Renungan Air Hidup: Rabu 25 Mei 2022 Percaya Kepada Kehendak Allah dan Mematuhi PerkataanNya -->

Renungan Air Hidup: Rabu 25 Mei 2022 Percaya Kepada Kehendak Allah dan Mematuhi PerkataanNya

Rabu, Mei 25, 2022

    Renungan Air Hidup: Rabu 25 Mei 2022 Percaya Kepada Kehendak Allah dan Mematuhi PerkataanNya

    Renungan Air Hidup: Rabu 25 Mei 2022 Percaya Kepada Kehendak Allah dan Mematuhi PerkataanNya


    Banyak orang yang selalu bertanya ketika mereka mengalami sebuah musibah dan masalah dalam hidup mereka..



    Mereka bertanya apakah ini merupakan kehendak Allah?



    Lalu mereka berdoa agar mereka di bebaskan dari pergumullan dan persoalan tersebut.



    Saudara sekalian, bacaan Yeremis 42 hari ini mengajarkan kepada kita bahwa sesungguhnya Allah memberikan kita yang terbaik dan sesuai dengan segala kekuatan yang kita miliki.



    Dia tahu apa yang harus kita lalui dan apa yang mestinya kita hadapi.



    Namun persoalannya sellau datang dari kita. Kita sendiri bahkan tidak mengerti dan tidak memahami apa yang Allah kehendaki untuk kita.




    Maka sebagai insan yang percaya kepadaNya, kita harus memeplajari bagaimana caraanya memahami maksud dan kehendak Allah bagi hidup kita saat ini.



    Renungan Air hidup hari ini Rabu 25 Mei 2022 diangkat dari kisah Alkitab Yeremia 42:1-22 tentang Yeremia memperingati supaya jangan mengungsi ke Mesir.



    Kita selalu berusaha untuk memahami dan mengetahui rencana dan kehendak Allah dalam hidup kita saat ini.



    Namun, kita harus tahu bahwa percuma kita tahu akan kehendak Allah dalam hidup kita kalau tidak ada keinginan dan ketaatan untuk melakukannya.



    Bacaan Alkitab hari ini, apakah Yohanan dan sisa rakyat Israel itu inging sungguh-sungguh mencari apa yang menjadi kehendak Allah untuk mereka dapat mematuhinya?



    Yeremia yang merupakan orang pilihan Allah dan menjadi perantara Allah dengan umatNya pun menyatakan kehendak Allah secara terus terang serta memberikan kepada mereka peringatan keras untuk tidak membangkang dan menjauh dari pada kehendak Allah.



    Allah menghendaki umatNya yakni bani Israel untuk tetap tinggal di Yerusalem dan tidak lari ke Mesir.



    Dia akan menjanjikan mereka bahwa hati Nebukadnezar akan lunak dan tidak akan menghukum mereka semua.



    Yeremia memepringati mereka, sebab Allah menghendaki mereka untuk jangan lari sebab jika mereka lari ke Mesir, kematianlah yang akan mereka alami sebab ketidaktaatan terhadap kehendak Allah itu membawa mereka kepada kehancuran.



    Pertanyaan penting untuk kita renungkan adalah kenapa peringatan Yeremia begitu keras?



    Apakah Yeremia sudah dapat menduga isi hati dan motivasi mereka sesungguhnya, dimanan mereka akan lari ke Mesir?

    Kenapa mereka dilarang keras untuk lari ke Mesir?



    Karena lari ke Mesir menunjukkan bahwa mereka lebih bersandar pada kekuatan manusia daripada kepada kekuatan Allah dan lebih membangkang lagi bahwa mereka melanggar perintah Tuhan.



    Inilah yang kerap kali dilakukan oleh para raja Israel atau Yehuda pada masa lampau.



    Sebaliknya, percaya kepada Allah berarti bersedia mematuhi pimpinan dan kehendakNya, walaupun itu mungkin bukan sesuatu yang menyenangkan.



    Percaya berarti tunduk dan taat tanpa ada pembangkangan.

    Rencana Allah memang selalu membuat kita terkadang tidak nyaman, namun di balik ketidaknyamanan tersebutlah Allah memberikan kita pelajaran berarti dan akan ada sebuah jaminan kehidupan yang baik dari apa yang kita haraapkan.



    Begitu juga dengan kehidupan kita saat ini yang selalu mengharapkan bahwa Allah memberikan yang terbaik bagi kita.



    Namun kita lupa bahwa apa yang kita harapkan tidak sesuai dengan kehendak Allah.



    Kita harus sadar bahwa kehendak dan rancangan Allah akan membewa kita kepada sukacita yang tidak ternilai harganya walalupun terkadang kita jauh dari rasa nyaman.



    Demikian Renungan Air Hidup: Rabu 25 Mei 2022 Percaya Kepada Kehendak Allah dan Mematuhi PerkataanNya.