Renungan Harian Kristen Air Hidup Edisi Sabtu 12 Maret 2022 -->

Renungan Harian Kristen Air Hidup Edisi Sabtu 12 Maret 2022

Jumat, Maret 11, 2022

    Renungan Harian Kristen Air Hidup Edisi Sabtu 12 Maret 2022: Kematian Yesus Kristus Bukan Sejarah Biasa


    Renungan Harian Kristen Air Hidup Edisi Sabtu 12 Maret 2022: Kematian Yesus Kristus Bukan Sejarah Biasa


    Yesus Mati (Baca Matius 27:45-56)


    27:45 Mulai dari jam duabelas kegelapan meliputi seluruh daerah itu sampai jam tiga.

    27:46 Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: “Eli, Eli, lama sabakhtani?” Artinya: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa engkau meninggalkan aku?

    27:47 Mendengar itu, beberapa orang berdiri di situ berkata: “Ia memanggil Elia.

    27:48 Dan segeralah datang seorang dari mereka; ia mengambil bunga karang, mencelupkannya ke dalam anggur asam, lalu mencucukkanya pada sebagang buh dan memberi Yesus minum.

    27:49 Tetapi orang-orang lain berkata: “ Jangan, baiklah kita lihat, apakah Elia datang untuk menyelamatkan Dia.”

    27:50 Yesus berseru pula dengan suara nyaring lalu menyerahkan Nyawa-Nya

    27:51 Dan lihatlah, tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai bawah dan terjadilah gempa bumi, dan bukit-bukit batu terbelah, terbelah,

    27:52 Dan kuburan-kuburan terbuka dan banyak orang kudus yang telah meninggal bangkit.

    27:53 Dan sesudah kebangkitan Yesus, mereka pun keluar dari kubur, lalu masuk ke kota kudus dan menampakkan diri kepada banyak orang.

    27:54 Kepala pasukan dan prajurit-prajuritnya yang menjaga Yesus menjadi sangat takut ketika mereka melihat gempa bumi dan apa yang telah terjadi, lalu berkata: “Sungguh Ia ini adalah anak Allah.”

    27:55 Dan ada disitu banyak perempuan yang melihat dari jauh, yaitu perempuan-perempuan yang mengikuti Yesus dari Galilea untuk melayani dia.

    27:56 Di antara mereka terdapat Maria Magdalena, dan Maria ibu Yakobus dan Yusuf dan ibu anak-anak Zebedeus.

    Renungan Singkat


    Kematian Yesus Kristus Bukan Sejarah Biasa


    “Mulai dari jam duabelas kegelapan meliputi seluruh daerah itu sampai jam tiga. (Matius 27:45)


    Kematian adalah sesuatu hal wajar dan akan terjadi kepada seluruh manusia yang hidup. bisa terjadi pada siapa pun dan kapan saja.

    Namun, hanya ada suatu kematian yang luar biasa yaitu kematian Yesus Kristus. Dia adalah Anak Allah yang adalah Allah itu sendiri harus digantung di atas kayu salib dan mengalami kematian.

    Menjelang kematiannya, Kegelapan pekat menyelimuti bumi selama tiga jam, mulai pukul 12.00 hingga 15.00 mewarnai peristiwa Kematian Yesus Kristus.

    Tidak hanya itu, “… Lihatlah, tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah dan terjadilah gempa bumi, dan bukit-bukit batubterbelah, dan kuburan-kuburan terbuka…” (Matius 27:51-52)


    Kisah ini sangat menggemparkan bumi dan di langit. Sebab karya terbesar telah digenapi Kristus pada hari itu, jadi Yesus mati di kayu salib 2000 tahun lalu merupakan peristiwa sejarah yang benar-benar terjadi, bukan rekayasa atau dongeng pengantar tidur.

    Bahkan kehidupan Kristus, khususnya tentang penyaliban-Nya juga sudah dinubuatkan Yesaya: “Ia dihina dan di hindari orang, seorang yang penuh kesingsaraan dan yang biasa menderita kesakitan; Ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kita pun dia tidak masuk hitungan.” (Yesaya 53:3)

    Peristiwa Golgota adalah peristiwa sejarah yang mengubah kehidupan manusia, sebab kematian Yesus adalah kematian yang menyelamatkan, menyembuhkan, memukihkan, memberkati, dan memberikan pengharapan baru.

    Di atas Kalvari Yesus telah membayar, harga bagi dosa-dosa kita. Ia yang benar, sempurna tanpa dosa rela dikutuk, dituduh, difitnah, menderita dan mencurahkan darah-Nya seperti domba sembelihan, supaya kita dibebaskan dan diselamatkan.

    Yesus hidup bukan untuk diri-Nya sendiri tetapi untuk menjadi pengganti bagi kita. Kristus telah mengambil alih semua yang kita tanggung karena dosa-dosa kita.

    “Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah.” (2 Korintus 5:21)


    Jadi sebagai orang yang percaya, kita adalah orang-orang yang telah dibenarkan dan diselamatkan.

    Demikianlah Renungan Air Hidup Edisi Sabtu 12 Maret 2022, Semoga memberikan pencerahan bagi kita. Amien.