Renungan Harian Kristen Hari Ini: Persahabatan Dengan Allah -->

Renungan Harian Kristen Hari Ini: Persahabatan Dengan Allah

Patung Bernyawa
Sabtu, Maret 19, 2022

    Renungan Harian Kristen Hari Ini: Persahabatan Dengan Allah (disadur dari Renungan Oswald Chamber)

    Renungan Harian Kristen Hari Ini: Persahabatan Dengan Allah
    Renungan Harian Kristen Hari Ini: Persahabatan Dengan Allah


    Persahabatan Dengan Allah


    Apakah aku akan menyembunyikan kepada Abraham apa yang hendak ku lakukan ini? “ (Kejadian 18:17)

    Pengantar Renungan Kristen Hari Ini


    Persahabatan dengan Allah, seperti judul renungan hari ini, sungguh merupakan rahasia keajaiban kasih karunia Allah yang dimungkinkan menjadi bagian hidup anak-anakNya.

    Persahabatan membawa kita pada kemerdekaan dan kesukaan dalam hidup, yang membuat kita ada dalam kehendakNya.

    Masalahnya, bagaimana kita dapat semakin lebih baik mengenal Allah dan memperoleh pengertian yang sempurna tentang Dia.

    Renungan Hari Ini


    Kesukaan dalam persahabataNya. (Kejadian 18) menunjukkan kesukaan dalam persahabatan sejati dengan Allah, kesukaan yang tidak dapat dibandingkan dengan perasaan akan hadiratNya yang kadang kala dialami dalam doa.

    Persahabatan seperti ini merupakan hasil dari hubungan yang sedemikian akrab dengan Tuhan sehingga anda bahkan tidak perlu memohon kepadaNya untuk menunjukkan kehendakNya kepada anda.

    Hal itu merupakan bukti dari satu tingkat keakraban, yang memastikan bahwa anda sedang mendekati tahap ahir dari disiplin kehidupan iman anda.

    Bila anda mempunyai kedudukan yang benar dalam hubungan dengan Allah, anda akan memiliki hidup yang merdeka, bebas dan gembira; anda ada dalam kehendak Allah.

    Semua keputusan kata hati kita (Common Sense) merupakan kehendakNya, kecuali anda merasakan suatu teguran atau kekangan yang timbul pada saat anda menguji atau menyelidiki roh anda.

    Dalam terang persahabatan dengan Allah yang sempurna dan sukacita, anda bebas mengambil keputusan karena mengetahui bahwa keputusan anda keliru, Dia dalam kasihNya akan memberikan bisikan teguran/kekangan tersebut. Apabila Dia telah memberikan teguran, anda harus segera menghentikannya.

    Kesulitan dalam persahabatanNya.


    Mengapa Abraham berhenti berdoa ketika berdoa? Dia berhenti karena dalam hubungannya dengan Allah, tingkat keakrabannya masih kurang, yaitu keabraban yang memampukannya untuk tidak takut atau ragu-ragu melanjutkan doanya dengan Tuhan sampai keinginannya diberikan.

    Bila kita mengurungkan hasrat kita sungguh dalam doa dan berkata, “Ah, tidak tahulah, mungkin ini bukan kehendak Allah,” masih ada satu tahap lain yang harus kita lalui.

    Hal ini menunjukkan bahwa pengenalan kita dengan Allah tidak seakrab Yesus, seperti dinginkan Yesus ada pada kita, seperti ayat, “....supaya mereka menjadi satu, sama seperti kita adalah satu,(Yohanes 17:22)

    Ingatkah akan doa terahir yang kita panjatkan, apakah anda mengabdi kepada hastrat anda atau kepada Allah?, apakah tekad anda memperoleh pemberian roh untuk diri anda sendiri atau untuk mendekatkan diri pada Allah?

    Karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan sebelum kamu minta kepadaNya,(Matius 6:8)

    Alasan untuk memohon adalah agar anda semakin mengenal Allah lebih baik. “Bergembiralah karena Tuhan maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu,(Mazmur 37:4)

    Kita harus tetap berdoa untuk memperoleh pengertian sempurna tentang Allah

    Renungan Harian Kristen Hari Ini: Persabatan Dengan Allah (disadur dari Renungan Oswald Chamber)