Renungan Air Hidup 27 Maret 2022; Selagi Masih Hidup -->

Renungan Air Hidup 27 Maret 2022; Selagi Masih Hidup

Patung Bernyawa
Minggu, Maret 27, 2022

    Renungan Air Hidup 27 Maret 2022; Selagi Masih Hidup


    Renungan Air Hidup 27 Maret 2022; Selagi Masih Hidup
    Renungan Air Hidup 27 Maret 2022; Selagi Masih Hidup


    Hukuman Yang Terahir


    Baca: Wahyu 20:11-15

    Dan setiap orang yang tidak ditemukan namanya tertulis di dalam kitab kehidupan itu, dilemparkan ke dalam lautan api itu(Wahyu 20:15)

    Penentuan ahir dari kehidupan manusia di seluruh bumi ini adalah pada masa penghakiman di hadapan Tuhan, di situlah ditentukan siapa yang layak menerima mahkota kehidupan kekal dan siapa yang dicampakan ke dalam kebinasaan kekal di neraka.

    Dan aku melihat orang-orang mati, besar dan kecil, berdiri di depan Takhta itu. Lalu di buka semua kitab. Dan di buka juga sebuah kitab lain, yaitu kitab kehidupan. Dan orang-orang mati dihakimi menurut perbuatan mereka, berdasarkan apa yang ada tertulis di dalam kitab-kitab itu,” (Wahyu 20:12).

    Apa saja yang kita kerjakan dan buah yang kita hasilkan selama hidup di dunia ini akan kita pertanggungjawabkan di hadapan-Nya.

    Ada pepatah yang mengatakan: Harimau mati meninggalkan belang, gajah mati meninggalkan gading, dan manusia mati meninggalkan nama.

    Pernahkah kita renungkan, ingin dikenang sebagai apa kita nanti bila kita sudah dipanggil Tuhan? Apakah sebagai pribadi yang selama hidupnya menjadi berkat bagi banyak orang?

    Ataukah sebaliknya, kita meninggal kan dunia dengan kesan yang buruk sehingga dikenang dengan cerita-cerita keburukan kita atau mungkin tidak dikenang sama sekali.

    Kita menjadi bahan cemoohan orang oleh karena selama hidup di dunia kita dikenal sebagai pribadi yang tidak baik dan jahat. Jika itu terjadi, sungguh merupakan perjalanan hidup yang sangat sia-sia.

    Di depan takhta pengadilan-Nya, Tuhan menilai manusia bukan karena dia kaya atau miskin, terkenal atau Populer, pejabat atau rakyat jelata, terhormat atau terhina.

    Yang di tulis Tuhan dalam buku-Nya adalah semua perbuatan manusia selama ia hidup dan semua ketaatannya menjalankan firman Tuhan.

    Demikianlah firman Tuhan, “Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya. Sebab barang siapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya, tetapi barang siapa yang menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal dalam Roh itu.” (Galatia: 6:7-8).

    Jadi selagi masih hidup, mari kita menjalani hidup yang taat dan tidak lagi sembarangan! “Semua yang kita perbuat akan dipertanggungjawabkan dihadapan Tuhan!

    Renungan Air Hidup 27 Maret 2022; Selagi Masih Hidup