Renungan Harian Air Hidup Edisi Rabu 20 April 2022, Masa Peralihan -->

Renungan Harian Air Hidup Edisi Rabu 20 April 2022, Masa Peralihan

Patung Bernyawa
Selasa, April 19, 2022

    Renungan Harian Air Hidup Edisi Rabu 20 April 2022, Masa Peralihan

    Renungan Air Hidup terbaru 2022
    Renungan Harian Air Hidup Edisi Rabu 20 April 2022, Masa Peralihan



    MASA PERALIHAN


    Bacaan Alkitab Hari Ini: Yohanes 21:1-14


    Maka kata Yesus kepada mereka: “ Tebarkanlah jalamu di sebelah kanan perahu, maka kamu akan memperoleh.” lalu mereka menebarkannya dan mereka tidak dapat menariknya lagi karena banyaknya ikan. —Yohanes 21:6

    Masa sesudah Tuhan Yesus bangkit dari kematian sampai masa Roh Kudus dicurahkan merupakan masa peralihan. Sebelum Yesus Kristus menyerahkan diri-Nya untuk ditangkap dan kemudian disalibkan, la hadir secara fisik di satu tempat saja pada waktu tertentu.

    Setelah Roh Kudus dicurahkan, peran Yesus Kristus digantikan oleh Roh Kudus. Perbedaannya, Roh Kudus bisa hadir di banyak tempat pada waktu yang sama. Pada masa peralihan, kehadiran Tuhan Yesus masih terbatas di satu tempat pada waktu yang tertentu.

    Akan tetapi, la bisa hadir dan pergi secepat kilat, bahkan bisa menembus tembok. Ada orang yang berpandangan bahwa hal Petrus dan kawan-kawannya pergi menangkap ikan merupakan suatu menangkap ikan merupakan suatu kemunduran secara rohani, karena Tuhan Yesus memanggil mereka untuk menjadi penjala manusia (Matius 4:19), bukan menjadi penjala ikan. Namun, pandangan ini terlalu berlebihan.

    Tugas menjadi penjala manusia itu baru efektif berlaku pada hari Pentakosta. Sebelum Roh Kudus dicurahkan, mereka berada pada masa peralihan. Perhatikan bahwa tidak ada nada menyalahkan dalam perkataan Tuhan Yesus yang diucapkan dalam bacaan Alkitab hari ini. Sapaan "Hai anak-anak" adalah sapaan penuh kasih.

    Tuhan Yesus juga memberi petunjuk yang membuat mereka bisa mendapat 153 ekor ikan hanya dengan sekali menebar jala. Pemberian petunjuk ini memperlihatkan bahwa Tuhan Yesus setuju bila para murid mencari ikan untuk penghidupan mereka sementara mereka menunggu dimulainya tugas baru yang harus mereka kerjakan.

    Pertanyaan Tuhan Yesus, "Hai anak-anak, adakah kamu mempunyai lauk-pauk?" dan inisiatif Tuhan Yesus menyediakan api untuk memasak ikan serta menyediakan roti untuk murid-murid-Nya memperlihatkan bahwa Tuhan Yesus memedulikan kebutuhan jasmani murid-murid-Nya.

    Penampakan Tuhan Yesus dalam bacaan Alkitab hari ini bukan hanya membuktikan bahwa Yesus Kristus benar-benar bangkit dari kematian, tetapi juga menunjukkan bahwa sesudah bangkit, la tetap merupakan Manusia yang bisa makan (21:15), bukan roh yang tidak akan bisa makan.

    Selain itu, perhatian Yesus Kristus terhadap kebutuhan jasmani umat-Nya tetap tidak berubah. Apakah Anda memiliki keyakinan bahwa sampai sekarang, Tuhan Yesus tetap memperhatikan kebutuhan Anda?

    Baca Juga Renungan Harian Air Hidup Lainnya