Santapan Harian Renungan Air Hidup Sabtu 16 April 2022 (Menjelang Paskah) -->

Santapan Harian Renungan Air Hidup Sabtu 16 April 2022 (Menjelang Paskah)

Jumat, April 15, 2022

    Santapan Harian Renungan Air Hidup Sabtu 16 April 2022

    Renungan Paskah 2022
    Santapan Harian Renungan Air Hidup Sabtu 16 April 2022



    Lomba Iman Jangka Panjang (Menjelang Paskah)


    Bacaan Alkitab hari ini:

    Yohanes 19:38-42


    Banyak orang Kristen mencibir saat mendengar atau membaca tentang orang yang mengikut Kristus secara sembunyi-sembunyi. Akan tetapi, bila kita membaca kisah pernderitaan Yesus Kristus, sepantasnya bila mereka yang bersikap merendahkan atau meremehkan orang yang mengikut Kristus secara sembunyi-sembunyi itu melakukan introspeksi diri.

    Ingatlah bahwa saat Tuhan Yesus ditangkap, semua murid melarikan diri. Tidak ada seorang pun yang berani untuk terus mendampingi Yesus Kristus. Saat Tuhan Yesus berada di kayu salib, kita hanya membaca tentang beberapa perempuan dan seorang murid Tuhan Yesus yang menyaksikan peristiwa tersebut (18:25-27).

    Di mnana murid-murid yang lain? Walaupun mungkin masih ada murid Tuhan Yesus yang lain yang ada di sana saat itu, ada pula kemungkinan bahwa murid-murid yang lain bersembunyi untuk mengamankan diri mereka sendiri.

    Seusai penyaliban, siapa murid yang memedulikan jenazah Sang Guru Agung? Ternyata, yang paling peduli adalah dua orang pemimpin agama Yahudi-anggota Sanhedrin yang menjadi pengikut Yesus Kristus secara diam-diam, yaitu Yusuf dari Arimatea (19:38) dan Nikodemus (19:39).

    Dengan menyingkirkan gengsi dan mempertaruhkan nama baik, mereka meminta mayat Yesus Kristus kepada Pontius Pilatus, agar mereka bisa menguburkan jenazah secara layak (19:40).

    Bahkan, Yusuf menyerahkan makam yang disiapkan bagi dirinya sendiri untuk dipakai sebagai tempat menguburkan jenazah Tuhan Yesus (lihat Matius 27:59-60). Sampai saat ini, di negara yang bersikap anti Kristen, banyak orang yang menjadi Kristen secara sembunyi-sembunyi.

    Mereka biasa disebut sebagai orang Kristen bawah tanah. Terhadap mereka, jangan kita mencibir, melainkan doakanlah agar iman mereka kuat. Di sisi lain, bila kita menganggap iman kita kuat, jangan sombong dan menjadi lerngah karena Iblis selalu berusaha menjatuhkan iman kita (1 Korintus 10:12; 1 Petrus 5:8).

    Ingatlah bahwa masalah mempertahankan iman adalah masalah jangka panjang, bukan jangka pendek! Bagaimana dengan Anda: Apakah iman yang Anda miliki membuat Anda menjadi rendah hati atau membuat Anda membanggakan diri? Waspadalah karena mempertahankan iman itu bagaikan mengikuti lomba lari maraton, bukan lari jarak pendek.

    Bila Anda berhasil mempertahankan iman saat menghadapi tantangan iman yang berat, ingatlah bahwa Anda masih akan menghadapi berbagai tantangan iman berikutnya!