Renungan Harian Saat Teduh Hari Ini 10 April 2022, Menjaga Ucapan dan Teguran Tuhan -->

Renungan Harian Saat Teduh Hari Ini 10 April 2022, Menjaga Ucapan dan Teguran Tuhan

Patung Bernyawa
Minggu, April 10, 2022

    Renungan Harian Saat Teduh Hari Ini 10 April 2022, Menjaga Ucapan dan Teguran Tuhan

    Renungan Saat Teduh Terbaru 2022
    Renungan Harian Saat Teduh Terbaru 2022



    MENJAGA UCAPAN


    Baca: Amsal 10:1-32


    "Di dalam banyak bicara pasti ada pelanggaran, tetapi siapa yang menahan bibirnya, berakal budi." -Amsal 10:19

    Tidak gampang menjalani hidup sebagai orang Kristen, terlebih untuk menjaga hidup supaya tetap berkenan kepada Tuhan, sebab dengan meremehkan firman Tuhan dan tidak menjadi pelakunya, maka kehidupan orang Kristen tidak ada bedanya dengan orang fasik.

    Fakta berbicara bahwa banyak terjadi ketidakstabilan dan kurang pertanggungan jawab atas kehidupan anak-anak Tuhan di segala hal; salah satu contoh kecil yang menunjukkan bahwa banyak orang Kristen masih berada dalam tingkatan rohani kanak-kanan adalah dalam hal ucapan, di mana sering dijumpai orang Kristen yang 'bocor' mulutnya, suka menggemakan kata-kata yang sia-sia.

    Penulis amsal sendiri menyatakan bahwa 'Di dalam banyak bicara pasti ada pelanggaran, tetapi siapa yang enahan bibirnya, berakal budi." —Amsal 10:19 Seringkali kita mengabaikan soal 'bicara' ini. Bila hal ini tidak penting, tentunya Alkitab tidak akan menulis ayat yang berkenaan dengan ucapan ini.

    Dalam kehidupan sehari-hari, seringkali kita tidak dapat menahan ucapan. Kita mudah terjerumus ke dalam percakapan yang jahat (gosip), dan melalui ucapan sering kita punya kecenderungan menyombongkan diri.

    Kita juga terjerat untuk berkata-kata kotor atau sembrono, mengumpat/mendamprat orang dan masih banyak lagi. Ketahuilah bahwa Tuhan tidak membutuhkan 'pelawak-pelawak' rohani atau para pemeran sandiwara dalam hidup ini!

    Dari sikap hidup dan ucapan yang menggema dari mulut kita sehari-hari, dapatlah diukur apakah kita orang Kristen yang sungguh-sunggh memperhatikan firman Tuhan di segala aspek kehidupan kita atau hanya sekeda menjalankan firman. Alkitab menyatakan dengan tegas:

    "Jikalau ada seorang mengganggap dirinya beribadah, tetapi tidak mengekang lidahnya, ia menipu dirinya sendiri, sia-sialah ibadahnya." (Yakobus 1:26): disebutkan pula bahwa setiap kata sia-sia yang kita ucapkan akan kita pertanggungjawabkan kelak di hadapan Tuhan (baca Matius 12:36).

    Bukan berarti kita tidak boleh bergurau, tapi haru lebih selektif lagi mengenai apa yang kita guraukan. Biarlah ucapan kita senantiasa sesuai dengan firman Tuhan dan memuliakan namaNya!

    TEGURAN TUHAN


    Baca: Amos 4:6-13


    "Aku telah memukul kamu dengan hama dan penyakit gandum, telah melayukan taman-tamanmu dan kebun-kebun anggurmu, pohon-pohon ara dan pohon-pohon zaitunmu dimakan habis oleh belalang, namun kamu tidak berbalik kepada-Ku," —Amos 4:9

    Tuhan itu baik, penuh kasih sayang dan sangat memperhatikan umatNya. Dia tidak pernah merancangkan hal-hal yang jahat, rancanganNya selalu mendatangkan kebaikan bagi kita —(baca Yeremia 29:11).

    Namun kebaikan Tuhan itu seringkali kita salah gunakan. Kita berpikir bahwa melakukan dosa sedikit-sedikit tidak apa apa, kan Tuhan baik, Dia pasti akan memaklumi dan mengampuni, namanya juga manusia pasti banyak kelemahan dan kekurangan; dalih-dalih semacam itulah yang seringkali kita jadikan senjata untuk hidup dalam ketidaktaatan.

    Kita lupa bahwa "...setiap pelanggaran dan ketidaktaatan mendapatkan balasan yang setimpal, bagaimanakah kita akan luput, jikalau kita menyia-nyiakan keselamatan yang sebesar itu, ..." (brani 2:2b-3);

    Kita tidak mengerti bahwa Tuhan yang berkuasa menciptakan langit bumi, juga berkuasa untuk menghancurkannya Tuhan menghajar bangsa Israel karena mereka tidak mau berbalik kepada Tuhan (bertobat). Mereka hidup menuru hawa nafsunya dan melakukan banyak kejahatan di mata Tuhan, sehingga Tuhan mendatangkan banyak malapetaka atas mereka.

    Tuhan menghajar mereka dengan kelaparan, kekeringan, banjir, hama dan penyakit tanaman, kematian yang mengerikan, bahkan ini kataNya, " 'Aku telah menjungkirbalikkan kota-kota di antara kamu, seperti Allah menjungkirbalikkan Sodom dan Gomora, sehingga kamu menjadi seperti puntung yang ditarik dari kebakaran, namun kamu tidak berbalik kepadaku, 'demikianlah firman Tuhan." (Amos 4:11).

    Jadi, penyebab banyaknya malapetaka dalam kehidupan manusia adalah karena ketidaktaatan manusia itu sendiri. Kita tidak takut dan tidak tunduk kepada otoritas Tuhan, padahal Dia adalah Allah yang berkuasa atas hidup dan mati kita.

    Mari kita sadari bahwa Tuhan menghajar umatNya untuk tujuan yang baik, walau itu sangat menyakitkan. Bila sampai saat ini hidup kita dipenuhi dengan perbuatan dosa dan pemberontakan, maka jangan salahkan Tuhan bila hal-hal buruk/kesulitan datang menimpa Dia menegur kita agar kita mau berubah dan hidup sesuai dengan kehendakNya!