Renungan Air Hidup Minggu Paskah 17 April 2022, Penebus Yesus Kristus -->

Renungan Air Hidup Minggu Paskah 17 April 2022, Penebus Yesus Kristus

Sabtu, April 16, 2022

    Renungan Air Hidup Minggu Paskah 17 April 2022, Penebus Yesus Kristus

    Renungan Air Hidup Minggu Paskah 17 April 2022, Penebus Yesus Kristus
    Renungan Air Hidup Minggu Paskah 17 April 2022, Penebus Yesus Kristus


    Penebus Yesus Kristus: Sekali Untuk Selamanya


    Baca: Ibrani 9:11-28


    "betapa lebihnya darah Kristus, yang oleh Roh kekal telah mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada Allah sebagai persembahan yang tak bercacat, .."—lbrani 9:14

    Kematian Yesus Kristus di atas kayu salib adalah penggenapan rencana Allah. Sebagaimana juga disampaikan oleh Petrus saat ia berkotbah di Yerusalem, "Dia yang diserahkan Allah menurut maksud dan rencana-nya, telah kamu salibkan dan kamu bunuh oleh tangan bangsa-bangsa durhaka." (Kisah 2:23).

    Hal ini juga sudah dinubuatkan jauh-jauh sebelumnya yaitu di dalam Perjanjian Lama, "Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh." (Yesaya 53:5).

    Di atas kayu salib ini Yesus harus menanggung dosa segenap umat manusia dan dalam keadaan terpisah sama sekali dari hubungan dengan Allah. Ketika itu "Mulai dari jam dua belas kegelapan meliputi seluruh daerah itu sampai jam tiga. Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: 'Eli, Eli, lama sabakhtani?" Artinya: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?" (Matius 27:45-46).

    Kematian adalah suatu hal yang umum dan lumrah bagi manusia, namun hanya ada satu kesengsaraan dan kematian yang luar biasa dan istimewa yaitu kematian Anak Allah. Yesus, Anak Allah, yang adalah Allah itu sendiri digantung di atas kayu salib dan wafat. Peristiwa kematianNya pun disertai dengan kegelapan pekat yang mencekan di tengah hari bolong selama tiga jam.

    Alkitab juga mengatakan, "Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah la: 'Sudah Selesai.' Lalu la menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya." (Yohanes 19:30). Kata "sudah selesai" ini sebagai pernyataan bahwa Yesus sudah menggenapi segala sesuatu yang harus la lakukan.

    Kematian Yesus Kristus adalah bukti kasih Allah kepada dunia, di mana Kristus sebagai korban untuk menebus dosa umat manusia. Pekerjaan penebusan itu hanya dilakukan sekali untuk selama-lamanya karena pekerjaan itu sempurna.

     "..Kristus hanya satu kali saja mengorbankan diri-nya untuk menanggung dosa banyak orang. Sesudah itu la akan menyatakan diri-Nya sekali lagi tanpa menanggung dosa untuk menganugerahkan keselamatan kepada mereka, yang menantikan Dia." (lbrani 9:28).

    Pengorbanan Kristus di salib adalah menggenapi rencana Agung Allah bagi manusia!

    Penebus Yesus Kristus: Untuk Kehidupan Kekal


    Baca: Galatia 3:1-14


    "Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: “Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!” —Galatia 3:13

    Sejak zaman Musa yang hidup di Perjanjian Lama sampai pada masa bait Allah dibangun oleh Herodes di Perjanjian Baru, di mana bait Alah itu sering dikunjungi oleh Yesus, terdapat tabir yang memisahkan antara ruang luar dengna ruang Mahasuci. Ini sebagai pertanda bahwa jalan kepada Allah masih belum terbuka, melainkan tertutup. Namun pada saat Yesus berseru., "Sudah selesai,", tabir Bait Suci itu pun terbelah menjadi dua.

    Yesus telah membuka jalan keselamatan bagi manusia. Sebagai manusia berdoasa kita tidak layak datang kepada Allah dan masuk ke hadiratNya. Allah itu Mahakudus adanya, namun “..oleh darah Yesus kita sekarang penuh keberanian dapat masuk ke dalam tempat kudus, karena la telah membuka jalan yang baru dan yang hidup bagi kita melalui tabir, yaitu diri-nya sendiri,(brani 10:19-20).

    Jadi Yesus datang untuk sebuah Misi Agung yaitu sebagai jalan pendamaian: “..kamu yang dahulu hidup jauh dari Allah dan yang memusuhi-Nya dalam hati dan pikiran seperti yang nyata dari perbuatanmu yang jahat, sekarang diperdamaikan-Nya, di dalam tubuh jasmani Kristus oleh kematian-Nya, untuk menempatkan kamu kudus dan tak bercela dan tak bercacat di hadapan-Nya.(Kolose 1:21).

    la datang untuk menanggung hukuman karena dosa manusia supaya dosa itu dihapus oleh Allah dan manusia pun terbebas dari hukuman. Sungguh tak terkira betapa besar kasih Allah kepada kita dan itu tidak dapat diukur dan dibandingkan dengan siapa pun dan apa pun juga. Dia bertindak menurut kehendak dan kedaulatanNya untuk menyelamatkan manusia. Jadi penyelamatan itu adalah inisiatif dari Allah sendiri.

    Manusia tidak akan sampai kepadaNya karena manusia tetap menyandang status sebagai hamba dosa dan jelas dinyatakan bahwa upah dosa ialah maut. “Tetapi sekarang, setelah kamu dimerdekakan dari dosa dan setelah kamu menjadi hamba Allah, kamu beroleh buah yang membawa kamu kepada pengudusan dan sebagai kesudahannya ialah hidup yang kekal.(Roma 6:22).

    Sebagai orang-orang yang telah diselamatkan hendaknya kita merespons kasih Allah ini dengan tindakan nyata. Mari kita layani Tuhan lebih giat lagi dan makin bersemangat untuk menceritakan karya penebusan Kristus ini kepada orang-orang yang belum percaya.

    Ada jaminan hidup kekal bagi yang percaya Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat!