Renungan Harian Kristen Saat Teduh (26/3/2022) -->

Renungan Harian Kristen Saat Teduh (26/3/2022)

Jumat, Maret 25, 2022

    Renungan Harian Kristen Saat Teduh (26/3/2022) Harga Sebuah Mujizat

    Renungan Harian Kristen Saat Teduh (26/3/2022)   Renungan Harian Kristen Saat Teduh (26/3/2022) Berapa Harga Mujizat?  Sally baru berumur 8 tahun ketika mendengar ayahbdan ibunya berbicara tentang kakaknya Georgie. Kakaknya itu sakit dan mereka telah melakukan semua hal untuk menyelamatkan nyawanya. Hanya pengobatan yang sangat mahal yang dapat menolongnya sekarang tetapi itu tidak mungkin karena keuangan keluarga itu tidak mampu.  Sally lalu mendengar ayahnya berkata, hanya Mujizat yang dapat menyelamatkannya sekarang. Sally masuk ke kamarnya dan mengambil celengan yang disimpan, menjatuhkannya kelantai dan menghitunga jumlah tabungannya dengan hati-hati hingga dia mengulangan hitungannya sebanyak 3 kali.  Dia kemudian memasukan uang hasil tabungannya itu dalam saku Sweternya dan menyelinap meninggalkan rumah untuk menuju sebuah toko obat.  Dengan penuh kesabaran, ditunggunya si apoteker yang tengah sibuk berbicara dengan sorang Pria. Si Apoteker tidak melihatnya karena dia begitu kecil, hal itu pun membuatnya kesal hingga menghentak-hentakkan kakinya dengan maksud membuat sedikit kebisingan.  Mendengar ada suara dalam apotiknya, Si Apoteker kemudian melongokan kepalanya tapi juga tidak dapat melihat Sally karena Sally sudah keluar dari Apotik tersebut.  Ahirnya Petugas Apoteker beranjank dari tempatnya dan mengejar Sally yang sudah berada di luar Apotik. “Apa yang kamu inginkan?”, tanya si Apoteker dengan nada agak tinggi. “Saya sedang berbicara dengan saudara saya, Lanjut Apoteker.  “Baik, saya ingin berbicara tentang kakak saya,” Jawab Sally dengan nada yang juga agak meninggi. Dia sakit, dan saya ingin membeli suatu Mujizat,” Ujar Sally.  Maaf, apa yang kamu bicarakan?” Kata Apoteker tidak mengerti. Ayah saya berkata hanya Mujizat yang dapat menyelamatkannya, nah sekarang berapa harga Mujizat itu” Lanjut Sally.  Namun, Jawab si Apoteker membuat Sally sedikit kecewa tapi dia tetap berkeras, “kami tidak tidak menjual Mujizat disini, anak kecil. Saya tidak dapat melongmu,” Ujar Apoteker “Dengar, saya mempunyai uang untuk membelinya jadi katakan saja berapa harganya,” Tanya Sally dengan kesal  Tiba-tina seorang Pria dengan pakian agak rapi duduk jongkok di hadapan Sally dan bertanya, “Mujizat jenis apa yang dibutuhkan saudaramu ?” tanya pria itu  “Saya tidak tahu” Jawab Sally. Air mata mulai mengalir di pipinya. “Yang saya tahu dia benar-benar sakit dan ibu saya mengatakan dia harus di operasi, tapi keluarga saya tidak dapat membayarnya. Jadi saya mengambil tabungan saya,” Jelas Sally.  “Berapa banyak (uang) yang kamu punya” tanya pria itu lagi. “1 Dolar (tambah) 11 Sen” Jawab Sally dengan bangga. “Dan inilah semua uang yang saya punyai di dunia ini. Lanjut Sally.  “Wah, suatu (yang) di luar logika” Ujar Pria tadi sambil tersenyum karena tahu bahwa uang sebanyak itu tidak bisa dipakai untuk membiayai operasi kakak dari Sally.  Namun, alih-alih meminta Sally mengajaknya ke rumah kedua orang tuanya,  Pria itu pun coba meyakinkan Sally bahwa uang yang dia miliki saat ini adalah jumlah yang cukup untuk menyelamatkan kakanya yang sedang sakit.  Dia lalu memegang tangan anak kecil itu lalu berkata, “ Bawa aku ke tempat kamu tinggal, aku ingin bertemu dengan kakak dan orang tuamu,” Kata Pria itu.  Pria berpakian rapi itu ternyata adalah Dr Carlton Amstrong seorang spesialis bedah yang nantinya membentu menyembuhkan kakak Sally si Georgie itu.  Singkat cerita, Operasi pun berjalan lancar tanpa hambatan dan bayaran apapun sampai ahirnya Georgie pulang ke rumah karena sudah sembuh.  Ayah dan Ibu Sally sangat bahagia atas peristiwa itu dan mengatakan jika operasi tersebut adalah sebuah keajaiban karena besarnya biaya yang seharusnya mereka bayar tapi berkat Sally semuanya jadi gratis.  “Operasi itu, Sebuah keajaiban, saya tidak bisa membayangkan berapa biaya yang dikeluarkan dan kita tidak membayarnya sedikit pun,” Kata Ibu Sally.  Sally yang mendengar ucapan Ibunya tersebut hanya diam dan tersenyum sendiri, dalam hatinya berkata bahwa harga mujizat itu adalah satu Dolar 11 sen dan dia sudah membayarnya.  Renungan:  Markus 10:27  “Yesus memandang mereka dan berkata: bagi manusia hal itu tidak mungkin, tapi bukan demikian bagi Allah. Sebab segala sesuatu adalh mingkin bagi Allah”  Mungkin banyak persoalan dan beban dalam hidup kita, terlebih semua cara sudah dilakukan untuk keluar dari persoalan tersebut namun terus-terusan mendapati jalan buntu yang membuat kita kehilangan Asa dan menyerah.  Suatu pelajaran yang manis melalui peristiwa diatas bahwa segala sesuatu masih mungkin terjadi dan Mujizat Tuhan masih tetap ada dan berlaku sampai sampai kapan pun. Yang terpenting tetap berharap kepada Allah bahwa Dia mampu indah tepat pada waktunya.  Renungan Harian Kristen Saat Teduh (26/3/2022)
    Renungan Harian Kristen Saat Teduh (26/3/2022)


    Harga Sebuah Mujizat


    Sally baru berumur 8 tahun ketika mendengar ayah dan ibunya berbicara tentang kakaknya Georgie. Kakaknya itu sakit dan mereka telah melakukan semua hal untuk menyelamatkan nyawanya. Hanya pengobatan yang sangat mahal yang dapat menolongnya sekarang tetapi itu tidak mungkin karena keuangan keluarga itu tidak mampu.

    Sally lalu mendengar ayahnya berkata, hanya Mujizat yang dapat menyelamatkannya sekarang. Sally pun masuk ke kamarnya dan mengambil celengan yang disimpan, menjatuhkannya kelantai dan menghitung jumlah tabungannya dengan hati-hati hingga dia mengulangan hitungannya sebanyak 3 kali.

    Dia kemudian memasukan uang hasil tabungannya itu dalam saku Sweternya dan menyelinap meninggalkan rumah untuk menuju sebuah toko obat.

    Dengan penuh kesabaran, ditunggunya si apoteker yang tengah sibuk berbicara dengan sorang Pria. Si Apoteker tidak melihatnya karena dia begitu kecil, hal itu pun membuatnya kesal hingga menghentak-hentakkan kaki dengan maksud membuat sedikit kebisingan di langai.

    Mendengar ada suara dalam apotiknya, Si Apoteker kemudian melongokan kepalanya tapi juga tidak dapat melihat Sally karena Sally sudah keluar dari Apotik tersebut.

    Ahirnya Petugas Apoteker beranjak dari tempatnya dan mengejar Sally yang sudah berada di luar Apotik. “Apa yang kamu inginkan?”, tanya si Apoteker dengan nada agak tinggi. “Saya sedang berbicara dengan saudara saya,” Lanjut Apoteker.

    Baik, saya ingin berbicara tentang kakak saya,” Jawab Sally dengan nada yang juga agak meninggi. Dia sakit, dan saya ingin membeli suatu Mujizat,” Ujar Sally.

    Maaf, apa yang kamu bicarakan?” Kata Apoteker tidak mengerti. “Ayah saya berkata hanya Mujizat yang dapat menyelamatkannya, nah sekarang berapa harga Mujizat itu” Lanjut Sally.

    Namun, Jawab si Apoteker membuat Sally sedikit kecewa tapi dia tetap berkeras, “kami tidak menjual Mujizat disini, anak kecil. Saya tidak dapat menolongmu,” Ujar Apoteker “Dengar, saya mempunyai uang untuk membelinya jadi katakan saja berapa harganya,” Tanya Sally dengan kesal

    Tiba-tiba seorang Pria dengan pakian agak rapi lalu duduk berjongkok di hadapan Sally dan bertanya, “Mujizat jenis apa yang dibutuhkan saudaramu ?” tanya pria itu

    Saya tidak tahu” Jawab Sally. Air mata mulai mengalir di pipinya. “Yang saya tahu dia benar-benar sakit dan ibu saya mengatakan dia harus di operasi, tapi keluarga saya tidak dapat membayarnya. Jadi saya mengambil tabungan saya,” Jelas Sally.

    Berapa banyak (uang) yang kamu punya” tanya pria itu lagi. “1 Dolar (tambah) 11 Sen” Jawab Sally dengan bangga. “Dan inilah semua uang yang saya punyai di dunia ini,”Lanjut Sally.

    Wah, suatu (yang) di luar logika” Ujar Pria tadi sambil tersenyum karena tahu bahwa uang sebanyak itu tidak bisa dipakai untuk membiayai operasi kakak Sally.

    Namun, alih-alih meminta Sally mengajaknya ke rumah kedua orang tuanya, Pria itu pun coba meyakinkan Sally bahwa uang yang dia miliki saat ini adalah jumlah yang cukup untuk menyelamatkan kakanya yang sedang sakit.

    Dia lalu memegang tangan anak kecil itu dan berkata, “ Bawa aku ke tempat kamu tinggal, aku ingin bertemu dengan kakak dan orang tuamu,” Kata Pria itu.

    Pria berpakian rapi itu ternyata adalah Dr Carlton Amstrong, seorang spesialis bedah yang nantinya membentu menyembuhkan kakak Sally si Georgie.

    Singkat cerita, Operasi pun berjalan lancar tanpa hambatan dan bayaran apapun sampai ahirnya Georgie pulang ke rumah karena sudah sembuh.

    Ayah dan Ibu Sally sangat bahagia atas peristiwa tersebut dan mengatakan jika operasi itu adalah sebuah keajaiban karena besarnya biaya yang seharusnya mereka bayar tapi berkat Sally semuanya jadi gratis.

    Operasi itu, Sebuah keajaiban, saya tidak bisa membayangkan berapa biaya yang dikeluarkan dan kita tidak membayarnya sedikit pun,” Kata Ibu Sally.

    Sally yang mendengar ucapan Ibunya tersebut hanya diam dan tersenyum sendiri, dalam hatinya berkata bahwa harga mujizat itu adalah satu Dolar 11 sen dan dia sudah membayarnya lunas.

    Renungan:


    Markus 10:27


    “Yesus memandang mereka dan berkata: bagi manusia hal itu tidak mungkin, tapi bukan demikian bagi Allah. Sebab segala sesuatu adalah mungkin bagi Allah”


    Mungkin banyak persoalan dan beban dalam hidup kita, terlebih karena semua cara sudah dilakukan untuk keluar dari persoalan tersebut namun terus-terusan mendapati jalan buntu yang membuat kita kehilangan Asa dan menyerah.

    Suatu pelajaran yang manis melalui peristiwa diatas bahwa, segala sesuatu masih mungkin terjadi dan Mujizat Tuhan masih tetap ada dan berlaku sampai kapan pun. Yang terpenting tetap berharap kepada Allah, bahwa Dia mampu membuat segala sesuatu yang indah tepat pada waktunya.

    Renungan Harian Kristen Saat Teduh (26/3/2022)