Renungan Air Hidup Jumat 27 Mei 2022 Kenaikan Tuhan Membwa Sukacita -->

Renungan Air Hidup Jumat 27 Mei 2022 Kenaikan Tuhan Membwa Sukacita

Kamis, Mei 26, 2022

    Renungan Air Hidup Jumat 27 Mei 2022 Kenaikan Tuhan Membwa Sukacita


    Renungan air hidup pada hari kenaikan Tuhan Yesus hari ini menghantar kita kepada sebuah kesadaran bahwa Kenaikan Yesus bukan sebuah perpisahan yang menibulkan duka yang mendalam, melainkan patut disyukuri danbersukacita.

    Kita tahu bahwa sebelum Dia meninggalkan murid-muridNya, Yesus terus-terus menasehati dan memberikan mereka tentang segala hal serta mempersiapkan mereka semua supaya bisa memahami apa yang akan mereka alami setelah penyaliban DiriNya, dan tentang kebangkitan Yesus.


    Sebelum Dia berpisah dengan mereka Dia secara tegas telah mengatakan bahwa akan segera datang yang bisa menghibur dan menjaga mereka, yaitu Roh Kudus, yang merupakan Penghibur

    Dia harus naik ke surga dan saat itulah Roh Kudus datang.

    Dia tidak akan bersama-sama para murid lagi, dan Roh Kuduslah yang akan berdiam di dalam diri dan didalam hati mereka.

    Akan tetapi ada sebuah peringatan keras dari Yesus.

    Yesus mengucapkan kalimat yang sulit untuk mereka pahami, yakni "Tinggal sesaat saja dan kamu tidak melihat Aku lagi dan tinggal sesaat saja pula dan kamu akan melihat Aku" (16).

    Apakah yang dimaksud dengan tinggal sesaat, dan berapa lama? Meski tidak paham, murid-murid tidak menanyakan itu kepada Yesus. Lalu Yesus menjelaskan bahwa suatu saat mereka akan bersedih karena kematianNya.

    Pada saat itu dunia di sekitar mereka akan bergembira (20), karena musuh-musuhNya senang atas "keberhasilan" mereka menyalibkan Dia.


    Meski demikian, kesedihan murid-murid tidak akan berlangsung lama, karena akan berganti menjadi sukacita (16-21).

    Menegenai berapa lama hal itu akan berlangsung tidaklah menjadi penting, karena hasilnyalah yang penting, yakni sukacita.

    Tuhan menggambarkan hal ini dengan sebuah ilustrasi yakni Tuhan kelahiran bayi (21).

    Ibu si bayi yang melahirkan akan mengalami masa sakit ketika si bayi sedang dalam proses dilahirkan, tetapi ketika si bayi sudah lahir tentu sang ibu akan sangat bergembira. Dan bersukacita.

    Itulah yang dimaksud oleh Yesus, yaitu apa yang menyebabkan dukacita, akan diubah oleh kuasa Roh Kudus hingga menjadisebauah sukacita.

    Lalu seperti apa yang membuat sukacita itu terjadi? (23-24). Doa yang dipanjatkan kepada Bapa di dalam nama Anakny yaitu Yesus.

    Selain itu juga Yesus memberi sebuah jaminan damai sejahtera karena Ia telah mengalahkan dunia yang fana ini (33).

    Jaminanyang diberikan oleh Yesus itulah yang menjadi kekuatan bagi kita juga, orang beriman di zaman ini.

    Bila kadang-kadang kita menghadapi sesuatu yang membuat kita bimbang atau tidak memahami Allah, ingatlah bahwa ada Penghibur yang akan menguatkan kita; ingatlah bahwa ada Yesus, yang akan mendoakan kita juga; serta ada Bapa yang mendengarkan doa.

    Demikian Renungan Air Hidup Jumaat 27 Mei 2022 Kenaikan Tuhan Membwa Sukacita.