Renungan Harian Katolik Bahasa Kasih Terbaru 17 Maret 2022 -->

Renungan Harian Katolik Bahasa Kasih Terbaru 17 Maret 2022

Patung Bernyawa
Rabu, Maret 16, 2022

    Renungan Harian Katolik Bahasa Kasih Terbaru 17 Maret 2022



    Renungan Harian Katolik Bahasa Kasih Terbaru 17 Maret 2022


    Pengiburan Dari Allah


    “Tetapi Abraham berkata: Anak, ingatlah, bahwa engaku telah menerima segala yang baik sewaktu hidupmu, sedangkan Lazarus segala yang buruk. Sekarang ia mendapat hiburan dan engkau sangat menderita,” (Luk. 16:25)


    Dalam dunia yang semakin modern ini, manusia dituntut untuk bisa berkarya secara cepat. Ini terjadi karena cara pandang kita yang lebih melihat hasil daripada proses.

    Sebagai contoh, awal tahun 70-an banyak orang yang ingin menjadi guru karena mereka melihat nilai pengapdian dari seorang guru sangat Mulia.

    Namun, hari ini nilai-nilai tersebut sudah tergantikan, keberadaan Internet membuat seorang guru bukan lagi satu-satunya sumber Ilmu.

    Dan menjadi seorang guru sepertinya hanya karena desakan Sosial dan Ekonomi serta tidak ada lagi Profesi lain bagi dirinya.

    Dahulu, seorang guru sangat dihargai orang tua murid dalam membantu mendisiplinkan anak didiknya. Membentuk karater dengan didikan ala guru 90 an kebelakang adalah sesuatu yang lumrah terjadi.

    Bahkan jika ada seorang anak murid mengadu kepada orang tuanya karena telah di pukuli oleh guru disekolah, orang tua murid malah menyuruh gurunya untuk mendidik anaknya lebih keras.

    Tetapi sekarang kondisi guru sangat memprihatinkan, banyak Guru yang Kwatir mendidik muridnya untuk lebih disiplin karena akan mendapat gugatan hukum dari orang tua murid

    Sehingga, keberadaan guru di sekolah saat ini, tidak lebih dari sekedar pengawas yang mengawasi anak didiknya belajar dan membentuk karakternya sendiri tanpa bisa di bina dan diajari dengan benar.

    Begitu pun orang tua murid yang seolah tidak peduli dengan karakter anaknya. Yang dia pentingkan hanyalah Tanda Tamat Belajar berupa Ijazah yang nantinya akan digunakan untuk mendapatkan pekerjaan dan uang.

    Tidak heran jika yang menjadi tolak ukur adalah seberapa besar harta yang dimiliki, seberapa tinggi anak-anaknya sekolah, serta bagaimana mereka mendapatkan pekerjaan dengan gaji yang tinggi. tidak peduli bagaimana Sikap dan karakternya.

    Sungguh Ironi, orang-orang pada zaman ini berlomba-lomba menampilkan hartanya dimedia sosial hanya untuk pamer dan mendapat pengakuan dari like dan Komentar.

    Bacaan Injil hari ini menuliskan secara jelas bahwa ada bahaya dibalik kemapanan dan kenyamanan hidup yang kita miliki saat ini.

    Seringkali kepemilikan harta kekayaan itu membuat kita lengah bahwa kita membutuhkan Tuhan, lebih dari segala yang kita miliki.

    Kita lupa bahwa apa yang kita miliki saat ini hanyalah sebuah titipan untuk kita pergunakan secara baik-baik.



    Renungan Harian Katolik Bahasa Kasih Terbaru 17 Maret 2022