Renungan Harian Kristen Air Hidup Edisi 16 Maret 2022 -->

Renungan Harian Kristen Air Hidup Edisi 16 Maret 2022

Patung Bernyawa
Selasa, Maret 15, 2022

    Renungan Harian Kristen Air Hidup Edisi 16 Maret 2022


    Renungan Harian Kristen Air Hidup Edisi 16 Maret 2022

    Bahagia Bagi Orang Benar


    Baca: Mazmur 112:1-10


    112:1 Haleluya! Bahagialah orang yang takut akan Tuhan, yang sangat suka kepada segala perintah-Nya

    112:2 Anak cucunya akan perkasa di bumi; angkatan orang benar akan diberkati.

    112:3 Harta dan kekayaan ada dalam rumahnya, kebajikannya tetap untuk selamanya.

    112:4 Di dalam gelap terbit terang bagi orang benar; pengasih dan penyayang orang yang adil.

    112:5 Mujur orang yang menaruh belas kasihan dan yang memberi pinjaman, yang melakukan urusannya dengan sewajarnya.

    112:6 Sebab dia takkan goyah untuk selama-lamanya; orang benar itu akan diingat selama-lamanya.

    112:7 Ia tidak takut kabar celaka, hatinya tetap, penuh kepercayaan kepada Tuhan.

    112:8 Hatinya teguh, ia tidak takut, sehingga ia memandang rendah para lawannya.

    112:9 Ia membagi-bagikan, ia memberikan kepada orang miskin; kebajikannya tetap untuk selama-lamanya, tunduknya meninggi dalam kemuliaan.

    112:10 Orang fasik melihatnya, lalu sakit hati, ia menggertakkan giginya, lalu hancur; keinginan orang fasik akan menuju kebahagiaan.

    Renungan Harian Kristen Air Hidup Edisi 16 Maret 2022


    Ketakutan Yang Tidak Perlu


    “Ia (orang yang takut akan Tuhan-red) tidak takut kepada kabar celaka, hatinya tetap, penuh kepercayaan kepada Tuhan.” (Mazmur 112:7)


    Sampai dengan hari-hari awal menapaki tahun 2022 banyak orang masih mengalami ketakutan dalam hidupnya.

    Memang, jika kita memperhatikan keadaan, bencana demi bencana datang silih berganti tanpa dapat diduga: mulai dari banjir, gempa bumi, Angin Seroja di NTT tahun lalu, hingga bencana kemanusiaan akibat perang di Rusia dan Ukraina yang sedang terjadi.

    Membuat Secara tidak sadar beberapa hal ini telah mempengaruhi dan menguasai hati orang-orang percaya.

    Di satu sisi kita percaya bahwa Tuhan itu maha sanggup dan tidak ada perkara yang mustahil bagi-Nya, namun disisi lain mereka merasa takut akan terjadinya bencana-bencana baru yang mungkin datang dan membuat banyak orang hidup dalam kesesakan dan penderitaan.

    Tetapi sebagai anak-anak Tuhan kita kembali diingatkan untuk tidak takut terhadap keadaan apapun, karena di dalam hidup orang percaya tidak diberi roh ketakutan melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih, dan ketertiban (Baca: Timotius 1:7)

    Roma 8:15a mengatakan: “kamu tidak menerima roh perbudakan yang menjadi kamu takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kami anak Allah,”


    Jadi, sesungguhnya ketakutan itu bukan hanya sekedar kelemahan manusia tapi roh yang bekerja dalam seseorang. Ketakutan mulai menjadi bagian dalam diri manusia jatuh kedalam dosa.

    Karena dosa, iblis memperbudak manusia dengan menanamkan roh takut itu. Tapi melalui pengorbanan Kristus di atas Kalvari, kita telah di merdekakan dari roh takut

    Sebab, “ Roh, yang memberi hidup telah memerdekakan kamu dalam kristus dari hukum dosa dan hukum maut,” (Roma 8:2)


    Karena itu, meski dunia bergoncang sekali pun tidak ada alasan bagi orang percaya untuk menjadi takut, sebab Tuhan telah memanggil kita sebagai anak-anakNya.

    Artinya, kita beroleh jaminan pemeliharaan dan perlindungan yang sempurna dari Tuhan sebagai bapak kita.

    Kuatkan hati dan percayalah akan kuasa Tuhan karena dia berjanji akan, “ Menyertai kamu senantiasa sampai kepada ahir Zaman.” (Matius 28:20b)

    Jangan takut! Tidak sedikit orang menderita bukan karena mengalami masalah yang berat tetapi karena mereka hidup dalam ketakutan yang berlebihan setiap hari, sehingga mereka pun semakin jauh dari persekutuan dengan Tuhan.

    Kunci menang dari rasa takut adalah melekat kepada Tuhan setiap hari!

    Nasehat Hidup Kristen:


    “Terkadang saat Tuhan mau mengajari kita tentang cara mengasihi, ia akan menempatkan orang-orang yang mungkin sulit untuk kita kasihi”


    Renungan Harian Kristen Air Hidup Edisi 16 Maret 2022