Renungan Harian Kristen Saat Teduh: Rabu 18 Mei 2022 (Integritas 2) -->

Renungan Harian Kristen Saat Teduh: Rabu 18 Mei 2022 (Integritas 2)

Rabu, Mei 18, 2022

    Renungan Harian Kristen Saat Teduh: Rabu 18 Mei 2022

    Saat Teduh Hari Ini
    Renungan Saat Teduh Mei 2022



    Integritas 2


    Baca: Mazmur 26:1-12


    “Berilah keadilan kepadaku, ya Tuhan, sebab aku telah hidup dalam ketulusan; kepada Tuhan aku percaya dengan tidak ragu-ragu.” Mazmur 26:1


    Sekarang ini gereja Tuhan mengalami krisis integritas. Banyak anak Tuhan yang hdiupnya tidak lagi mencerminkan saksi Kristus; hidup tidak jujur, terlibat penjinahan, kriminal, mabuk-mabukan, rokok, narkoba, sehingga gereja benar-benar telah kehilangan identitasnya, direndahkan dan menjadi batu sandungan bagi duni karena perbuatan orang-orang Kristen sendiri.

    Jarang sekali ditemukan orang Kristen yang hidupnya benar-benar tulus, jujur, saleh, takut akan Tuhan dan tidak berpura-pura. Dalam Alkitab ada banyak contoh yang hidupnya memiliki integritas: Yesus, Ayub, Nuh, Yusud, Daud dan lain lain.

    Firman Tuhan yang kita baca hari ini menunjukkan bahwa Daud memiliki integritas kepada Tuhan: "..aku telah hidup dalam ketulusan; kepada TUHAN aku percaya dengan tidak ragu-ragu. Ujilah aku, ya TUHAN, dan cobalah aku; selidikilah batinku dan hatiku. Sebab mataku tertuju pada kasih setia-Mu, dan aku hidup dalam kebenaran-Mu. Aku tidak duduk dengan penipu, dan dengan orang munafik aku tidak bergaul; aku benci kepada perkumpulan orang yang berbuat jahat, dan dengan orang fasik aku tidak duduk." (Mazmur 26:1-5).

    Sedangkau Saul, Ananias dan Safira adalah contoh orang yang tidak memiliki integritas, di mana hidupnya dipenuhi dengan kebohongan dan kemunafikan! Di akhir zaman ini tanda-tanda kedatangan Tuhan Yesus sudah sangat jelas. Dia akan segera datang menjemput umatNya yang benar-benar memiliki integritas dalam hidupnya, umat yang tetap menjaga kekudusan di tengah dunia yang rusak, umat yang memiliki kemurnian hati di tengah dunia yang diwarnai berbagai kepalsuan.

    Tidak ada istilah ketaatan 50% atau kekudusan 50%, semuanya harus utuh atau absolut! Bahkan firmanNya dengan keras mengatakan, “Barangsiapa yang berbuat jahat, biarlah ia terus berbuat jahat; barangsiapa yang cemar, biarlah ia terus cemar; dan barangsiapa yang benar, biarlah ia terus berbuat kebenaran; barangsiapa yang kudus, biarlah ia terus menguduskan dirinya!(Wahyu 22:11)

    Memiliki integritas berarti tidak kompromi terhadap dosa apa pun!