Renungan Harian Kristen Saat Teduh Hari Ini (Senin, 11 April 2022) -->

Renungan Harian Kristen Saat Teduh Hari Ini (Senin, 11 April 2022)

Patung Bernyawa
Minggu, April 10, 2022

    Renungan Harian Kristen Saat Teduh Hari Ini (Senin, 11 April 2022)

    Renungan Harian Kristen Saat Teduh Hari Ini (Senin, 11 April 2022)
    Renungan Harian Kristen Saat Teduh Hari Ini (Senin, 11 April 2022)


    Bacaan Alkitab Hari Ini


    Paulus dan Silas di Berea


    KIS. PR. Rasul 17:10-15


    17:10) Tetapi pada malam itu juga segera saudara-saudara di situ menyuruh Paulus dan Silas berangkat ke Berea. Setibanya di situ pergilah mereka ke rumah ibadat orang Yahudi.

    17:11) Orang-orang Yahudi di kota itu lebih baik hatinya dari pada orang-orang Yahudi di Tesalonika, karena mereka menerima firman itu dengan segala keralaan hati dan setiap hari mereka menyelidiki Kitab Suci untuk mengetahui, apakah semuanya itu benar demikian.

    17:12) Banyak di antara mereka yang menjadi percaya; juga tidak sedikit di antara perempuan-perempuan terkemuka dan laki-laki Yunani.

    17:13) Tetapi ketika orang-orang Yahudi dari Tesalonika tahu, bahwa juga di Berea telah diberitakan firman Allah oleh Paulus, datang jugalah mereka ke sana menghasut dan menggelisahkan hati orang banyak.

    17:14) Tetapi saudara-saudara menyuruh Paulus segera berangkat menuju ke pantai laut, tetapi Silas dan Timotius masih tinggal di Berea.

    17:15) Orang-orang yang mengiringi Paulus menemaninya sampai di Atena, lalu kembali dengan pesan kepada Silas dan Timotius, supaya mereka selekas mungkin datang kepadanya.

    RENUNGAN HARIAN


    Malas Meyelidiki Kitab Suci?


    Orang-orang Yahudi di kota itu lebih baik hatinya dari pada orang-orang Yahudi di Tesalonika, karena mereka menerima firman itu dengan segala keralaan hati dan setiap hari mereka menyelidiki Kitab Suci untuk mengetahui, apakah semuanya itu benar demikian.” -Kis. Pr. Rasul 17:11

    Hari-hari ini saya mendapati ada fenomena di kalangan pengguna media sosial, terutama Facebook. Saya membaca cukup banyak orang menanyakan sesuatu, lalu berharap respons dari para pengguna Facebook lain.

    Menariknya, sebagian dari pertanyaan yang diajukan sebenarnya dapat terjawab melalui mesin pencari Google, yang memberikan jawaban kurang dari 30 detik.

    Apakah ini membuktikan bahwa generasi masa kini lebih menyukai hal-hal yang mudah, sebagai tanda bahwa faktor kemalasan lebih mendominasi, termasuk malas membaca?

    Berbicara soal rasa malas, jemaat di Berea bukanlah tipe jemaat seperti itu. Mereka mendapat pujian karena kerajinan dan kecermatan mereka dalam menelaah firman Tuhan yang baru saja mereka terima lewat pengajaran para rasul.

    Kebiasaan yang masih sangat baik apabila diterapkan pada masa kini, di tengah serbuan rupa-rupa angin pengajaran yang jika asal diterima, dikhawatirkan dapat memberi pemahaman yang keliru kepada orang percaya.

    Alasan mereka melakukan itu pun patut diapresiasi, karena mereka rindu memahami kebenaran dari setiap pengajaran yang diterima (ay. 11).

    Sebagai umat Tuhan, rasa malas untuk menyelidiki kebenaran firman Allah hendaknya kita jauhkan dari kehidupan kita, mengingat dampaknya cenderung merugikan.

    Sebaliknya, kerajinan membaca dan menyelidiki isi Alkitab tak hanya menjagai kita dari bahaya penyesatan, tetapi dapat membawa kita memahami gambaran besar dari pesan yang hendak Allah sampaikan melalui Alkitab.

    Maukah kita kembali mengobarkan kerinduan akan hal ini?

    Mencermati kebenaran firman Allah akan membawa kita semakin mengenal Dia dan jalan-jalan kebenaran-Nya.