Renungan Air Hidup untuk Kristen Sabtu 11 Juni 2022 -->

Renungan Air Hidup untuk Kristen Sabtu 11 Juni 2022

Jumat, Juni 10, 2022

    Renungan Air Hidup untuk Kristen Sabtu 11 Juni 2022


    Renungan Air Hidup untuk Kristen Sabtu 11 Juni 2022 Yoyakhin dikasihani

    Renungan Air Hidup harian untuk Kristen Sabtu 11 Juni 2022 diangkat dari kisah Alkitab Yeremia 52:31-34 Yoyakhin dikasihani

    Renungan kristen Air Hidup hari ini Sabtu 11 harian hari ini mengisahkan bagaimana kita hidup oleh karena Kasih Allah yang Maha Tinggi.

    Berikut Demikian Renungan Air Hidup untuk Kristen Sabtu 11 Juni 2022:

    Sebuah harapan untuk kembali menjadi baik dan benar masih ada bagi bangsa yang saat ini telah di hukum Allah.

    Penghukuman yang mereka terima oleh karena dosa mereka itu ternyata masih ada kesempatan untuk menjadi baik dan benar lagi.

    Walau penghukuman bagi mereka begitu dahsyat yang terjadi ke atas mereka dan itu sudah terjadi, bukan berarti bahwa, semua itu dilakukan untuk membinasakan mereka namun, melainkan untuk membuat mereka sadar dan membawa mereka kepada pertobatan dan penyesalah sebab telah berdosa terhadapa Allah.

    Hukuman itu bertujuan supaya mereka benar-benar sadar dan tahu bahwa Allah memiliki kuasa atas mereka dan mereka harus taat dan kembali kepada ALlah.

    Bacaan perikop alkitab harian hari ini, Yeremia berbicara mengenai Yoyakhin, bukan Zedekia. Kisaah Alkitab menegaskan bahwa akhir hidupnya Zedekia tidak mendapatkan kelepasan sama sekali oleh karena perbuatannya itu.

    Sebaliknya, karena kebaikan Tuhan, Yoyakhin yang ditawan lebih dahulu (2Raj. 24:12) justru mendapatkan pembebasan bersyarat dari tahanan penjara menjadi tahanan 'istana'.

    Apa beda Zedekia dan Yoyakhin?

    Catatan dalam kitab Raja-raja menyebutkan bahwa mereka sebagai raja yang jahat di mata Tuhan.

    Bedanya, Zedekia tidak bersedia dan rela untuk tunduk kepada Babel, malah berupaya melarikan diri, sedangkan Yoyakhin rela menyerahkan diri kepada raja bangsa Babel.

    Yoyakhin pada akhirnya tunduk kepada raja Babel sebagaimana seharusnya yang diperintahkan Tuhan kalau Yehuda mau selamat.

    Sebagai Allah yang penuh pengampunan mereka semua biisa dipulihkan oleh karena dosa mereka asalkan mereka mau bertobat dan bisa tunduk taat kepada perintah Tuhan.

    Yoyakhin telah taat dan tunduk pada Tuhan walaupun dia sudah berdosa, buktinya di pergi dan tunduk kepada babel dan serahkan diri sehingga dia ss=di selamatkan.

    Hal ini menunjukkan sikap pertobatan dengan bersedia menerima hukuman Tuhan lewat pembuangan.

    Sehingga pada waktu yang ditetapkan Allah, Yoyakhin pun dibebaskan. Ini bisa menjadi petunjuk bahwa pembuangan bangsa Yehuda di Babel pun suatu hari pasti akan berakhir (29:10).

    Kemerdekaan yang dialami Yoyakhin bukan kemerdekaan dalam arti kembali menjadi raja yang berdaulat atas Yehuda, tetapi status tahanannya dicabut.

    Ia diperlakukan terhormat sebagai sosok bangsawan, namun tanpa kuasa memerintah.

    Peristiwa dalam bacaan alkitab harian hari ini mengingatkan umat pasca pembuangan kelak, juga kita pada masa kini bahwa pengampunan dan pemulihan Tuhan merupakan anugerah.

    Ini akan menjadi sebuah peringatan bagi kita agar jangan sesekali kita bermain-main lagi dalam dosa!

    Demikian Renungan Air Hidup untuk Kristen Sabtu 11 Juni 2022 Yoyakhin dikasihani diangkat dari kisah Alkitab Yeremia 52:31-34 Yoyakhin dikasihani.***