Kotbah Minggu Renungan Air Hidup (1/5/2022) Kristus Mati dan Bangkit Bagimu -->

Kotbah Minggu Renungan Air Hidup (1/5/2022) Kristus Mati dan Bangkit Bagimu

Sabtu, April 30, 2022

    Kotbah Minggu Renungan Air Hidup (1/5/2022)

    Renungan Air Hidup 2022
    Kotbah Minggu 1 Mei 2022


    KOTBAH

    Tema Khotbah : Kristus Mati dan Bangkit Bagimu
    Tanggal            : 01 Mei 2012
    Nats                  : Matius 27:45-56
    Tujuanmengajarkan jemaat tentang makna Paskah bagi orang percaya supaya jemaat menghargai pengorbanan Yesus yang mati di atas kayu salib dan bangkit untuk menyatakan kemuliaan-Nya

    Kata "paskah" yang sudah dikenal luas dalam agama Kristen berakar dari bahasa Ibrani pesah atau pasha. Secara literal kata ini berarti "lewat" atau "lalu". Bagi masyarakat Yahudi, perayaan paskah adalah perayaan agamawi yang biasa dirayakan setiap tahun untuk memeringati "lewatnya" malaikat maut yang membunuh semua anak sulung orang
    Mesir.

    Maka dapat dipahami bahwa perayaan Paskah Yahudi tidak dapat dipisahkan dari peristiwa pencurahan darah Anak Domba. Dalam bahasa Yunani Paskho yaitu kata kerja yang berarti "menderita". Dengan demikian, perayaan paskah Kristen berkaitan erat dengan "penderitaan" Kristus (1 Petrus 1:18,19).

    Dengan memerhatikan teks dalam Injil Matius 27:45-56, kita menemukan beberapa makana Paskah bagi orang percaya: Pertama, Paskah menciptakan perdamaian (27:45-50). Dalam keadaan terpisah dari Allah, Allah sendiri menunjukkan kasih-Nya kepada manusia dengan cara Dia yang tidak mengenal dosa telah dijadikan dosa ganti kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan Allah” (2 Kor. 5:21).

    Kedua, Paskah menciptakan persekutuan (ay. 51). Keberadaan tabir dalam Bait Allah menggambarkan ketidaklayakan manusia menghampiri Allah. Allah yang Maha Suci tidak mungkin bersekutu dengan manusia yang berdosa. Matius menulis: “Dan lihatlah, tabir Bait Suci terbelah dari atas sampai ke bawah” (ay. 51). Paskah telah merobek tirai pemisah antara Allah dengan manusia. Paskah memungkinkan manusia bersekutu kembali dengan Allah (Ibrani 10:19-20).

    Ketiga, Paskah menciptakan kehidupan (ay. 52-53). Makna peristiwa yang diungkapkan dalam ayat 52 dan 53 adalah bahwa dengan kejadian ini Allah menyatakan bahwa kematian Yesus sebagai Anak Domba Paskah akan menjadi jaminan bagi kebangkitan orang yang percaya kepada-Nya (orang-orang kudus). Melalui peristiwa Paskah ini Allah mendemonstrasikan kasih-Nya dengan cara menyalibkan Kristus sampai mati sebagai ganti kita, sehingga kita memeroleh kehidupan yang kekal.

    Keempat, Paskah menciptakan keyakinan (ay. 54). Jauh sebelumnya Yesus sendiri telah berkata: “Apabila Aku dinaikkan dari atas bumi, Aku akan menarik orang datang kepada-Ku” (bdg. Yoh 3:14-15).

    Baca Juga Renungan Lainnya


    Renungan Air Hidup Hari Ini


    Patuh Karena Mengasihi


    Ayat bacaan: Amsal 9:10


    "Permulaan hikmat adalah takut akan TUHAN, dan mengenal Yang Mahakudus adalah pengertian."

    Ketika anda mengendarai mobil atau motor di jalan, dan anda melihat lampu kuning, apa yang anda lakukan? Banyak orang pada kenyataannya bukan bersiap-siap berhenti, tapi malah tancap gas sebelum lampu berubah menjadi merah.

    Padahal sesuai dengan peraturan, anda seharusnya anda harus mulai pelan dan berhenti. Kapan orang patuh dan tidak tancap gas di lampu kuning? ya, saat ada polisi didepan. Artinya, orang akan mematuhi peraturan karena takut ditilang.

    Takut akan Tuhan mungkin sering dilihat hanya dalam pandangan sempit. Takut akan Tuhan adalah takut kehilangan berkat apabila kita melakukan dosa. Takut akan Tuhan adalah takut masuk neraka jika kita melanggar firmanNya. Takut akan Tuhan, adalah takut dihukum, atau malah bagi sebagian orang takut kena karma. Tidak... seharusnya tidaklah demikian.

    Baca Juga Renungan Lainnya


    Takut akan Tuhan bukanlah bentuk-bentuk ketakutan dalam artian sempit. Takut seperti perasaan ngeri, takut yang dikaitkan dengan lari menghindar, dan sebagainya. Takut akan Tuhan adalah berbentuk perasaan hormat, kagum dan bersyukur. Takut akan Tuhan berarti kita mengerti bahwa Tuhan tahu apa yang ada dalam hati kita, dan kita ingin selalu menyenangkan Tuhan. Kenapa? karena kita mengasihi Tuhan.

    Bayangkan jika anda mencintai orang tua anda yang telah banyak berkorban demi menyekolahkan anda, anda pun akan berusaha menyenangkan mereka dan ingin agar setiap yang anda lakukan berkenan dihadapan mereka. Anda ingin mereka bangga bahwa semua jerih payah mereka tidaklah sia-sia. Anda akan berusaha dengan tulus untuk tidak mengecewakan mereka. Seperti itu pula bentuk takut akan Tuhan.

    Untuk berhasil di dunia ini, kita perlu hikmat. Kita dapat menjadi bijaksana dan matang, kita butuh hikmat. Dan hikmat akan anda peroleh dengan menumbuhkan rasa takut akan Tuhan. Mari kita lihat betapa Tuhan mengasihi kita. Dan sudah sepantasnya kita berbuat yang terbaik, karena kitapun mengasihi Tuhan dengan sepenuh hati.

    Miliki takut yang benar akan Tuhan, sehingga hikmat turun atas anda.