Renungan Harian Air Hidup Edisi 1 April 2022 (Pernyataan Iman Melalui Ucapan) -->

Renungan Harian Air Hidup Edisi 1 April 2022 (Pernyataan Iman Melalui Ucapan)

Patung Bernyawa
Jumat, April 01, 2022

    Renungan Harian Air Hidup Edisi 1 April 2022

    Renungan Harian Air Hidup Edisi 1 April 2022 (Pernyataan Iman Melalui Ucapan)
    Renungan Harian Air Hidup Edisi 1 April 2022


    Bacaan Alkitab Renungan Air Hidup Hari Ini


    Yohanes 6:60-66


    60) Sesudah mendengar semuanya itu banyak dari murid-murid Yesus yang berkata: “Perkataan ini keras, siapakah yang sanggup mendengarkannya?”

    61) Yesus yang di dalam hati-Nya tahu, bahwa murid-murid-Nya bersungut-sungut tentang hal itu, berkata kepada mereka: “Adakah perkataan itu menggoncangkan imanmu?

    62) Dan bagaimanakah, Jikalau melihat Anak Manusia naik ke tempat dimana ia berada?

    63) Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah Roh dan Hidup.

    64) Tetapi di antaramu ada yang tidak percaya. “Sebab Yesus tahu dari semula, siapa yang tidak percaya, dan siapa yang akan menyerahkan Dia

    65) Lalu ia berkata: “Sebab itu ku katakan kepadamu: tidak ada seorang pun dapat datang kepada-Ku, kalau Bapa tidak mengaruniakannya kepadanya.”

    66) Mulai dari waktu itu banyak murid-murid-Nya, mengundurkan diri dan tidak lagi mengikuti Dia.

    Renungan Air Hidup Hari Ini
    Pernyataan Iman Melalui Ucapan


    Perkataan perkataan yang Kukatakan kepada mu adalah Roh dan hidup. —Yohanes 6:63b


    Tidak mengherankan banyak orang Kristen yang tidak sepenuhnya mengalami berkat-berkat Tuhan dan tidak mendapatkan apa yang ia yakini di hari karena menyepelekan yang satu ini, yaitu lupa memperkatakan Firman Tuhan.

    Orang yang lupa atau tidak pernah memperkatakan Firman Tuhan bisa diibaratkan seperti memiliki sebuah mesin, tapi tidak berfungsi sebagaimana mestinya, karena orang tersebut tidak pernah mengoperasikan tombol yang ada di mesin tersebut, dan tombol itu yakni perkataan kita sendiri.

    Sebaliknya, orang yang senantiasa memperkatakan firman sesuai dengan apa yang kita percayai dalam hati sama dengan menekan tombol ‘On’pada mesin untuk mengaktifkan mesin agar bisa beroperasi.

    Akan tetapi, jika yang sering kita ucapkan atau katakan adalah perkataan yang negatif atau bertolak belakang dengan Firman Tuhan berarti kita sedang menekan tombol ‘Off’, artinya mesin itu berhenti beroperasi.

    Lalu, apa yang seharusnya kita perkatakan?, kepada Jemaat di Efesus Paulus berkata, “Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia(Efesus 4:29).

    Jadi yang harus kita perkatakan sebenarnya ialah kata-kata berkat yang membangun dan membangkitkan iman, sehingga siapapun yang mendengarnya beroleh berkat.

    Salah satu contoh adalah kata Shalom, yaitu kata yang harus kita ucapkan terhadap saudara-saudara. Ada pun arti Shalom ialah selamat, Makmur dan Diberkati. Namun jarang sekali orang Kristen menggunakan kata Shalom ini dalam kehidupan sehari-hari.

    Sudahkah kita mengucapkan kata-kata yang memberkati orang lain? Tuhan Yesus memerintahkan kita untuk mengasihi dan memberkati orang-orang yang membenci, mengutuk dan mencaci kita.

    Mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu, berdoalah bagi orang-orang yang mencaci kamu(Lukas 6:28). Mari kita jalani hari-hari dengan menjaga setiap perkataan kita.

    Jangan menyampaikan kata-kata yang merusak apa yang sudah kita percayai di hati. Ingat, kata-kata kita menentukan apa yang akan kita alami dan nikmati. Seperti tertulis: “Dari buah mulutmu seseorang akan makan yang baik,...” (Amsal 13:2).

    Firman Tuhan adalah jawaban bagi setiap kebutuhan hidup kita; semakin banyak kita memperkatakannya, semakin kita menikmati janjiNya.