Renungan Harian Saat Teduh Terbaru Hari Ini (Kamis, 05 Mei 2022), Baju Zirah -->

Renungan Harian Saat Teduh Terbaru Hari Ini (Kamis, 05 Mei 2022), Baju Zirah

Rabu, Mei 04, 2022

    Renungan Harian Saat Teduh Terbaru Hari Ini (Kamis, 05 Mei 2022)

    Saat Teduh Hari Ini
    Renungan Saat Teduh Kamis, 5 Mei 2022



    Memakai Baju Zirah


    Baca: 1 Tesalonika 5:1-11


    “Tetapi kita, yang adalah orang-orang siang, baiklah kita sadar, berbajuzirahkan iman dan kasih, dan berketopongkan pengharapan keselamatan.”-1 Tesalonika 5:8

    Berbicara tentang ‘baju zirah’ pasti erat hubungannya dengan masalah senajata dan perang, karena baju zirah merupakan salah satu perlengkapan perang yang berfungsi melindungi tubuh si pemakai dari pukulan dan serangan tombak atau anak panah yang dilontakarkan pihak musuh.

    Di dalam Perjanjian Lama tidak semua orang dapat memakai baju zirah, yang menggunakan biasanya hanyalah orang-orang terkemuka saja, seperti para raja, bangsawan atau panglima besar; kemudian di zaman Perjanjian Baru, orang-orang romawi, terutama para prajurit, menggunakan baju zirah ini.

    Kepada Jemaat di Tesalonika, Rasul Paulus mengutip kata ‘baju zirah’, di mana dalam ayat tersebut di atas maknanya lebih ditekankan kepada sikap berjaga-jaga. Ini berbeda dengan Efesus 6:10-20, yang lebih menekankan kepada suatu tindakan melawan kuasa iblis.

    Jadi sebagai orang percaya, kita memiliki perlengkapan senjata yang berfungsi untuk bertahan ataupun menyerang! Paulus menasihatkan, di hari-hari yang semakin jahat ini kita harus lebih memperhatikan hidup dengan cara tidak lagi hidup di dalam kegelapan, “jangan pesta pora dan kemabukan, jangan dalam pencabulan dan hawa nafsu, jangan dalam perselisihan dan iri hati.” (Roma 13:13)

    Tetapi senantiasa dalam sika berjaga jaga “karena kamu sendiri tahu benar-benar, bahwa hari Tuhan datang seperti pencuri pada malam. Apabila mereka mengatakan: Semuanya damai dan aman-maka tiba-tiba mereka ditimpa oleh kebinasaan, seperti seorang perempuan yang hamil ditimpa oleh sakit bersalin-mereka pasti tidak akan luput.” (1 Tesalonika 5:2-3).

    Kita sudah tahu bahwa hari-hari ini adalah jahat. Lalu apakah kita tetap saja santai-santai dalam menjalani kekristenan kita ? Atau kita “berbajuzirahkan iman dan kasih, dan berketopongkan pengharapan keselamatan” yang artinya kita terus membangun iman yang teguh kepada Tuhan, melakukan kesetiaan dalam perkara apa pun karena kita mengasihi Dia, dan terus mengerjakan keselamatan yang sudah ita terima dengan mata yang tertuju hanya kepada Tuhan Yesus.

    Kita sudah berada di ujung zaman, sudahkah kita berjaga-jaga?