Renungan Air Hidup: Senin 16 Mei 2022 (Pertobatan Nehemia) -->

Renungan Air Hidup: Senin 16 Mei 2022 (Pertobatan Nehemia)

Senin, Mei 16, 2022

    Renungan Air Hidup: Senin 16 Mei 2022
    Renungan Kristen Hari Ini
    Renungan Air Hidup Mei 2022


    PERTOBATAN NEHEMIA

    “Tetapi Engkaulah yang benar dalam segala hal yang menimpa kami, karena Engkau berlaku setia dan kamilah berbuat fasik(Nehemia 9: 33).

    Diliputi dengan kesusahan, Nehemia tidak dapat makan maupun minum; ia “menangis dan berkabung dalam beberapa hari.” Dalam kesedihannya ia berpaling kepada Penolong Ilahi. “Aku ... berdoa,” katanya, “ke hadirat Allah semesta langit.” Dengan ikhlas ia mengadakan pengakuan terhadap segala dosanya dan dosa bangsanya, Ia memohon supaya kiranya Allah menunjang pekerjaan Israel, mengembalikan keberanian dan kekuatan mereka, dan membantu mereka untuk membangun tempat-tempat yang sudah rusak di Yehuda.

    Ketika Nehemia berdoa, iman dan keberaniannya bertambah kuat. Mulutnya penuh dengan alasan-alasan yang kudus. Berdoa seperti Nehemia berdoa pada saat kebutuhannya adalah suatu sumber yang dimiliki oleh orang Kristen di bawah keadaan bilamana bentuk-bentuk doa yang lain mungkin mustahil.

    Para pekerja keras dalam perjalanan hidup yang sibuk, hampir dikacaukan oleh berbagai kebingungan, dapat menyampaikan permohonan kepada Allah supaya mendapat bimbingan Ilahi. Dengan demikian orang-orang yang mengadakan perjalanman baik di laut maupun di darat, bilamana terancam bahaya yang besar, dapat menyerahkan diri mereka sendiri kepada perlindungan-Nya.

    Pada saat-saat kesukaran atau marabahaya yang datang tiba-tiba, hati dapat menyampaikan seruannya kepada Dia yang telah berjanji sendiri untuk datang memberikan pertolongan kepada umat-Nya yang setia dan percaya bilamana mereka berseru memohon pertolongan kepada-Nya. Dalam setiap peristiwa, di bawah setiap keadaan, atau yang ditimpa pencobaan dengan sengit, dapat memperoleh jaminan, pertolongan, dan bantuan di dalam kasih dan kuasa Allah yang selalu memenuhi janji-Nya yang tidak akan gagal.

    Contoh perencanaan matang yang bijaksana dan tindakan yang pasti ini haruslah menjadi suatu pelajaran bagi semua orang Kristen. Anak-anak Allah bukan saja harus berdoa dalam iman, tetapi harus bekerja dengan rajin dan berhati-hati menjaga diri