Renungan Harian Air Hidup untuk Katolik: Selasa 7 Juni 2022 (Menjadi Garam dan Terang Dunia) -->

Renungan Harian Air Hidup untuk Katolik: Selasa 7 Juni 2022 (Menjadi Garam dan Terang Dunia)

Senin, Juni 06, 2022

    Renungan Harian Air Hidup untuk Katolik: Selasa 7 Juni 2022 (Menjadi Garam dan Terang Dunia)

    Renungan Harian Air Hidup untuk Katolik: Selasa 7 Juni 2022 (Menjadi Garam dan Terang Dunia)

    Renungan harian air hidup ini untuk katolik diangkat dari Kisah Injil Matius Matius 5:13-16 tentang menjadi garam Dunia dan terang dunia.

    Pentingkah bagi kita seorang yang pengikut Kristus dengan suara yang nyaring mengatakan bahwa ia seorang pengikut Kristus?

    Semunya tidak ada yang salah jika dengan lantang dan gagah kita menyatakan dengan mulut kita sendiri bahwa kita adalah seorang pengikut Kristus sejati.

    Namun jauh lebih baik jika kita sampaikan itu semua dengan cara dan pola hidup kita yang mencerminkan bahwa kita adalah pengikut Kristus sejati dan setia.

    Karena kita tahu bahwa dalam injil mengatakan bahwa, sebuah pohon dikenal dari buahnya (Mat. 12:33).

    Inti dari ajaran Kristus merupakan KASIH, tetapi pada kenyataannya banyak orang tidak lagi memiliki kasih, baik terhadap diri sendiri, sesama manusia dan juga bahkan terhadap Allah.

    Padahal kita sudah tahu bahwa Tuhan Yesus telah menunjukkan sebuah sikap teladan tentang kasih yang sempurna dengan menyerahkan diriNYA dan nyawaNya utuk mengasihi manusia.

    Maka kita yang adalah pengikutNya sepantas dan wajib untuk menjadi teladan ditengah-tengan dunia ini.

    Beberapa pertanyaan penting bagi kita saat ini, terkait bacaan injil hari ini mengenai menjadi garam dan terang dunia, yakni:

    1.Apakah makna menjadi garam dan terang dunia

    2. Menjadi garam dunia (Mat. 5:13).

    3. Apakah maknanya kita sebagai pengikut Kristus menjadi garam dunia

    Garam berfungsi memberi rasa. Kehadiran Kita yang mengikuti Yesus dimana dan kapanpun juga harus memberi rasa damai bagi orang lain. Sebab itulah yang dikehendaki Allah (1 Kor. 14:33).

    Garam memiliki fungsi untuk mengawetkan makanan.

    Kita yang mengikuti Yesus harus mampu membuat keadaan yang baik menjadi semakin baik lagi.

    Dengan kata lain ketika Kita yang mengikuti Yesus hadir maka membuat kasih antar sesama menjadi tidak berkesudahan “awet” (Maz. 89:2)
    Garam memiliki fungsi menjadi pupuk (Luk. 14:35).

    Kita yang mengikuti Yesus harus bisa membuat orang lain mengalami pertumbuhan bahkan berbuah di dalam perkataan dan perbuatan.

    Orang Katolik hadir sebabai pemupuk rasa persaudaraan.

    Dengan kata lain seorang Katolik harus hadir sebagai benang dan jarum untuk merajut kasih yang terkoyak bukan sebaliknya menjadi gunting yang selalu memisahkan persatuan.

    3. Sementara itu sebagai terang dunia kita harus memapu untu:
    Menjadi terang dunia (Mat. 5:14). Apakah maknanya orang Katolik menjadi teraKatolik menjadi terang duniang dunia?

    Terang berfungsi untuk menerangi kegelapan. Kehadiran orang Kristen harus mampu untuk menuntun orang pada suatu pertobatan (2 Tim. 2:24-26)

    Terang berfungsi untuk membuat arah/tujuan semakin jelas. Kehadiran orang Kristen harus mampu mengarahkan orang kepada keselamatan (KPR. 11:14).

    5. Bagaimanakah cara hidup agar dapat menjadi garam dan terang dunia?

    Selalu hidup di dalam doa (1 Tes. 5:17), Berdoalah sampai sesuatu terjadi, Berdoalah walaupun tidak terjadi apa-apa, Berdoalah apapun yang terjadi (Ilustrasi: Restoran Gratis), Senantiasa merenungkan Firman Tuhan (Maz. 1:1-2), Senantiasa bersyukur (1 Tes. 5:18) Ilustrasi : Pengawal yang baik hati.

    Demikian Renungan Harian Air Hidup: Selasa 7 Juni 2022 (Menjadi Garam dan Terang Dunia).***