Renungan Harian Air Hidup Terbaru Edisi 17 Maret 2022 -->

Renungan Harian Air Hidup Terbaru Edisi 17 Maret 2022

Patung Bernyawa
Rabu, Maret 16, 2022

    Renungan Air Hidup Terbaru Edisi 17 Maret 2022


    Renungan Harian Air Hidup Terbaru Edisi 17 Maret 2022

    Pengaharapan Anak-anak Allah


    Baca Roma 8:18-25


    8:18 Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita.

    8:19 Sebab dengan sangat rindu seluruh makhluk menanti saat anak-anak Allah dinyatakan

    8:20 Karena seluruh mahkuk telah ditaklukkan kepada kesia-siaan, bukan oleh kehendaknya sendiri, tetapi oleh kehendak Dia yang telah menaklukkannya

    8:21 Tetapi dalam pengaharapan, karena makhluk itu sendiri akan dimerdekakan dari perbudakan kebinasaan dan masuk ke dalam kemerdekaan kemuliaan anak-anak Allah.

    8:22 Sebab kita tahu, bahwa sampai sekarang segala makhluk sama-sama mengeluh dan sama-sama merasa sakit bersalin

    8:23 Dan bukan hanya mereka saja, tetapi kita yang telah menerima karunia sulung Roh, kita juga mengeluh dalam hati kita sambil menanti pengangkatan sebagai anak, yaitu pembebasan tubuh kita

    8:24 Sebab kita diselamatkan dalam pengaharapan. Tetapi pengharapan yang dilihat, bukan pengharapan lagi; sebab bagaimana orang masih mengharapkan apa yang dilihatnya?

    8:25 Tetapi jika kita mengharapkan apa yang tidak kita lihat, kita menantinya dengan tekun.

    Renungan Harian Air Hidup Kamis 17 Maret 2022


    Pengharapan Di Dalam Tuhan: Pasti dan Tidak mengecewakan!


    Tetapi jika kita mengharapkan apa yang tidak kita lihat, kita menantinya dengan tekun,” (Roma 8:25)

    Banyak orang tidak dapat menerima keadaan yang tidak menyenangkan dalam hidupnya. Mereka mulai mengomel, memberontak, dan menyalahkan Tuhan atas  apa yang dialami.

    Hal ini berlanjut oada tindakan dan tekad keluar dari permasalahan yang ada, apa pun caranya, tidak peduli jalan yang ditempuh nantinya akan berujung pada kesia-siaan

    Seperti tertulis: “Ada jalan yang disangka orang lurus, tetapi ujungnya menuju maut.(Amsal 14:12)

    Mereka mengira bahwa jalan yang ditempuhnya itu sudah benar dan pasti akan memberi jalan keluar. Namun Alkitab menegaskan:

    Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada Tuhan!(Yeremia 17:5)

    Sekuat dan sehebat apa pun manusia, kemampuan dan kekuatanya memiliki batas. Tetapi jika kita mau menyikapi setiap permasalahan yang ada dengan tetap berharap pada kuasa Tuhan, tidak ada yang perlu diragukan lagi.

    Seperti pengakuan Daud, “Pertolonganku ialah dari Tuhan, yang menjadikan langit dan bumi,” (Mazmur 121:2)

    Penderitaan dan hal-hal yang tidak mengenakkan lainnya diibaratkan orang yang sedang sakit bersalin dan menantikan Bayinya segera lahir;

    Harus ada perjuangan dan kesabaran atau ketekunan dalam menanti sesuatu yang kita harapkan itu, sebab jika kita tekun maka iman kita akan kuat dan tidak mudah diombang-ambing oleh keadaan apa pun, sehingga pengharapan kita di dalam Tuhan tidak mengecewakan.

    Sering kali ketika pergumulan terasa berat dan sepertinya tidak ada jalan keluar bagi kita untuk mulai membuat perhitungan dengan Tuhan.

    Kita berkata, “Aku sudah mengikuti Tuhan selama bertahun-tahun; aku sudah terlibat dalam banyak pelayanan dan banyak berkorban harta untuk membantu pekerjaan Tuhan, tapi mengapa Tuhan seakan tidak adil padaku?,”

    Setiap hari kita selalu berharap bahwa perjalanan hidup kita akan baik-baik saja tanpa hambatan yang merintangi.

    Demikian pun Tuhan selalu menginginkan kita kuat seperti rajawali, yang meski pun harus melewati badai tapi tetap bisa terbang tinggi

    Renungan Motivasi:

    Tuhan tidak pernah membiarkan kita bergumul seorang diri, Dia sangat peduli dan sanggup memberikan pengaharapan yang pasti dan tidak pernah mengecewakan!


    Renungan Harian Air Hidup Terbaru Edisi 17 Maret 2022