Santapan Rohani Renungan Hari Ini Rabu (28/4/2022), Bernyanyi Lagi -->

Santapan Rohani Renungan Hari Ini Rabu (28/4/2022), Bernyanyi Lagi

Patung Bernyawa
Selasa, April 26, 2022

    Santapan Rohani Renungan Hari Ini Rabu (27/4/2022)

    Santan Rohani Renungan Harian Kristen Hari Ini
    Santan Rohani Renungan Harian Kristen Hari Ini


    Bernyanyi Lagi


    Bersorak-sorailah, hai puteri Sion, bertempik soraklah, hai Israel.” Zefanya 3:4

    Bacaan Alkita Renungan Hari Ini

    Zefanya 3:14-20


    Burung pemakan madu dari Australia sedang mengalami masalah-mereka tidak lagi berkicau. Meski pernah populasinya berlimpah, sekarang jumlah spesies ini hanya tersisa tiga ratus ekor. Karena hanya bisa belajar dari segelintir saja, para pejantan menjadi lupa pada kicauan unik mereka dan gagal memikat para betina.

    Bersyukur para konservasionis menemukan cara untuk menyelamatkan burung pemakan madu ini dengan bernyanyi untuk mereka. Lebih tepatnya, memutar rekaman kicauan burung pemakan madu lain agar mereka dapat mempelajari kembali nyanyian hati mereka. Begitu para pejantan dapat bernyanyi dan memikat para betina, spesies ini diharapkan akan kembali berkembang biak.

    Nabi Zefanya bertanggung jawab menyampaikan pesan kepada suatu bangsa yang berada dalam kesulitan. la menyatakan bahwa penghakiman Allah akan datang karena begitu banyaknya kebobrokan di antara mereka (Zef. 3:1-8). Ketika hal itu sungguh terjadi melalui penawanan dan pembuangan, orang-orang juga kehilangan nyanyian mereka (Mzm. 137:4).

    Namun, Zefanya diberi penglihatan mengenai suatu waktu setelah penghakiman, ketika Allah datang kepada orang-orang yang hancur ini, mengampuni dosa-dosa mereka, dan bernyanyi untuk mereka: "AIlah bergirang karena engkau dengan sukacita, la membaharui engkau dalam kasih-Nya, la bersorak-sorak karena engkau dengan sorak-sorai," (Zef. 3:17). Hasilnya, nyanyian hati umat pun dipulihkan (ay. 14).

    Kita pun dapat kehilangan nyanyian sukacita hati kita karena ketidaktaatan atau cobaan hidup. Namun ada Suara yang bersorak-sorai dengan menyanyikan lagu pengampunan dan kasih bagi kita. Marilah mendengarkan lagunya-Nya dan ikut bernyanyi bersama-Nya.

    RENUNGKAN


    Kapan Anda merasa paling sulit menjaga sukacita Anda di dalam Allah? Lagu, puisi, atau doa apa yang dapat Anda persembahkan kepada Allah, sebagai tanggapan atas sukacita-Nya atas Anda?

    DOAKAN


    Allah Mahakasih, sungguh menakjubkan untuk membayangkan Engkau menyanyikan lagu-lagu sukacita untukku. Aku memuji-Mu dan menyanyikan lagu pujianku sendiri bagi-Mu.

    WAWASAN


    Zefanya, nama yang berarti "Yahweh bersembunyi," adalah salah seorang dari dua belas nabi kecil dalam Alkitab. la melayani Yehuda dalam zaman Yosia (640-609 SM; Zefanya 1:1), seorang raja Yehuda yang reformis (2 Raja-Raja 22-23; 2 Tawarikh 34-35). Sebagai canggah/ keturunan kelima dari Raja Hizkia yang saleh, Zefanya merupakan bagian dari keluarga kerajaan dan mungkin kerabat jauh dari Raja Yosia yang sedang memerintah.

    Seperti banyak nabi Allah, Zefanya menubuatkan "hari TUHAN" yang akan datang (Zefanya 1:7), "hari kemarahan [Allah]" (ay. 15 BIS) ketika Allah akan mengakhiri sejarah manusia dengan "menyapu bersih segala-galanya dari atas muka bumi" (ay. 2).

    Zefanya menyatakan Allah sebagai Hakim yang berdaulat atas sejarah dan bangsa-bangsa (1:2-3,7; 2:4-15; 3:6-8) dan memperingatkan bahwa Dia akan menghukum Yehuda karena ketidaksetiaannya (1:4-2:3; 3:1-7), serta menjanjikan pemulihan bagi mereka yang tersisa, yang setia dan dimurnikan setelah penghakiman (3:9-20).