Renungan Air Hidup Kristen Hari Ini 23 Maret 2022 -->

Renungan Air Hidup Kristen Hari Ini 23 Maret 2022

Patung Bernyawa
Rabu, Maret 23, 2022

    Renungan Air Hidup Kristen Hari Ini 23 Maret 2022


    Renungan Air Hidup Kristen Hari Ini 23 Maret 2022
    Renungan Air Hidup Kristen Hari Ini 23 Maret 2022


    Berkat Sebagai Anak-anak Allah


    Baca Galatia 4:1-11


    Jadi kamu bukan lagi hamba, melainkan anak; jikalau kamu anak, maka kamu juga ahli-ahli waris oleh AllahGalatia 4:7


    Kita sering membaca berita di koran, di Tv atau di berbagai kanal berita online tentang kasus ibu yang tega membuang bayinya sendiri di kardus bahkan tong sampah.

    Beruntung jika Bayi yang dibuang, dintemukan oleh orang lain dalam keadaan hidup; bagaiamana kalau tidak? Lantas bagaimana nasib Bayi itu?

    Biasanya, bayi yang ditemukan akan diserahkan ke panti-panti asuhan untuk diasuh karena orang yang menemukan mungkin tidak mau repot mengurus bayi.

    Atau kalau si bayi beruntung, maka dia akan menemukan orang yang tepat untuk mengasuhnya dan mengangkatnya sebagai anak.

    Musa adalah anak yang dilahirkan oleh orangtua seorang israel pada masa pemerintahan Firaun. Suatu masa yang sangat sulit dimana bangsa Israel sedang dalam penindasan bangsa Mesir.

    Suatu ketika, Firaun mendapat mimpi bahwa akan ada seorang bayi laki-laki yang baru lahir yang akan menghancurkan Tahtanya sebagai raja.

    Firaun yang takut pun langsung memberikan perintah kepada prajuritnya untuk membunuh semua bayi laki-laki dari bangsa Israel.

    Hal itulah yang menjadi penyebab Yokhebed, Ibu Musa memikirkan rencana bagaimana menyelamatkan Bayi Musa dari ancaman Firaun dan pasukannya.

    Bayi Musa pun ahirnya dihanyutkan ke sungai dengan sebuah keranjang, namun dalam perjalanannya mengitari sungai, Puteri Firaun yang sedang mandi di sungai menemukan keranjang yang berisi bayi Musa itu, dia lalu mengambilnya untuk diangkat menjadi anaknya.

    Dan yang lebih menakjubkannya lagi, saat Puteri Firaun menacari seorang ibu untuk menyusui bayi temuannya, dia malah bertemu Yokhebed dan meminta untuk menyusui Musa bayi.

    Dari kisah itu kita dapat melihat rencana Tuhan, bagaimana dia menjadikan Dua wanita itu (Yokhebed dan Peteri Firaun) di pakai Tuhan untuk menyelamatkan hidup Musa.

    Sebagai orang percaya, Alkitab berulangkali menegaskan bahwa kita telah diangkat sebagai anak-anak Allah, sehingga kita dapat berseru kepada Allah dan memanggil Dia, “Abba, Bapa! (Roma 8:15).

    Kita yang dulu hidup dalam perbudakan dosa kini telah dibebaskan, melalui kebenaran dalam karya kudus Kristus di kayu salib.

    Kita dinyatakan benar oleh pengorbanan yang terjadi pada Kristus sehingga Allah mengangkat kita menjadi anak-anak-Nya.

    Secara Alkitabiah, pengangkatan anak adalah dimana seorang yang telah diperbaharui Roh Kudus diubah dan dibenarkan, kemudian dipindahkan ke dalam persekutuan orang yang ditebus dalam keluarga Allah.

    Sebagai anak Allah, banyak sekali berkat tak terbatas yang kita dapatkan. tidak hanya di waktu sekarang, tetapi juga waktu yang akan datang ketika Kristus kembali, di mana kita akan memerintah bersama-Nya sebagai ahli waris kerajaan Allah.

    Karena status sebagai anak, kita pun beroleh kasih karunia Tuhan dan berhak mendapatkan pertolongan ketika kita membutuhkan; Bapa juga berjanji tidak akan meninggalkan atau mengabaikan kita (Ratapan 3:31-32).


    Renungan Air Hidup Kristen Hari Ini 23 Maret 2022