Santapan Harian Air Hidup Senin 25 April 2022, Mana Tahan -->

Santapan Harian Air Hidup Senin 25 April 2022, Mana Tahan

Patung Bernyawa
Senin, April 25, 2022

    Santapan Harian Air Hidup Senin 25 April 2022, Mana Tahan

    Renungan Santapan Harian
    Santapan Harian Air Hidup 2022


    MANA TAHAN!!!


    Bacaan Alkitab: 1 Tesalonika 3:1-13


    Seperti apa rasanya jatuh cinta? Rasanya ingin selalu bertemu. Setiap hari kita ingin mendengar kabar tentang dia. Segala kebaikan akan diupayakan untuk orang yang kita cintai.

    Begitulah kekuatan cinta yang membuat orang tak tahan berjauhan dan ingin selalu peduli kepada yang dikasihinya. Bagian dari surat yang kita baca hari ini menunjukkan betapa besarnya kasih Rasul Paulus kepada jemaat di Tesalonika.

    Karena kasihnya itu, Rasul Paulus tidak tahan ketika memikirkan keadaan mereka. Karena Rasul Paulus mengutus Timotius (1-3); lalu, ketika kembali, ia membawa belum dapat pergi sendiri ke sana, Timotius menguatkan jemaat (2-3); lalu, ketika kembali, ia membawa kabar sukacita mengenai kondisi jemaat (6). Lega dan damailah hati Rasul Paulus karenanya (7-9).

    Seharusnya demikianlah juga kehidupan persekutuan dijalani dalam kasih. Mana tahan tidak saling berjumpa dalam waktu lama! Selalu ada kerinduan untuk bersekutu, bahkan ketika persekutuan hanya bisa dilakukan secara virtual dalam masa pandemi.

    Mana tahan tak mendengar kabar dari sesama saudara sepersekutuan! Saling menyapa dan menanyakan kabar, sekalipun hanya melalui media sosial, menjadi kebiasaan.

    Mana tahan diam saja, ketika ada saudara yang mengalami kesulitan! Kerelaan untuk saling menolong menjadi gaya hidup. Mana tahan membiarkan seorang saudara jatuh dan berkubang dalam dosa! Kesediaan menegur dengan lemah lembut menjadi kewajiban tak terelakkan.

    Kiranya kerinduan ini senantiasa ada dalam hati kita, seperti Rasul Paulus memikirkan jemaat di Tesalonika. Bahkan lebih lagi, seperti Tuhan sendiri. Tuhan rindu bersekutu dengan manusia., Dia ingin menyapa kita dengan firman-Nya, Dia selalu ada menyertai hidup kita, dan menyelamatkan ketika ada yang jatuh ke dalam dosa.

    Tuhan datang menjadi sama dengan manusia, karena kasih-Nya. Hasilnya, manusia didamaikan dengan Allah. Kedamaian pun bisa diwujudkan di antara sesama manusia. Mari, jangan tahan-tahan kasih dan kerinduan kita supaya persekutuan kasih antara kita dengan Tuhan dan dengan sesama terwujud.