Renungan Harian Saat Teduh untuk Kristen Selasa 7 Juni 2022 Bacaan 1 Korintus 6:12-20 Nasihat Terhadap Percabulan -->

Renungan Harian Saat Teduh untuk Kristen Selasa 7 Juni 2022 Bacaan 1 Korintus 6:12-20 Nasihat Terhadap Percabulan

Senin, Juni 06, 2022

    Renungan Harian Saat Teduh untuk Kristen Selasa 7 Juni 2022 Bacaan 1 Korintus 6:12-20 Nasihat Terhadap Percabulan

    Renungan Harian Saat Teduh untuk Kristen Selasa 7 Juni 2022 Bacaan 1 Korintus 6:12-20 Nasihat Terhadap Percabulan

    Renungan harian saat teduh untuk kristen ini merupakan sebuah nasehat penting bagi kita tentang sebuah perbuatan percabulan.

    Dalam perikop 1 Korintus 6:12-20, Rasul Paulus menegaskan kepada kita bahwa betapa pentingnya kita harus menjaga tubuh ini.

    Tubuh kita kiranya menjadikan sebuah ungkapan rasa syukur atas keselamatan yang telah diberikan Allah melalui Kristus Yesus sehingga kita sudah dibebaskan dari maut.

    Sebab itu hendaklah kita muliakan Allah dengan tubuhmu kita.

    Kenapa kita harus memuliakan Allah dengan tubuh kita?

    1. Tubuh kita untuk Tuhan, dan Tuhan untuk tubuh kita (ayat 14)

    Kita harus tahu bahwa pemahaman orang Yunani mengenai manusia merupakan susunan yang terdiri dari tubuh, jiwa, daging dan roh, sementara pribadi manusia yang kekal adalah jiwa atau rohnya.

    Akan tetapi Rasul Paulus menolak pemahaman ini, karena tubuh tidak mempunyai nilai rohani.

    Walaupun tubuh pada akhirnya akan mengalami pembusukan di dalam alam kubur, tidak berarti bahwa tubuh bisa digunakan untuk percabulan.

    Menurut Paulus, Tubuh bukanlah semata-mata bagian dari manusia yang dapat rusak melainkan mewakili manusia itu sendiri.

    Sebagai pribadi, ia adalah seseorang dan bukan sekedar roh yang dapat melakukan apa yang ia sukai dengan tubuhnya yang fana.

    Paulus menolak untuk memisahkah kehidupan rohani dari keberadaan dan tindakan-tindakan fisik seseorang.

    Tubuh untuk Tuhan seperti halnya Tuhan untuk Tubuh. Tubuh kita adalah milik Kristus karena melalui tubuhNya sendiri yang mati Ia telah menebus dosa-dosa kita (1 Petrus 2:24).

    Kristus mati untuk seluruh diri manusia bukan hanya untuk roh dan jiwa saja.

    Dalam Roma 8:11, dan jika Roh Dia yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh RohNya, yang diam di dalam kamu.

    Karena itu seharusnya kita sebagai orang percaya mempersembahkan tubuh kita sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah, itu adalah ibadah yang sejati.

    2. Tubuh kita adalah anggota Kristus (ayat 15)

    Paulus menegaskan tubuh kita sebagai anggota Kristus berkaitan tentang kebagkitan, dalam kebangkitan tubuh kita dipersatukan dengan tubuh Kristus, sehingga kebangkitanNya menjadi dasar dari kebangkitan kita (Roma 6:3).

    Karena tubuh kita sudah disatukan dengan tubuhNya, maka tubuh kita adalah bagian dari tubuhNya.

    Tubuh kita adalah untuk Dia dan Dia untuk tubuh (ayt. 13). Jadi jika tubuh kita anggota Kristus layakkah kita menyerahkannya kepada percabulan (pelacur)?

    Sekali-kali tidak. Dalam baptisan, orang-orang percaya telah dipersatukan bersama Kristus, sehingga mereka ikut serta di dalam kematian dan kehidupanNya yang baru (Roma 6:3,4).

    Kita adalah anggota dari satu Tubuh Kristus, gereja (1 Kor. 12:12,13) dan dikukuhkan dalam kesatuan sakramen Perjamuan Tuhan (1 Kor. 10:16,17)

    Oleh sebab itu sebagai anggota Kristus tubuh kita tidak boleh memperhamba nafsu dunia.

    Seperti yang dilakukan oleh anak-anak Eli yang telah memakai hidupnya dan tubuhnya untuk memuaskan keinginan dagingnya sehingga TUHAN menghukum keluarga Eli untuk selamanya (bnd. Bahan bacaan).

    Seseorang tidak dapat mengikatkan tubuh yang adalah milik Kristus dengan tubuh seorang pelacur (dalam hubungan seksual).

    Itu berarti membuat Kristus sendiri berhubungan dengan seorang pelacur.

    Jikalau Kristus sangat menghargai tubuh kita dengan penebusan dan jaminan kebangkitan maka kita pun harus menghormati tubuh kita.

    Kita harus mampu menjaganya dari semua dosa, terutama dari dosa-dosa yang langsung bersentuhan dengan tubuh kita misalnya percabulan dengan pelacur (ayt 18).

    Orang kristen yang masih terjebak pada percabulan adalah orang-orang yang tidak menghargai tubuhnya sebagaimana Tuhan menghargainya.

    3. Tubuh kita adalah bait Roh Kudus (Ayat 19)


    Paulus kembali menegaskan bahwa seluruh gereja sebagai Tubuh Kristus adalah bait Roh Kudus (1 kor. 3:16), tetapi masing-masing tubuh adalah bait Roh Kudus.

    Dalam Yohanes 2:21 Yesus berbicara tentang bait suci yang baru dari tubuhNya sendiri, dan RohNya tinggal di dalam masing-masing orang percaya (Rm. 8:9) sebagai pemberian kasih karunia dari Allah. sebagai bait Roh Kudus memang sudah seharusnya kita menjaganya dari segala yang kotor dan cemar menurut Allah.

    Ketika kita memanggil Yesus dan menerimaNya sebagai Tuhan dan Juruselamat, Yesus tinggal di dalam kita karena kita sudah dibeli dan sudah lunas.

    Kita tinggal menikmatinya dan menerimanya dengan iman. Sebab tubuh kita menjadi rumah Allah.

    Tapi sering sekali kita tidak menyadari dan menganggap bahwa Allah melalui Roh Kudus ada dalam diri kita, sehingga tubuh kita selalu dikotori dengan hal-hal yang bersifat duniawi seperti yang tertulis dalam Galatia 5:19-21, percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraaan, roh pemecah. Kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya.

    Kita adalah bait Roh Kudus oleh sebab itu mari kita pergunakan untuk kemulian Tuhan.

    Tubuh ini bukan untuk perzinahan atau dosa-dosa seks lainnya, juga bukan untuk melakukan dosa lain.

    Sebagai milik Allah kita memakai tubuh ini untuk melakukan kehendak Allah, sehingga kita ada dalam kehendak dan rencanaNya.

    Kebebasan yang sudah kita terima melalui Kristus bukan berarti kita boleh sesuka hati memakai hidup dan tubuh kita ini, tetapi kebebasan yang sudah diperoleh kita pakai hanya untuk memuliakan Tuhan sesuai dengan Firman Tuhan.