Renungan Harian Air Hidup 7 April 2022, Jangan Menuntut Balas, Itu Hal Tuhan -->

Renungan Harian Air Hidup 7 April 2022, Jangan Menuntut Balas, Itu Hal Tuhan

Patung Bernyawa
Kamis, April 07, 2022

    Renungan Harian Air Hidup Edisi 7 April 2022

    Renungan Harian Air Hidup Edisi 7 April 2022
    Renungan Harian Air Hidup Edisi 7 April 2022



    Jangan Menuntut Balas, Itu Hak Tuhan


    Bacaan Alkitab Renungan Air Hidup Hari Ini
    Bilangan 12:1-16


    Lalu berserulah Musa kepada Tuhan: ‘Ya Allah, Sembuhkanlah kiranya dia.(Bilangan 12:13)

    Alkitab mencatat, “....Musa adalah orang yang sangat lembut hatinya, lebih dari setiap manusia yang ada di atas muka bumi.(Ayat 3). Karena kelembutan hati yang dimilikinya ini Musa sama sekali tidak marah atau dendam ketika Miryam dan Harun mengata-ngatainya perihal perkawinannya dengan perempuan Kisy. Mereka berkata, “ Sungguhkah Tuhan berfirman dengan perentaraanmu saja? Bukankah dengan perentaraan kita juga ia berfirman?(Ayat 2a dan b)

    Meskipun dihina dengan berbagai macam sebutan, tak sepata kata pun terlontar dari mulut Musa sebagai pembelaan atas dirinya. Namun Tuhan tidak pernah tinggal diam; Dia mengetahui apa yang terjadi dan Dia sendirilah yang membela Musa

    Tuhan berfirman, “Hamba-Ku Musa, seorang yang setia dalam segenap rumah-Ku. Berhadap-hadapan aku berbicara dengan dia, terus terang, mengapakah kamu tidak takut mengetahui hamba-Ku Musa?(Ayat 7-8).

    Akibat mengata-ngatai dan menghina orang yang dipakai Tuhan, Miryam harus menanggung akibatnya. Ia ahirnya terkena kusta. Dalam hal ini Musa seolah-olah hanya sebagai penonton saja antara Miryam, Harun dan Tuhan.

    Musa tidak pernah menuntut balas sedikit pun! Karena, “Pembalasan itu adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan, firman Tuhan.(Roma 12:19b). Musa mengampuni Miryam, bahkan siap berdoa untuk kesembuhan Miryam.

    Bisa saja ia berkata, “Mengapa engkau tidak berdoa sendiri kepada Tuhan? Bukankah kau berkata bahwa Tuhan juga berkata-kata lewat engkau?” Tetapi Musa bersikap seperti Kristus yang juga berdoa dan memberi pengampunan kepada orang-orang yang menangkap, menganiaya dan mengabaikan-Nya. Doa Musa, “Ya Allah, sembuhkanlah kiranya dia.(Bilangan 12:13). Lalu Tuhan menyembuhkan Miryam setelah tujuh hari kemudian.

    Sikap Musa ini menunjukkan bagaimana seharusnya orang Kristen berprilaku. Adakah kita memiliki kasih dan hati yang mau mengampuni orang lain?

    Jangan sekali-kali membalas kejahatan dengan kejahatan, sebaliknya “Kasihilah musuhmu dan berdoa bagi mereka yang menganiaya kamu.(Matius 5:44)