Renungan Harian Air Hidup untuk Katolik Senin 6 Juni 2022 Belajar dari Maria Bunda Gereja -->

Renungan Harian Air Hidup untuk Katolik Senin 6 Juni 2022 Belajar dari Maria Bunda Gereja

Minggu, Juni 05, 2022

    Renungan harian air hidup hari ini untuk umat katolik sebagai bahan permenungan awal pekan Senin 6 Juni 2022.

    Renungan Harian Air Hidup untuk Katolik Senin 6 Juni 2022

    Kita belajar dari Ratu Surga Bunda Maria Bunda Gereja Kristus Tuhan kita.

    Renungan harian ini diangkat dari kisah Injil Yohanes dalam pesta perayaan Santa Perawan Maria Bunda Gereja hari ini, yakni Yohanes 19:25-34.

    Begitu banyak hal kisah penderitaan dan kisah sengsara dari orang yang kita lihat di sekitar kita.

    Ataupun penderitaan dan kesengsaraan yang dapat kita alami sendiri dalam perjalanan hidup kita sejauh selama ini.

    Kadang kala kita tidak berani atau dengan tega melihat dan menyaksikan secara langsung ataupun tidak langsung dari dekat ataupun dengan mata kepala kita sendiri akan seseorang yang sedang mengalami kisah pahit dalam hidup mereka, yakni sengsara atau penderitaan.

    Betapa pun mereka sangat mengasihi orang yang sedang menderita itu.

    Sebagai insan yang memiliki naluri dan sikap rasa empati dan memiliki perasaan, tentu kita akan merasakan kesedihan dan iba.

    Namun hanya beberapa saja orang diantara kita yang mampu untuk menunjukan sikap kepedulian yang sifatnya keberlanjutan, yang artinya tidak hanya saja merasa empati, namun juga langsung masuk dan menolong oraang yang menderita tersebut.

    Bacaan hari ini mengisahkan bagaimana Maria Ibu Yesus yang menyaksikan sendiri penderitaan dan kesengsaraan yang dialami oleh Yesus anak yang di kasihinya itu.

    Tentu sebagai seorang ibu yang dengan susah payah mengandung, melahirkan, dan membesarkan Yesus tentu sedih dan sangat terluka hatinya menyaksikan PutraNya dianiaya dan diadili secara tidak manusiawi sekali.

    Namun hati Maria sangatlah tegar dan kuat sebab penderitaan yang dialaminya adalah sebuah awal dari sukacita yang besaar, yakni bukan tentang hubungan dia dengan Yesus tetapi lebih dari pada itu yakni, membawa semua manusia bisa terselamatkan.

    Marilah kita belajar dari Bunda Maria yang selalu kuat dan tegar dalam menghadapi sebuah penderitaan hati.

    Marilah kita menjadi taat dengan blajar seperti Bunda Maria yang selalu memikirkan kehendak Allah harus terjadi.

    Kita belajar bahwa dibalik penderitaan yang kita alami hingga saat ini, ada sukacita besar yang sedang menanti kita.

    Bunda Maria menyaksikan semua akan semua peristiwa yang menimpa putraNya itu.

    Secara tulus dan ikhlas juga Maria membiarkan kehendak Allah terlaksana semua.

    Apakah kita mampu menjadi seperti hati Maria yang selalu mengutamakan kehendak Allah terjjadi dalam hidup kita?

    Bisakah kita untuk selalu mengutamakan sebuah sukacita daripada kita membiarkan dukacita selalu merenggut hati dan pikiran kita?

    Kini sudah saatnya kita menjadi manusia yang selalu setia dan taat. Bukankah Bunda kita Maria sudah memberikan sebuah

    Demikian renungan Harian Air Hidup untuk Katolik Senin 6 Juni 2022 Belajar dari Maria Bunda Gereja.***