Renungan Harian Air Hidup Edisi Jumat 22 April 2022 -->

Renungan Harian Air Hidup Edisi Jumat 22 April 2022

Kamis, April 21, 2022

    Renungan Harian Air Hidup Edisi Jumat 22 April 2022

    Renungan Harian Air Hidup Edisi Jumat 22 April 2022
    Renungan Harian Air Hidup Edisi Jumat 22 April 2022


    BERTANGGUNG JAWAB SECARA PRIBADI


    Bacaan Alkitab hari ini:

    Yohanes 21:20-25


    Percakapan yang sangat pendek antara Petrus dengan Tuhan Yesus dalam bacaan Alkitab hari ini sangat penting, namun sangat jarang dibicarakan. Dalam renungan 17 April, telah dibahas bahwa murid yang dikasihi oleh Tuhan Yesus itu adalah Yohanes, penulis Injil Yohanes (lihat juga 21:24).

    Saat Petrus menanyakan masa depan Yohanes, Tuhan Yesus dengan tegas menjawab bahwa hal Itu bukan urusan Petrus. Dengan kata lain, setiap orang harus bertanggung jawab untuk urusannya sendiri (bandingkan dengan Roma 14:12 dan 1 Petrus 4:5).

    Mengurus urusan orang lain atau membandingkan diri sendiri dengan orang lain akan menghambat pertumbuhan rohani kita. Sadarilah bahwa masing-masing kita harus bertanggung jawab di hadapan Allah.

    Allah tidak akan menuntut pertanggungjawaban kolektif atau pertanggungjawaban bersama dalam sebuah komunitas, melainkan Allah menuntut pertanggungjawaban pribadi. Ingatlah bahwa masalah kerohanian adalah masalah pribadi, bukan masalah komunitas, dan juga bukan masalah keluarga.

    Banyak ungkapan spiritualitas yang salah yang disebabkan karena kita mencampuradukkan tanggung jawab kita dengan tanggung jawab orang lain. Misalnya, ada orang yang tidak mau beribadah di gereja karena pendeta atau majelis gerejanya kurang ramah.

    Ada orang yang tidak mau mengikuti ibadah bila pengkhotbahnya tidak ia sukai. Seharusnya, tanggung jawab pendeta dan majelis gereja untuk bersikap ramah serta tanggung jawab pengkhotbah untuk mempersiapkan khotbah dengan baik tidak berkaitan dengan tanggung jawab kita untuk mengikuti ibadah.

    Ada orang yang tidak mau mengikuti persekutuan doa karena jumlah orang yang hadir hanya sedikit. Ada orang yang tidak mau membaca Alkitab dan berdoa karena suami atau istrinya tidak mau membaca Alkitab dan berdoa.

    Ada orang yang tidak mau mengambil keputusan untuk percaya kepada Tuhan Yesus dan dibaptiskan karena ada anggota keluarganya yang belum percaya kepada Tuhan Yesus. Contoh-contoh di atas merupakan contoh-contoh spiritualitas yang salah karena spiritualitas tidak dipandang sebagai masalah pribadi dengan Tuhan. Sadarilah bahwa spiritualitas kita adalah urusan kita dengan Tuhan dan tidak ada hubungannya dengan orang lain.

    Bagaimana wujud spiritualitas Anda? Apakah Anda sudah memiliki spiritualitas yang benar, yaitu spiritualitas yang tidak tergantung pada orang lain?