Renungan Air Hidup Harian Selasa 29 Februari 2022 -->

Renungan Air Hidup Harian Selasa 29 Februari 2022

Patung Bernyawa
Senin, Maret 28, 2022

    Renungan Air Hidup Harian Selasa 29 Februari 2022


    Renungan Air Hidup Harian Selasa 20 Februari 2022
    Renungan Air Hidup Harian Selasa 20 Februari 2022


    Menolak Kristus Karena Denki


    Bacaan Alkitab Renungan Hari Ini


    Yohanes 11:45-57


    Hoaks telah ada sejak berabad-abad yang lalu. Pada zaman Tuhan Yesus pun, hoaks telah ada. Hoaks bisa disebarkan karena iseng, tetapi bisa juga dengan sengaja disebarkan untuk menjatuhkan orang yang dianggap musuh. Sayangnya, banyak orang mendengar informasi hoaks tanpa berpikir, sehingga hoaks bisa mengakibatkan munculnya respons menyimpang.

    Dalam bacaan Alkitab hari ini, dibangkitkannya Lazarus dari kematian membuat banyak orang menjadi percaya kepada Tuhan Yesus (11:45). Itu adalah respons yang wajar. Sayang, imam-imam kepala dan orang-orang Farisi bersikap dengki—artinya membenci karena iri hati—terhadap Yesus Kristus. Mereka menganggap popularitas Tuhan Yesus sebagai ancaman. Mereka tidak mau merendahkan diri mereka dan tidak mau menerima kenyataan bahwa Yesus Kristus memang memenuhi ciri-ciri sebagai Mesias yang dijanjikan Allah.

    Oleh karena itu, mereka memunculkan isu yang tidak masuk akal, yaitu bahwa popularitas Tuhan Yesus akan membuat pemerintah penjajah Romawi merasa terancam dan datang menyerang mereka (11:47-48).

    Mereka berusaha membentuk opini bahwa apa yang dilakukan Tuhan Yesus itu sekadar pencitraan untuk menarik simpati massa. Sebenarnya, isu yang mereka sebarkan mencerminkan isi hati mereka sendiri. Seandainya mereka mampu membuat mujizat dan bisa menarik simpati massa, mungkin mereka akan mengumpulkan kekuatan dan merebut kekuasaan. Rasa iri yang terus dipertahankan membuat mereka bersepakat untuk membunuh Tuhan Yesus (11:53).

    Tujuan kedatangan Tuhan Yesus ke dunia adalah untuk membawa kebaikan bagi umat manusia. Dia datang ke dunia ini bukan untuk mencari popularitas, tetapi untuk menyelamatkan manusia berdosa melalui kematian-Nya di kayu salib.

    Roh Kudus membuat Kayafas—Imam Besar pada tahun itu—mengucapkan nubuat penting, "Kamu tidak tahu apa-apa, dan kamu tidak insaf, bahwa lebih berguna bagimu, jika satu orang mati untuk bangsa kita dari pada seluruh bangsa kita ini binasa." (11:49-50).

    Respons apa yang telah Anda berikan kepada Tuhan Yesus: Apakah Anda percaya bahwa Yesus Kristus adalah Mesias yang diutus Allah untuk menyelamatkan manusia, termasuk Anda dan saya? Atau sebaliknya, apakah Anda mendengarkan dan memercayai berbagai berita hoaks yang aneh dan yang membuat Anda tidak merespons Yesus Kristus dengan semestinya?

    Renungan Air Hidup Harian Selasa 20 Februari 2022