Renungan Harian Katolik Bahasa Kasih Edisi 16 Maret 2022 -->

Renungan Harian Katolik Bahasa Kasih Edisi 16 Maret 2022

Patung Bernyawa
Selasa, Maret 15, 2022

    Renungan Harian Katolik Bahasa Kasih Edisi 16 Maret 2022

    Renungan Harian Katolik Bahasa Kasih Edisi 16 Maret 2022


    Memberi Pelayanan Yang Baik


    Sama seperti anak manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang,” (Matius 20:28)


    Saat ada tawaran untuk melayani-Nya, sering kali kita dihadapkan pada dua pilihan; menyenangkan-Nya atau menyenangkan diri sendiri.

    Tak ada yang salah dengan tawaran atau pelayanan tersebut, hanya saja motovasi kita dalam melani-Nya terkadang keliru;

    Tak lagi Fokus untuk memuliakan nama-Nya, melainkan berusaha untuk mencari kemuliaan diri sendiri.

    Disadari atau tidak, ketulusan kita dalam melayani-Nya akan terlihat dalam pelayanan karena hati kita sudah bergeser jauh dari Tujuan sesungguhnya.

    Hal ini mengingatkan saya pada kisah seorang teman yang selalu aktif dalam memberi pelayanan. Saya memang kurang begitu dekat dengannya meski kami sering pelayanan bersama.

    Sejauh yang saya tahu, dia tidak pernah menolak pelayanan yang ditawarkan kepadanya. Hingga suatu saat, ada dua pelayanan yang ditawarkan pada waktu yang hampir bersamaan.

    Tetapi ternyata, tanpa ada jeda dari tawaran, dia langsung mengiyakan tawaran dari pelayanan yang dalam lingkup besar

    Sedangkan pelayanan dalam lingkup kecil yang ditawarkan beberapa hari sebelumnya tidak direspon olehnya.

    Sempat terbesit, mengapa dia seperti itu. Saya pun mengarahkan diri agar tetap berpikir positif, dengan berkata bahwa, “itu mungkin pikiran saya sendiri; mungkin saja chat tawaran sebelumnya terbaca tapi lupa dibalas,”

    Setelah pelayanan lingkup besar, datanglah tawaran pelayanan lainnya dan langsung ia terima. Akan tetapi, setelah pelayanan-pelayanan itu, dua minggu sesudahnya, saya dibuat kaget mendengar apa yang dia katakan.

    Pelayanan saya beberapa hari lagi diganti orang lain saja, karena yang ikut hanya sedikit,” setelah berkata begitu, Teman saya itu pun tidak terlihat lagi menerima tawaran pelayanan.

    Belajar dari kisahnya, saya kembali diingakan bahwa pelayanan adalah suatu pekerjaan yang dilakukan oleh kita, sebagai pelayan atau hamba; ditujukkan untuk orang lain di luar diri kita, dalam hal ini Yesus.

    Karena itu, marilah kita memohon terang Roh kudus-Nya agar selalu memiliki hati seorang hamba yang dengan tulus melayani untuk kemuliaan nama-Nya.

    Maukah saya menanggalkan ego dan dengan tulus melakukan setiap pelaanan untuk-Nya?

    Nasehat Hidup Katolik Hari Ini:


    Terkadang saat Tuhan mau mengajari kita tentang cara mengasihi, ia akan menempatkan orang-orang yang mungkin sulit untuk kita kasihi

    Renungan Harian Katolik Bahasa Kasih Edisi 16 Maret 2022