Renunglah, Yang Dilakukan Gus Yakut Itu Sudah Benar, Banyak Orang Terganggu Karena Toa Mesjid -->

Renunglah, Yang Dilakukan Gus Yakut Itu Sudah Benar, Banyak Orang Terganggu Karena Toa Mesjid

Patung Bernyawa
Jumat, Maret 11, 2022

    Agama sejatinya hadir untuk memberikan kenyamanan, bukan saja untuk pemeluk agamanya tetapi juga pemeluk agama lainnya yang berada di tengah-tengah Masyarakat.

    Menteri Agama RI


    Jauh sebelum Indonesia menerbitkan aturan pengeras suara mesjid, Negara-negara Islam seperti Mesir, Arab Saudi, Bahrain hingga Malaysia sudah lebih dahulu mengaturnya.

    Namun sayang, ketika aturan yang juga sangat berguna untuk menunjukkan Wajah Islam yang humanis di mata dunia itu malah ditentang habis-habisan.

    Berbagai postingan di media sosial pun sengaja di sebarkan untuk menjatuhkan pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama sebagai lembaga yang mengurus tentang Aturan itu.

    Terlebih ketika Wawancara Gus Yaqut yang menjelaskan tentang Aturan pengeras suara mesjid dengan mengambil Contoh suara Binatang (Anjing) membuat mereka makin bersemangat

    Video dari wawancara itu kemudian diedit dan dipotong sedemikian rupa untuk membuat masyarakat Indonesia marah kepada Menteri Agama.

    Kelompok-kelompok yang memang sejak awal tidak senang dengan pemerintah memanfaatkan situasi itu untuk memuluskan hastrat Politiknya sehingga desakan agar menteri agama di pecat dari Jabatannya menggema di pangung-panggung Demo.

    Meski begitu, tidak sedikit juga Ustadz dan Ulama Islam yang membela Menteri Agama terkait Aturan Pengeras Suara Mesjid tersebut.

    Pendakwah Ustadz Abu Hanif Patada bahkan mengatakan apa yang dilakukan Menteri Agama sesuai dengan Anjuran Nabi Muhammad SAW.

    Nabi SAW menyuruh kita di mesjid Khusyuk, kata Nabi, jangan Ganggu saudaramu dengan bacaan Al Qur an,” Kata Ustadz Abu Hanif


    Ia juga menyinggung berbagai kebiasaan Umat Islam di mesjid yang justru bukan hanya mengganggu umat Agama lain tetapi juga dapat mengganggu umat islam yang sedang melakukan Ibadah.

    Ustadz Hanif pun mengambil contoh Muazin yang salawat menggunakan pengeras suara setelah Azan saat jamaah lain sedang melakukan Sholat Sunnah.

    Sebagian kita ini, Muazin malah Shalawat. Kita mau Shalat Sunnah bagaimana? jadi saya memahami ada sebagian orang yang nggak nyaman, karena pelaksanaan Sholat berjamaah belum sesuai Syariat Islam,” Ujar Ustadz Hanif


    Lebih lanjut, Ustadz Hanif menyinggung soal pengajian di Mesjid yang menggunakan Toa di saat orang-orang dari agama lain sedang tertidur atau ada juga umat islam yang sedang sholat tahajud

    Menurutnya yang boleh keluar dari Mesjid itu sebenarnya hanya suara Azan karena itu berhubung dengan memanggil orang untuk melaksanakan sholat.

    Namun di Indoensia menurutnya, pengeras Suara bukan hanya untuk Azan namun sebelum melaksanakan Sholat Toa sudah berbunyi.

    Seperti yang kita ketahui, Penggunaan Toa mesjid oleh Pengurus Mesjid saat ini sudah banyak bergeser, bahkan sudah sampai kepada mempertonton wajah Agama Islam yang tidak menghargai pemeluk Agama lain.

    Alih-alih menunjukkan Islam adalah satu-satunya Agama yang benar justru malah mempertontonkan sebagai sebuah agama yang mengganggu yang justru membuat Wajah Islam semakin buruk di mata Agama lain karena Ulah Umat Islam sendiri dalam mensyiarkan Agamanya.