Injil Katolik Harian Selasa 14 Juni 2022 Lengkap Renungan Matius 5:43-48 -->

Injil Katolik Harian Selasa 14 Juni 2022 Lengkap Renungan Matius 5:43-48

Senin, Juni 13, 2022

    Injil Katolik Harian Selasa 14 Juni 2022 Lengkap Renungan Matius 5:43-48


    Bacaan Injil Katolik Harian Selasa 14 Juni 2022 Lengkap Renungan hari ini Renungan Matius 5:43-48

    Renungan harian Katolik harian hari ini Selasa 14 Juni 2022 diangkat dari kisah Injil Matius 5:43-48 Yesus dan hukum Taurat.
    Renungan harian Katolik harian hari ini Selasa 14 Juni 2022 mengisahkan bagaimana seharusnya kita mengasihi sesama sebagai landasan dasar dalam hidup Kristiani.

    Berikut Bacaan injil untuk Renungan harian Katolik harian hari ini Selasa 14 Juni 2022 diangkat dari kisah Matius 5:43-48:

    43 Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu.

    44 Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.

    45 Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar.

    46 Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian?

    47 Dan apabila kamu hanya memberi salam kepada saudara-saudaramu saja, apakah lebihnya dari pada perbuatan orang lain? Bukankah orang yang tidak mengenal Allahpun berbuat demikian?

    48 Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna."

    Renungan Katolik Harian Hari ini dari Injil Matius 5:43-48

    Bagian ini menjadi kesimpulan yang Tuhan Yesus ajarkan kepada murid-muridnya mengenai pengertian hukum Taurat yang sejati.

    Setelah sebelumnya membahas mengenai tidak membalas dendam, sekarang etika Taurat yang sejati tiba pada kesimpulannya.

    Kasihilah sesamamu! Itulah kesimpulan yang ingin Tuhan ajarkan.

    Di dalam ayat 43 dikatakan "kasihilah sesamamu dan bencilah musuhmu.”

    Ini merupakan tafsiran orang Yahudi atas Imamat 19:18. Kasihilah sesamamu ditafsirkan sebagai kasihilah orang-orang sebangsamu.

    Orang Yahudi menganggap bahwa ini adalah perintah untuk mengasihi orang Israel saja.

    Bangsa-bangsa lain adalah bangsa kafir dan karena itu tidak perlu dikasihi.

    Bahkan mereka harus dibenci dan diperangi kalau mereka memusuhi Israel.

    Israel tidak boleh bersekutu dengan bangsa-bangsa lain dan harus menjaga kemurnian bangsa mereka sebagai umat pilihan.

    Tetapi sekarang Tuhan Yesus telah datang dan belas kasihan Allah bagi bangsa-bangsa lain telah terbuka, seperti yang telah Dia janjikan kepada Abraham (Kej. 12:3).

    Tuhan Yesus akan menjadi pokok keselamatan bagi Israel dan juga bagi bangsa-bangsa lain.

    Untuk mempersiapkan saat inilah Imamat 19:18 ditulis. Perintah mengasihi di dalam Imamat justru diberikan kepada musuh, karena dikatakan pada Imamat 19:17: jangan membenci, dan di dalam ayat18: jangan menaruh dendam.

    Bukankah kita membenci musuh? Bukankah kita menaruh dendam kepada orang-orang yang memusuhi kita?

    Tuhan Yesus mengetahui hal ini dan Dia memberitahukannya kepada murid-muridNya agar mereka tidak buta seperti orang Yahudi lainnya.

    Demikian Injil Katolik Harian Selasa 14 Juni 2022 Lengkap Renungan hari ini dari kisah Injil Matius 5:43-48 Yesus dan hukum Taurat mengisahkan bagaimana seharusnya kita mengasihi sesama sebagai landasan dasar dalam hidup Kristiani.***