Renungan Harian Saat Teduh Sabtu 7 Mei 2022 (Wanita Ada Untuk Dikasihi) -->

Renungan Harian Saat Teduh Sabtu 7 Mei 2022 (Wanita Ada Untuk Dikasihi)

Sabtu, Mei 07, 2022

    Renungan Harian Saat Teduh Sabtu 7 Mei 2022

    Renungan Harian Saat Teduh terbaru hari ini
    Renungan Saat Teduh hari ini


    Wanita Ada Untuk Dikasihi


    Ayat bacaan: Kejadian 2:22


    “Dan dari rusuk yang diambil TUHAN Allah dari manusia itu, dibangun-Nyalah seorang perempuan, lalu dibawa-Nya kepada manusia itu.”


    Ada satu teman saya yang bekerja di LSM, mengurus masalah kekerasan terhadap perempuan. Ketika saya menanyakan seperti apa gambarannya, saya mendapatkan jawaban mengejutkan. Dia mengatakan setiap bulannya lebih dari 100 pengaduan hadir disana.

    Saya pun teringat sebuah artikel di koran kompas sekitar satu bulan yang lalu. Dalam rentang 6 bulan kalau tidak salah di Jawa Tengah, ada sekitar 500 kasus kekerasan terhadap perempuan. Baik itu perkosaan, pemukulan atau kekerasan dalam rumah tangga, bentuk pelecehan seksual, pelanggaran hak-hak asasi, hingga kasus poligami. Itu baru yang melapor. Gimana yang tidak berani melapor? bisa jadi jumlah diatas harus dikali dua atau tiga.

    Yang ironis, di banyak daerah, peraturan atau kebijakan yang dikeluarkan dalam bentuk Perda (Peraturan Daerah) malah semakin membatasi ruang gerak wanita. Betapa rentannya posisi wanita terhadap berbagai bentuk kekerasan baik secara fisik, seksual maupun psikologis.

    Kenapa bisa demikian? Pola pikir yang menganggap wanita lebih rendah dari pria, adalah salah satu faktor terbesar penyumbangnya.Kita sudah terlalu sering mendengar kalimat-kalimat melecehkan seperti “ah, kamu perempuan, bisa apa?”, “oh, perempuan toh.. nggak heran.” dan lain sebagainya.

    Tuhan tidak menciptakan wanita sebagai sebuah ciptaan dibawah ciptaan yang lain. Tuhan tidak menciptakan wanita sebagai sosok untuk disakiti, jadi tempat pelampiasan. Tuhan tidak menciptakan wanita sebagai figur yang harus dibatasi gerak geriknya, dikurung dan sebagainya. Tidak, tidak, tidak. Tuhan menciptakan wanita untuk saling melengkapi. Sebuah keputusan yang begitu indah.

    Teman-teman, Wanita tidak diciptakan dari tulang kepala, agar mereka tidak menguasai pria, tidak juga diciptakan dari tulang kaki, agar boleh diinjak-injak pria, tapi wanita diciptakan dari tulang rusuk, yang posisinya dekat dengan hati, agar mereka dikasihi.

    Posisi tulang rusuk di bagian badan pun menunjukkan sebuah posisi setara dan sejajar. Dan lihatlah, berapa banyak organ-organ penting di tubuh manusia ini dilindungi oleh tulang rusuk. Begitu pula halnya dengan wanita, mereka dapat menjadi penolong dalam keluarga, dan melindungi anak-anaknya dari perusakan moral akibat pergaulan disekitar mereka.

    Wanita dan pria punya kedudukan yang sama dihadapan Tuhan. Seperti itu pula lah perilaku kita. Jadikan wanita sebagai mitra hidup yang setara, yang dikasihi, dihormati, baik dengan perkataan maupun perbuatan.

    Saling menghargai, saling mengasihi, dan hidup setara berdampingan.