Santapan Harian Renungan Air Hidup (Jumat Agung) 15 April 2022 -->

Santapan Harian Renungan Air Hidup (Jumat Agung) 15 April 2022

Patung Bernyawa
Kamis, April 14, 2022

    Santapan Harian Renungan Air Hidup (Jumat Agung) 15 April 2022

    Renungan Air Hidup Hari Jumat Agung 15 April 2022
    Renungan Air Hidup Hari Jumat Agung 15 April 2022


    Tuhan Yesus Menyerahkan Nyawa-Nya (Jumat Agung)


    Bacaan Alkitab hari ini: Yohanes 19:28-37


    Sesudah Yesus menum anggur asam itu, berkatalah Ia: “Sudah selesai.” Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya.”-Yohanes 19:30

    Tujuan kedatangan Tuhan Yesus ke dunia adalah untuk melaksanakan rencana Allah Bapa. Oleh karena itu, saat di kayu salib pun, Tuhan Yesus tetap menggenapi apa yang telah tertulis dalam Kitab Suci Perjanjian Lama (lihat 19:28).

    Yang perlu diingat adalah bahwa semua penderitaan yang dialami Tuhan Yesus itu bukan suatu kebetulan, melainkan terjadi sesuai dengan rencana Allah. Menjelang wafat, Tuhan Yesus berkata, "Sudah selesai." (19:30). Artinya, Tuhan Yesus telah menyelesaikan seluruh tugas penyelamatan umat manusia yang dirancang oleh Allah Bapa.

    Yang juga tidak boleh dilupakan adalah bahwa Tuhan Yesus mati bukan karena la kalah saat menghadapi para penentangnya, tetapi karena la dengan sukarela menyerahkan nyawa-Nya (lihat 19:30).

    Salib bukanlah kekalahan, melainkan kemenangan Yesus Kristus atas kuasa dosa dan kuasa maut! Penyaliban adalah hukuman keji yang biasa dilaksanakan pemerintah Romawi! Biasanya, orang yang disalibkan tidak cepat mati, sehingga ia mengalami penderitaan yang panjang.

    Untuk mempercepat kematian, tulang orang yang disalibkan biasanya dipatahkan. Akan tetapi, Tuhan Yesus mati lebih cepat (lihat Markus 15:44), bukan mati karena proses alami, melainkan karena la menyerahkan nyawa-Nya.

    Prajurit yang melihat bahwa Yesus Kristus telah mati tidak mematahkan kaki-Nya, melainkan menikam lambung-Nya dengan tombak (Yohanes 19:32-34).

    Dia sudah biasa melihat orang yang mati disalibkan, sehingga ia mahir membedakan mana orang yang masih hidup dan mana yang sudah benar-benar mati. Keluarnya darah dan air yang sudah dalam keadaan terpisah (19:33) memperlihatkan bahwa saat itu, Tuhan Yesus benar-benar sudah mati.

    Oleh karena itu, bila ada yang menyebarkan berita bahwa Yesus Kristus tidak benar-benar mati, berita itu adalah hoaks. Setiap kali mengingat tentang kematian Yesus Kristus, kita harus mengingat bahwa Yesus Kristus mati karena la menanggung murka Allah terhadap dosa manusia.

    Tanpa kematian-Nya, kita harus menanggung murka Allah Akibat dosa kita sendiri. Sekalipun demikian yang memperoleh penebusan dosa berdasarkan penebusan Kristus adalah orang yang menerima Yesus Kristus sebagai juruselamatnya.

    Apakah Anda sudah memperoleh penebusan dosa di dalam Kristus? Bila belum, sekarang adalah saat yang tepat bagi anda untuk segera membuka hati menerima Yesus Kristus sebagai juruselamat Anda.