani untuk dibongkar diri kita agar menjadi lebih baik.

    Mari kita memohon rahmat Tuhan agar kita juga mampu menerima sabda-Nya dan sabda itu berbuah dalam hidup kita.

    Doa Renungan Katolik Hari Ini Rabu 20 Juli 2022 (Hati Yang Subur Dalam Menerima Firman Tuhan)


    Ya Tuhan, kami bersyukur atas benih sabda yang Engkau taburkan dalam diri kami. Ajarilah kami agar kami mampu untuk senantiasa mendengar sabda-Mu dan mengamalkannya dalah hidup kami setiap hari. Semoga dengan demikian hidup kami menjadi hidup yang berbuah dan menghasilkan nilai-nilai luhur, Amin.

    Demikian Injil dan Renungan Katolik Hari Ini Rabu 20 Juli 2022 (Hati Yang Subur Dalam Menerima Firman Tuhan). Kiranya Firman Yang kita dengarkan dapat berbuah banyak dan bermanfaat bagi sesama. Semoga***