Renungan Air Hidup 24 Maret 2022, Suka Memberi Atau Suka Menerima -->

Renungan Air Hidup 24 Maret 2022, Suka Memberi Atau Suka Menerima

Patung Bernyawa
Kamis, Maret 24, 2022

    Renungan Air Hidup 24 Maret 2022, Suka Memberi Atau Suka Menerima


    Renungan Air Hidup 24 Maret 2022, Suka Memberi Atau Suka Menerima


    Janji Tuhan Itu Unik, Dia Hanya Bisa Dipahami Apabila Dipraktekan.


    Baca 2 Korintus 9:6-15


    Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga.(2 Korintus 9:6)


    Memiliki kasih dan suka memberi adalah karakter yang harus dimiliki oleh setiap orang percaya. Jika orang kristen yang tidak punya kasih, pelit dan tidak suka memberi berarti belum melakukan kehendak Tuhan.

    Padahal Firman-Nya jelas mengatakan, “berilah dan kamu akan diberi: satu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah keluar akan dicurahkan kedalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur akan diukur kepadamu.” (Lukas 6:38)

    Orang kristen yang tidak punya kasih dan tidak pernah memberi kepada orang lain tak ada bedanya dengan keberadaan laut mati.

    Laut Mati adalah danau atau laut yang airnya tidak dapat diminum karena terkontaminasi dan mengelurkan bau busuk. Kandungan garamnya juga sangat tinggi dan ikan-ikan tidak dapat bertahan hidup disana

    Secara geografis, laut mati dialiri oleh sungai Yordan, yang bermuara kesana. Namun tidak seperti laut pada unumnya, laut mati tidak memiliki saluran keluar.

    Laut ini hanya terus menerima aliran air sungai hingga semua air segar yang mengalir ke dalamnya lambat-laun menjadi busuk.

    Itulah kira-kira gambaran yang tepat untuk orang yang hidup hanya mementingkan diri sendiri, orang yang selalu berharap untuk diberi namun tidak pernah memberi.

    Bila kita selalu menerima, selalu mengambil tapi tidak pernah mengeluarkan, lama-kelamaan kehidupan kita akan berbau busuk; masam, egois dan tidak menyenangkan serta selalu berpikiran negatif terhadap orang lain.

    Itulah dampak dari tidak adanya hal yang mengalir keluar dari diri kita, sehingga tidak ada pertukaran yang membuat orang lain sauatu saat enggan untuk menolong.

    Orang seperti ini punya prisnsip bahwa untuk menjadi kaya atau memperoleh harta adalah dengan menghemat sedemikian rupa dan banyak menerima. Tapi prinsip firman Tuhan kebalikannya.

    Di dalam kerajaan Allah orang yang diberkati justru adalah orang yang menyebar dan menabur hartanya. Seperti tertulis: “Ada yang menyebar harta, tapi bertambah kaya, ada menghemat yang secara luar biasa, namun selalu berkekurangan(Amsal 11:24)

    Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga.(2 Korintus 9:6).

    Tuhan menciptakan kita untuk menjadi seperti sungai yang terus-menerus mengalir. Janji Tuhan itu unik, ia hanya bisa dipahami apabila dipraktekkan.


    Renungan Air Hidup 24 Maret 2022, Suka Memberi Atau Suka Menerima