Renungan Harian Katolik Masa Paskah 2002 Minggu Pertama -->

Renungan Harian Katolik Masa Paskah 2002 Minggu Pertama

Patung Bernyawa
Minggu, April 17, 2022

    Renungan Harian Katolik Masa Paskah 2022 Minggu Pertama

    Renungan Harian Katolik Masa Paskah Minggu Pertama
    Renungan Harian Katolik Masa Paskah 2022 Minggu Pertama


    Bacaan Liturgi Hari Ini Minggu, 17 April 2022


    Hari Raya Paskah Kebangkitan Tuhan

    Warna Liturgi: Putih

    Bacaan I: Kis 10: 34a. 37-43

    Mazmur Tanggapan: Mzm 118: 1-2. 16ab-17. 22-23

    Bacaan II: Kol 3:1-4

    Bait Pengantar Injil: 1 Kor 5: 7b-8a

    Bacaan Injil: Yoh 20:1-9


    Peka Pada Kuasa KasihNya


    Lalu Ia berkata kepada mereka: “Hai kamu orang bodoh, betapa lambannya hatimu, sehingga kamu tidak percaya segala sesuatu, yang telah dikatakan para nabi!” -Lukas 24:25

    Bacaan Injil hari ini menyentuh kedalaman hati saya. Dalam menjalani lika-liku kehidupan memang tak selalu berjalan mulus; terkadang kita berada di atas dan terkadang berada di bawah, ada saat dimana kita menjalaninya dengan penuh keyakinan dan ada saat dimana kita berada dalam keraguan, ada juga masa-masa kita berada di jalan-Nya dan menjauh.

    Semua orang, tak peduli sehebat apapun kita, tak luput dari fase tersebut. Meski demikian, kita tetap diberi kepekaan oleh-Nya untuk tetap dapat mengarahkan hidup kita kepada-Nya.

    Namun semua itu tetap kembali ke diri kita masing-masing, bagaimana kita mau menanggapi kepekaan yang la berikan.

    Dalam bacaan hari ini, Yesus menegur kita secara keras agar kita tidak bodoh; menggunakan dengan baik, akal dan pikiran yang telah la anugerahkan untuk peka terhadap petunjuk dan rencana-Nya dalam hidup kita.

    Begitu juga dengan perayaan Paskah yang kita rayakan hari ini. Yesus ingin kita peka pada kuasa kasih-Nya yang jauh lebih besar dari apapun juga, termasuk dosa dan maut.

    Karena itu, kita pun tak boleh menyerah jika dihadapkan pada pilihan yang sulit, yang mungkin dapat membuat iman kepercayaan kita goyah.

    Mari terus asa kepekaan yang Ia anugerahkan kepada kita dengan dengan menanggapi kepekaan itu secara baik.