Tentang Hari Raya Santa Perawan Maria Bunda Gereja 6 Juni 2022 -->

Tentang Hari Raya Santa Perawan Maria Bunda Gereja 6 Juni 2022

Minggu, Juni 05, 2022

    Tentang Hari Raya Santa Perawan Maria Bunda Gereja 6 Juni 2022

    Hari Raya Santa Perawan Maria Bunda Gereja 6 Juni
    Perayaan Santa Maria Bunda Gereja selalu diperingati setiap 6 Juni.

    Hal ini dilakukan sebab, Bunda Maria memiliki peran penting dalam perjalanan kehidupan gereja hingga saat ini.

    Setelah gereja katolik menunaikan perayaan yang penuh dengan sukacita selama limapuluh hari, kini gereja katoolik setiap tahunnya di Masa Paskah selalu diakhiri dengan Hari Raya Pentakosta.

    Hari raya ini disebut juga hari kenangan akan TurunNya Roh Kudus ke atas para Rasul.

    Ada juga yang menyebutkan bahwa pentaksota biasa disebut sebagai “hari ulang tahun” Gereja.

    Sebab dihari ini Roh Penghibur yang dijanjikan Tuhan telah datang dan terlaksana.

    “Penuhlah mereka dengan Roh Kudus.” (Kis 2:4). Perayaan ekaristi di hari Pentakosta dirayakan sepuluh hari setelah Hari Raya Kenaikan Tuhan kita Yesus Kristus ke Surga.

    Kisah Para Rasul mengisahkan bahwa pada waktu itulah “Mereka semua bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama, dengan beberapa perempuan serta Maria, ibu Yesus.”(Kis 1:14).

    Gereja menggambarkan bahwa Santa Perawan Maria selalu bersama para rasul dan para murid yang selalu berkumpul bersama-sama di hari penantian sampai hari Pentakosta yang pertama kali.

    Bunda Maria menjadi teladan yang selalu menunjukan sikap ketekunan dalam doa yang dipersatukan dalam kesatuan akal budi dan hati dengan para anggota pertama Gereja dahulu kala.

    Bunda Maria sudah ada sejak dimana awal mula Gereja terbentuk.

    Maria selalu ada disaat Kabar Sukacita dimana ketika dalam kesediaannya yang bersahaja, dengan hati yang tulus murni, mengijinkan Putra Allah mengambil daging dalam rahimnya yang perawan itu.

    Bunda Maria juga senantiasa menemani Kristus saat penderitaanNya dan ada di bawah kaki salib Kristus anaknya.

    Sementara Putranya, Juruselamat kita, menebus dunia sebagai bagian dari rencana karya keselamatan Allah bagi manusia yang berdoa.

    Disaat sebelum Yesus menyerahkan nyawaNya kepada BapaNya di Surga, saat itulah secara tegas Yesus sampaikan bahwa, Maria ditunjuk untuk menjadi ibu dari mereka semua yang dihantar kepada hidup melalui wafat Putra tunggalnya (Yoh 19:26-27).

    Sekarang, pada hari raya Pentakosta, ketika misi apostolik Gereja dimulai, Bunda Maria ada juga di sana.

    Ia adalah gambaran sempurna dari Gereja yang berdoa. “Ia disebut sebagai Bunda Gereja dan guru dan Ratu Para Rasul” tulis Paus Leo XIII (wafat thn 1903) dalam ensikliknya yang diterbitkan bulan September 1895, Adjutricem Populi, Penolong Umat Manusia. Paus Yohanes XXIII (wafat thn 1963) pada tanggal 6 Desember 1960 di Basilika St.

    Maria Maggiore berbicara tentang Bunda Maria sebagai “Bunda Gereja dan Bunda Kita yang paling terkasih” (AAS 53, 1961, p.35).

    Gelar Bunda Gereja (Mater Ecclesiae) pertama kali digunakan oleh Berengaud, Uskup Treves (wafat thn 1125) dalam tulisan-tulisannya.

    Di kemudian hari, penulis-penulis seperti St. Antoninus, Uskup Agung Florence (wafat thn 1458) dan St.

    Laurensius Giustiniani (wafat thn 1455) juga mengundang Gereja untuk menghormati Maria sebagai Bundanya.

    Pada tanggal 21 November 1964, saat merayakan Misa Kudus pada penutupan sesi ketiga Konsili Vatikan II, Paus Paulus VI (wafat thn 1978) menyatakan, “Demi kemuliaan Santa Perawan dan demi penghiburan kita sendiri, kita memaklumkan bahwa Santa Perawan Maria Bunda Gereja, yaitu, ibu seluruh umat kristiani, baik umat beriman maupun para gembalanya dan kita menyebutnya Bunda yang paling terkasih.”

    Bapa Suci mengungkapkan harapannya agar gelar Bunda Maria, Bunda Gereja akan “menghantar umat Kristiani untuk lebih menghormati Bunda Maria dan menyerukan namanya dengan keyakinan yang lebih besar.”

    Beliau memaklumkan bahwa “mulai dari sejak sekarang seluruh umat Kristiani selayaknya memberikan penghormatan yang lebih besar kepada Bunda Allah di bawah gelarnya yang mengagumkan ini.” (AAS 56, 1965, p. 1015).

    Paus Yohanes Paulus II seringkali mempergunakan gelar ini sejak awal masa kepausannya tahun 1978, memandang kepada Bunda Maria yang ada di Ruangan Atas berdoa bersama Para Rasul pada hari Pentakosta.

    “Pada hari lahirnya Gereja, kepada siapa kita berhutang kelahiran Kristus, yang ambil bagian dengan cara yang istimewa.” (Oss. Rom. 19 Juni 1979).

    Yesus telah memberikan Bunda Maria sebagai Bunda Kita. Ia adalah Bunda Yesus, yang adalah Kepala dari Tubuh MistikNya.

    Kita, para anggota TubuhNya, memandang kepada Santa Perawan Maria yang memelihara Gereja yang berziarah dengan kasih seorang ibu dan mengikuti perkembangan perjalanan pulangnya menuju kemuliaan kekal surgawi.

    Ituah sekilas Tentang Hari Raya Santa Perawan Maria Bunda Gereja 6 Juni 2022.***