Khotbah Katolik Misa Santa Perawan Maria Bunda Gereja Hari ini Senin 6 Juni 2022 -->

Khotbah Katolik Misa Santa Perawan Maria Bunda Gereja Hari ini Senin 6 Juni 2022

Minggu, Juni 05, 2022

    Khotbah Katolik misa Santa Perawan Maria Bunda Gereja hari ini Senin 6 Juni 2022


    Khotbah Katolik Misa Perawan Maria Bunda Gereja Senin 6 Juni 2022


    Setiap 6 Juni Gereja Katolik menetapkan tanggal tersebut sebagai pesta Santa Perawan maria Bunda Gereja.
    Hal itu dilakukan karena peran serta Bunda Maria dalam perkembangan dan kemajuan gereja di seluruh dunia.

    Gereja memang tidak pernah terlepas dari peran Ibunda Yesus itu.

    Sebab Bunda Maria diberikan kuasa oleh Bapa di SSurga untuk menjaga gereja Kristus.

    Bulan Mei kemarin pun secara khsusu gereja katolik merayakan penghormatan khusus kepada Bunda Maria sebagai Ratu Surga yang Bersukacita.

    Berikut Khotbah Katolik misa Santa Perawan Maria Bunda Gereja Senin 6 Juni 2022

    Kitab Kejadian 3:9-15,20

    Akibat dosa dilakukan Adam dan Hawa maka Tuhan berfirman kepada iblis:

    Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya.

    Injil Yohanes 19:25-34

    Yesus menyerahkan ibuNya kepada murid yang dikasihiNya yang berada disamping Maria, ibu Yesus tatkala Yesus di salib.

    Gereja Katolik hari ini memperingati Santa Perawan Maria Bunda Gereja.

    Bunda Maria menjadi contoh teladan bagikita umat orang beriman akan Kristus Tuhan dan penyelamat kita yang sejak awal telah mengambil bagian dalam karya penyelamatan Allah dengan ditandai oleh kesediaannya menerima kabar sukacita.

    Lalu dengan segala kesetiaan dan ketaatannya Dia mendampingi Puteranya Yesus Kristus dalam suka maupun dalam duka serta mendampingi para Rasul Kristus setelah Yesus wafat, bangkit, dan naik ke Surga.

    Hari ini Gereja katolik merayakan pesta Perawan Maria sebagai Bunda Gereja.

    Tepatnya pada Senin 6 Juni 2022 ini, Gereja Katolik kembali melaksanakan misa penghormatan dan menghargai peranan penting Bunda Maria dengan menetapkan hari ini untuk memperingati keteladan Bunda Maria tersebut.

    Dua sikap hati Bunda Maria paling menonjol yang menjadi teladan dan juga kekuatan mempertahankan iman kita akan Kristus di tengah badai zaman ini, yakni:

    Pertama, sikap hati menerima hal-hal terjadi pada dirinya dengan iman

    Injil Lukas 1:38 disana jelas Maria menanggapi Kabar dari Malaikat Tuhan, yakni Kata Maria: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu." Lalu malaikat itu meninggalkan dia

    Kedua, sikap sabar menanggung segala sesuatu yang terjadi di dalam hidupnya
    Kembali injil Lukas 2:51 menegaskan bahwa Lalu Yesus pulang bersama-sama mereka ke Nazaret; dan Yesus tetap hidup dalam asuhan mereka. Dan ibuNya menyimpan semua perkara itu di dalam hatinya.

    Sebagai umat beriman akan Yesus Tuhan, hendaknya kita bersikap seperti Bunda Maria dimana disaat menghadapi masalah dalam hidup kita harus dengan iman yang teguh menghadapinya.

    Dalam hidup ini, Kita selalu berharap serta menantikan agar Tuhan selalu menolong kesulitan hidup kita.

    Tentu ditengah masa penantian, mestinya kita harus tetap melakukan tindakan perbuatan baik kepada orang lain meski kita juga sedang ada dalam masalah.

    Maria sabar menanggung beban derita menyaksikan Yesus dimusuhi ahli Taurat dan orang-orang Farisi, bahkan melihat Yesus disiksa dan disalib.

    Yesus mengasihi ibuNya, Maria dan Ia menyerahkan ibuNya kepada murid-muridNya dan Maria menemani Rasul Kristus saat dalam masa pemberitaan Injil tentang Kebenaran akan kebangkitan Yesus setelah kuasa Roh Kudus mengurapi para Rasul.

    Tentunya ada banyak suka-duka mewarnai perjalanan pemberitaan Injil.

    Yohanes 19:25-27 Dekat salib Yesus berdiri ibuNya dan saudara ibuNya, Maria, isteri Klopas dan Maria Magdalena.

    Ketika Yesus melihat ibuNya dan murid yang dikasihiNya di sampingnya, berkatalah Ia kepada ibuNya "Ibu, inilah, anakmu!" Kemudian kataNya kepada murid-muridNya: "Inilah ibumu!" Dan sejak saat itu murid itu menerima dia di dalam rumahnya.

    Kiranya kita mampu seperti Bunda Maria yang selalu dan senantiasa berada dekat dengan Yesus Kristus yang artinya adalah kita hendaknya membangun relasi intim dengan Yesus Kristus Tuhan dan penyelamat kita.

    Demikian Khotbah Katolik misa Santa Perawan Maria Bunda Gereja Senin 6 Juni 2022.***