Renungan Harian Air Hidup Edisi 27 Maret 2022 (Menemui Sahabat Rohani) -->

Renungan Harian Air Hidup Edisi 27 Maret 2022 (Menemui Sahabat Rohani)

Patung Bernyawa
Minggu, Maret 27, 2022

    Renungan Harian Air Hidup Edisi 27 Maret 2022 (Menemui Sahabat Rohani)

    Renungan Harian Air Hidup Edisi 27 Maret 2022
    Renungan Harian Air Hidup Edisi 27 Maret 2022 


    Baca Yohanes 12:1-8


    “Enam hari sebelum Paskah, Yesus datang ke Betania, tempat tinggal Lazarus yang dibangkitkan Yesus dari antara orang mati -Yohanes 12:1


    Renungan Harian (Menemui Lazarus)


    Bertarung sendirian, mungkin begitulah gambaran tentang Yesus yang tertanam dibenak kita. Gambaran ini diteguhkan oleh kisah singsara, yang dimulai dari Getsemani sampai ke Golgota.

    Dimana Yesus bergumul dan menanggung derita tanpa ada seorang pun sahabat yang mendampingiNya. Bisa jadi kemudian kita berpikir bahwa keberhasilan Yesus dalam misiNya adalah buah dari penyerahan diri yang murni kepada Allah Bapa.

    Akan tetapi, kita melihat bagaiamana Dia beberapa hari sebelum sendirian menangung singsara, Yesus tidak melulu sendirian melainkan juga menemui sahabat-sahabat Rohani.

    Seperti ketika Dia datang ke rumah Lazarus di Betania, bagi Yesus, Lazarus bukan hanya sekedar seorang yang belum lama Ia bangkitkan dari kematian. Tetapi juga sahabat dalam rohaniNya.

    Di hati Yesus, tiga bersaudara Lazarus, Marta dan Maria adalah sahabat yang sungguh-sungguh dikasihi dan juga mengasihiNya.

    Bukan kebetulan merekalah yang Yesus temui menjelang singsara, wafat dan penguburanNya. Di dalam kemanusiaanNya, Yesus merindukan penguatan Ilahi melalui mereka.

    Gayung bersambut; Marta menjamu Dia, Lazarus makan bersamaNya dan Maria meminyaki kakiNya dengan setengah liter minyak Narwastu yang mahal harganya.

    Sungguh, bagi Yesus ini merupakan keramahtamahan yang menguatkan ketika ajalNya sudah tidak lama lagi datang.

    Bagaimana dengan hati kita? Harus di akui bahwa saat ini kita hidup di tengah dunia yang begitu mengagung-agungkan kemandirian dan harta.

    Bukan tidak mungkin, kehidupan beriman kita juga terpengaruh sehingga terkadang, atau bahkan sering, kita merasa cukup beriman sendirian. Namun, sesuai teladan Yesus, mari kita menemukan Tuhan di dalam diri sahabat-sahabat Rohani yang sungguh-sungguh peduli.

    Motivasi Diri


    Mari menemukan Tuhan bukan hanya didalam kesendirian, melainkan juga di dalam diri sahabat-sahabat rohani yang sungguh-sungguh peduli.

    Renungan Harian Air Hidup Edisi 27 Maret 2022 (Menemui Sahabat Rohani)