Khotbah Minggu dan Renungan Air Hidup Hari Ini (08 Mei 2022) -->

Khotbah Minggu dan Renungan Air Hidup Hari Ini (08 Mei 2022)

Minggu, Mei 08, 2022

    Khotbah Minggu dan Renungan Air Hidup Hari Ini (Minggu, 08 Mei 2022)

    Renungan Air Hidup 2022
    Gambar Renungan Ilustrasi


    KHOTBAH


    Tema Khotbah: Penyembahan yang benar

    Tanggal: 08 Mei 2022

    Nats: Yohanes 4:21-26

    Tujuan: mengajarkan jemaat tentang penyembahan yang benar dan cara penyembahan yang benar kepada Tuhan Yesus

    Apa yang menjadi pokok pembicaraan antara Yesus dan wanita ini adalah berkisar pada penyembahan yang benar dan menurut Tuhan Yesus, apakah penyembahan yang benar?

    I. Dilakukan oleh orang benar (4:23)


    Siapakah penyembah benar tersebut? Penyemnbah benar itu adalah orang benar yang percaya kepada Allah yang Esa (Ulangan 6:4), percaya kepada satu Allha saja; yang percaya bahwa Yesus adalah Mesias (Isa Almasih), Kristus Juruselamat (Yohanes 4:25-26); yang memiliki pola hidup yang benar yang tercermin lewat pola hidup kudus, hidup rukun dengan sesama dan tidak ada unsur dendam, benci dan permusuhan (bdg. Matius 5:23-24).

    II. Dengan cara yang benar (4:24)


    Pertama, cara yang benar yaitu di dalam roh. Apa makna menyembah dalam roh? Itu berarti bukan di dalam Roh Kudus (perhatikan huruf r kecil pada Alkitab), bukan dalam bahasa roh (glosolalia), bukan dalam semangat roh, tepuk tangan, menari, berteriak, menangis, bukan dengan emosi. Yang benar adalah menyembah dalam roh manusia, dalam roh kita. Maksudnya, penyembahan yang benar harus tercapai bilamana roh manusia ada hubungan kontak dengan Allah atau roh manusia ada hubungan komunikasi dengan Allah; roh manusia menghormati dan memuliakan Allah . Penekanan disini bukan perbuatan jasmani manusia melainkan perbuatan rohani, bukan apa yang tubuh saya buat, tetapi apa yang roh saya buat.

    Kedua, cara yang benar adalah menyembah dalam kebenaran yaitu menyembah dalam sikap yang benar yaitu hormat, sopan dan penuh hikmat dalam suasana rohani. Selain itu menyembah dalam kebenaran dengan motivasi yang benar yaitu bukan untuk kepentingan kita atau menyenangkan manusia melainkan kepentingan Allah yaitu menyenangkan dan memuliakan Allah. Jadi, penyembahan yang benar adalah penyembahan yang dilakukan oleh orang yang benar, kepada Allah yang benar dengan cara yang benar.

    Renungan Harian Air Hidup


    Hidup Di Bawah Bimbingan Roh-Nya


    Ayat Bacaan Renungan Harian hari ini: Yohanes 2:1-11


    Mujizat pertama yang dibuat oleh Tuhan Yesus adalah saat la mengubah air menjadi pada perkawinan di Kana. Kita tahu pasti bahwa pada saat itu pihak yang mengadakan pesta kehabisan anggur. Pada hari ini, barangkali hidup kita juga dalam kondisi yang tidak baik; kita mempunyai banyak rencana-rencana bagus, tetapi di tengah jalan rencana-rencana tersebut menemui hambatan.

    Hal pertama yang seharusnya ada di benak kita saat kita kehilangan selera dalam menjalani hidup adalah menceritakan kesulitan kita kepada Yesus. Anggur yang habis itu dapat berupa kesulitan ekonomi, pertikaian dalam kehidupan rumah tangga atau kewajiban-kewajiban lain yang kita rasa sangatlah berat untuk dilakukan. Saat kita merasa hidup kita hancur, kita perlu lebih mempercayai-Nya.

    Dalam hal ini, Ibu Yesus menyuruh pelayan-pelayan pesta untuk melakukan apa saja yang Yesus suruh mereka perbuat, dan keajaiban pun terjadi! Bahkan pemimpin pesta memuji anggur yang baru saja diberikan kepadanya.

    Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya Tuhan itu! Berbahagialah orang yang berlindung padaNya!(Mazmur 34:9)

    Saat kita bertumbuh dalam iman, kehidupan kita akan semakin lama semakin manis. Menurut pemimpin pesta, anggur yang baik hanya dihidangkan pada saat awal pesta, setelah itu kualitas anggur yang dihidangkan tentu akan berkurang. Banyak orang pada hari ini beranggapan bahwa semakin bertambah usia, hidup akan semakin sulit, bahkan mereka lebih menyukai masa kecil mereka, di mana masa tersebut mereka tidak perlu bekerja keras.

    Hendaknya kita membuang jauh-jauh berbagai pandangan dunia yang berusaha menjauhkan kita dari kasih Kristus. Karena Yesus telah mengalahkan dunia, pada hari ini kita tentu dapat merasakan bahwa hidup di bumi ini seperti di Surga. Walaupun semua orang telah pasrah, sebagai orang percaya, kita harus ingat bahwa kita mempunyai harapan yang teguh di dalam Tuhan.

    Ada tekanan-tekanan ketika anggur sudah habis, tetapi jalan terakhir yang para pelayan itu pilih, yakni melaksanakan semua perkataan Yesus, malah dapat membuat pesta tetap dapat berjalan. Hari ini hidup kita dipenuhi berbagai macam tuntutan, misalnya: seorang anak yang dituntut orang tuanya untuk dapat meraih peringkat terbaik di sekolah atau menjadi seperti yang mereka ingini. Ketika kita beranjak dewasa, kita dituntut untuk bekerja keras dan memperoleh uang banyak.

    Nilai pengorbanan Tuhan Yesus melebihi segalanya, oleh karena itu, mujizat pertama ini mengajarkan kepada kita bagaimana Tuhan ingin agar kita menikmati kebebasan di dalam-Nya. Jika kita melakukan perintah Tuhan, hidup kita akan diberkati, dan jauh dari segala macam keluhan dan putus asa. Sebaliknya, bila kita memilih anggur dunia yang suatu saat dapat habis, kemudian kita terus berusaha menghinggapi kehidupan kita. Kiranya damai sejahtera Yesus Kristus senantiasa tinggal dalam hati kita. Amien !

    Baca Juga: Renungan Harian Kristen Lainnya