Santapan Harian Renungan Kristen Edisi 24/3/2022 -->

Santapan Harian Renungan Kristen Edisi 24/3/2022

Patung Bernyawa
Kamis, Maret 24, 2022

    Santapan Harian Renungan Kristen Edisi 24/3/2022


    Santapan Harian Renungan Kristen Edisi 24/3/2022
    Santapan Harian Renungan Kristen Edisi 24/3/2022



    Dan Yang Tujuh Lainnya


    Sebagai orang yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus, Tuhan yang Mahamulia, janganlah kalian membeda-bedakan orang berdasarkan hal-hal ahir. —Yakobus 2:1 (BIS)


    Baca: Yakobus 2:1-4


    Pada januari 2020 lalu terjadi musibah di dekat Los Angeles Amerika Serikat, Ketika sembilan orang tewas dalam kecelakaan Helikopter.

    Banyak berita dari peristiwa tersebut menulis dengan judul, “Bintang NBA Kobe Bryant, Putrinya Gianna (Gigi), dan tujuh oramg lainnya tewas dalam kecelakaan maut tersebut.

    Perhatian media terhadap peristiwa ini yang tertuju pada sosok terkenal Kobe Bryant dan putri merupakan hal yang wajar dalam dunia jurnalistik.

    Hal itu dilakukan berdasarkn pertimbangan pasar dan pembaca yang lebih melihat peristiwa memilukan itu dari sosok ternama Kobe Bryant.

    Kematian Kobe dan Putrinya memang merupakan luka yang sangat mendalam bagi pecinta Basket di dunia, namun yang perlu kita ingat juga bahwa sesungguhnya tidak ada yang mebedakan antara kematian Kobe dan Putrinya dengan 7 orang lain dari kecelakaan Helikopter itu.

    Tidak ada alasan bagi kita untuk mengatakan kematian tujuh orang lainnya yakni Payton, Sarah, Christina, Allyasa, John, Keri dan Ara menjadi kurang penting.

    Terkadang kita perlu diingatkan bahwa setiap manusia itu penting di mata Allah, bahkan semua mahluk yang bernyawa atau tumbuhan berduri sekalipun.

    Kemauan dunia memang senang menyiroti orang-orang yang kaya dan terkenal. namun, ketenaran tidak membuatnya lebih penting dari harga sebuah nyawa seorang manusia.

    Ada pepatah yang mengatakan; orang besar disebut karena keberadaan orang kecil, orang kaya disebut karena keberadaan orang miskin. Tetapi di mata Tuhan besar dan kecil atau kaya dan miskin itu sama saja.

    Setiap orang di dunia diciptakan dalam gambar Allah (Kej.1:27), baik kaya maupun miskin (Ams 22:2), Allah memperlakukan semua orang sama (Rm 2:11), dan semua orang membutuhkan Juruselamat (3:2).

    Kita memuliakan Allah yang mahabesar ketika kita menolak bersikap pilih kasih, baik dalam gereja (Yak 2:1-4), maupun di tengah Masyarakat.

    Apa yang dapat anda lakukan untuk menunjukkan kasih kepada siapa saja, baik miskin maupun kaya, terkenal maupun tidak? Bagaimana Yesus menunjukkan kasih seperti itu?

    Doa


    Bapa di Surga, Tolonglah aku untuk menunjukkan kasih dan kebaikan kepada semua orang, apa pun keadaan mereka dalam hidup ini.

    Wawasan dan Pengetahuan


    Ketika Yakobus menegur orang-orang percaya yang menunjukkan sikap pilih kasih sebagai, “ Hakim dengan pikiran yang jahat” (2:4), kemungkinan besar ia merujuk kepada kecenderungan umum pengadilan untuk berpihak kepada orang-orang kaya.

    Para Hakim memiliki status sosial yang lebih tinggi dan cenderung tidak menghargai orang-orang dari tingkat ekonomi yang lebih rendah. Bahkan keberpihakan hukum bagi orang-orang kaya sering menjadi bagian dari hukum resmi.

    Akan tetapi, Hukum Allah mengecam perlakuan berat sebelah tersebut (Imamat 19:15), bahkan para filsuf Yunani pun menyebut prasangka terhadap orang-orang miskin sebagai tindakan Amoral.

    Namun, Yakobus menyoroti kecenderungan umum untuk berpihak kepada orang-orang berstatus sosial yang tinggi, yang kemungkinan timbul dari keinginan mendapatkan untung dari kekayaan mereka.

    Ia berpendapat bahwa, usaha menyenangkan hati orang-orang kaya dan berkuasa tidak membuat mereka yang melakukannya lebih baik daripada para hakim yang terang-terangan berat sebelah.

    Sebaliknya, ia menyerukan kepada orang-orang percaya untuk meneladani sikap Allah yang meninggikan kaum yang miskin dan terpinggirkan di Masyarakat (Yakobus 2:5).

    Santapan Harian Renungan Kristen Edisi 24/3/2022