Renungan Air Hidup Edisi 30 Maret 2022, Perhatikan Dan Awasilah Hidupmu -->

Renungan Air Hidup Edisi 30 Maret 2022, Perhatikan Dan Awasilah Hidupmu

Patung Bernyawa
Selasa, Maret 29, 2022

    Renungan Air Hidup Edisi 30 Maret 2022 “Perhatikan Dan Awasilah Hidupmu”

    Renungan Air Hidup 30 Maret 2022
    Renungan Air Hidup 30 Maret 2022


    Tugas Timotius Dalam Menghadapi Pengajar Sesat


    Baca 1 Timotius 4:11-16

    11 Beritakanlah dan ajarkanlah semua itu.

    12 Jangan seorang pun menganggap engkau karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaan dan dalam kesucianmu.

    13 Sementara itu, sampai aku datang, bertekunlah dalam membaca Kitab-kitab suci, dalam membangun dan dalam mengajar.

    14 Jangan lalai dalam mempergunakan karunia yang ada kepadamu oleh nubuat dan dengan penumpangan tangan sidang penatua

    15 Perhatikanlah semuanya itu, hiduplah di dalamnya supaya kemajuanmu nyata kepada semua orang.

    16 Awasilah dirimu sendiri dan awasilah ajaranmu. Bertekunlah dalam semuanya itu, karena dengan berbuat demikian engkau akan menyelamatkan dirimu dan semua orang yang mendengar engkau.

    Renungan Air Hidup Hari Ini


    Awasilah dirimu sendiri dan awasilah ajaranmu. Bertekunlah dalam semuanya itu, karena dengan berbuat demikian engkau akan menyelamatkan dirimu dan semua orang yang mendengar engkau. - 1 Timotius 4:16


    Kata awas berarti suatu peringatan agar kita berhati-hati. Bukankah kita sering menjumpai kata-kata seperti ini tertulis dimana-mana?

    Di jalan raya misalnya, Awas ada tikungan, awas ada perbaikan jalan, awas banyak anak sekolah, dan lain sebagainya.

    Itu semua berarti kita harus memperhatikan peringatan itu dengan seksama, sebab bila kita melanggarnya pasti akan membahayakan diri sendiri dan juga orang lain.

    Firman Tuhan menasehati agar kita mengawasi diri sendiri terlebih dahulu, bukan orang lain. Memang, pekerjaan yang mudah adalah mngawasi, menilai, mengamat-amati, mengoreksi kelemahan dan menghakimi orang lain.

    Sebaliknya, untuk mengawasi diri sendiri, bercermin pada diri atau mengoreksi diri sendiri tidak semua orang mau melakukannya. namun, Rasul Paulus mengingatkan kita demikian, “Baiklah tiap-tiap orang menguji pekerjaannya sendiri; maka ia boleh bermegah melihat keadaanya sendiri bukan keadaan orang lain,” (Galatia 6:4)

    Berdasarkan ayat nas di atas, ada dua hal yang harus kita awasi; diri kita sendiri dan juga ajaran yang kita terima. Apa saja itu?

    Paulus berkata, “jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkahlakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu,” (1 Timotius 4:12b).

    Bagaimana dengan perkataan kita? Apa yang kita ungkapkan menunjukkan siapa kita. Kata-kata firman yang membangun, menguatkan dan memberkati orang lain, ataukah kata-kata yang tidak berguna yang terlontar seperti (Umpatan, kutukan, makian dan lain sebagainya)

    Bagaimana dengan tingkah laku kita? Apakah selama ini tingkah laku kita sudah sesuai dengan firman Tuhan atau malah jadi hambatan bagi orang lain? Begitu pula dalam hal kasih, kesetian dan juga kesucian.

    Kalau kehidupan kita sudah baik dan berkenan kepada Tuhan barulah kita boleh mengawasi orang lain! Sedangkan dalam hal ajaran, berbicara tentang apa pun yang kita terima dan kita dengar, entah itu Firman Tuhan atau ajaran-ajaran lainnya.

    Ahir-ahir ini banyak sekali ajaran-ajaran yang menyesatkan. Bila kita tidak berakar kuat di dalam firman Tuhan, kita akan mudah tersesat.

    Mari kita selalu mengoreksi diri sendiri, melihat diri dengan lebih jujur agar hidup kita menjadi teladan bagi orang lain