Injil Harian Katolik Kamis 23 Juni 2022 dan Renungan Lukas 1:57-66; 88 -->

Injil Harian Katolik Kamis 23 Juni 2022 dan Renungan Lukas 1:57-66; 88

Rabu, Juni 22, 2022

    Injil Harian Katolik Kamis 23 Juni 2022 dan Renungan Lukas 1:57-66; 88


    Berikut Bacaan Injil Harian Katolik Kamis 23 Juni 2022 dan Renungan hari ini dari Lukas 1:57-66; 88 tentang kelahiran Yohanes pembaptis.


    Kemudian genaplah bulannya bagi Elisabet untuk bersalin dan iapun melahirkan seorang anak laki-laki.

    Ketika tetangga-tetangganya serta sanak saudaranya mendengar, bahwa Tuhan telah menunjukkan rahmat-Nya yang begitu besar kepadanya, bersukacitalah mereka bersama-sama dengan dia.

    Maka datanglah mereka pada hari yang kedelapan untuk menyunatkan anak itu dan mereka hendak menamai dia Zakharia menurut nama bapanya,

    tetapi ibunya berkata: "Jangan, ia harus dinamai Yohanes."

    Kata mereka kepadanya: "Tidak ada di antara sanak saudaramu yang bernama demikian."

    Lalu mereka memberi isyarat kepada bapanya untuk bertanya nama apa yang hendak diberikannya kepada anaknya itu.

    Ia meminta batu tulis, lalu menuliskan kata-kata ini: "Namanya adalah Yohanes." Dan merekapun heran semuanya.

    Dan seketika itu juga terbukalah mulutnya dan terlepaslah lidahnya, lalu ia berkata-kata dan memuji Allah.

    Maka ketakutanlah semua orang yang tinggal di sekitarnya, dan segala peristiwa itu menjadi buah tutur di seluruh pegunungan Yudea.

    Dan semua orang, yang mendengarnya, merenungkannya dan berkata: "Menjadi apakah anak ini nanti?" Sebab tangan Tuhan menyertai dia.

    Adapun anak itu bertambah besar dan makin kuat rohnya. Dan ia tinggal di padang gurun sampai kepada hari ia harus menampakkan diri kepada Israel.

    Renungan Lukas 1:57-66; 88

    Kelahiran Yohanes menjadi berkat bagi segenap manusia. Sebab peran Yohanes dalam karya keselamatan Allah untuk manusia sangatlah besar.

    Tugas Yohanes sangatlah besar. Dimana, sebelum sang Mesias yang dijanjikan itu datang, Dia bertugas untuk memanggil semua umat Israel dan membawa mereka kepada pertobatan.

    Banyak hal yang bisa kita pelajari dari seorang Yohanes pemabaptis atau pemandi.

    Pertama, melaksanakan tugas dan tanggungjawab denagn sempurna, yakni menyerukan pertobatan, sebab kerajaan ALlah sudah dekat.

    Kedua, hidup dalam kesederhanaan. Dia hidup di gurun dan makanannya adalah belalang dan madu.

    Ketiga, taat dan tidak anggkuh dan menyatakan dirinya sebagai Mesias yang dinajikan, saat ditanyai oleh orang banyak.

    Marilah kita belajar dari sikap dan perbuatan Yohanes.

    Demikian injil Harian Katolik Kamis 23 Juni 2022 dan Renungan Lukas 1:57-66; 88 tentang kelahiran Yohanes pembaptis.***