Pernikahan Beda Agama Di Semarang Viral, Kemenaq: Tidak Tercatat Di KUA -->

Pernikahan Beda Agama Di Semarang Viral, Kemenaq: Tidak Tercatat Di KUA

Kamis, Maret 10, 2022

    BebasBicara-Kementerian Agama RI ahirnya menanggapi Pernikahan beda Agama yang Viral di sebuah Gereja di Kota Semarang, Jawa Tengah baru-baru ini.

    Pernikahan Beda Agama di Semarang

    Melansir dari Populis.id, Wemenaq Zainut Tauhid mengatakan jika pernikahan keduanya tidak tercatat di Kantor Urusan Agama (KUA) Kota semarang karena melanggar Undang-undang.

    “Peristiwa pernikahan beda agama yang viral di media sosial itu tidak tercatat di KUA (Kantor Urusan Agama),” Kata Zainut Tauhid Seperti dikutip Kamis (10/3/2022)


    Politisi PPP ini menjelaskan, hingga kini di Indonesia masih berlaku Undang-undang (UU) nomor 16 Tahun 2019 tentang perubahan atas UU nomor 1 Tahun 1974 tentang perkawinan.

    Menurutnya, Pasal 2 ayat 1 UU tersebut berbunyi, perkawinan sah apabila dilakukan menurut hukum masing-masing Agama dan Kepercayaan agamanya.

    “Pasal ini bahkan pernah diajukan Judicial Review ke Mahkamah Konstitusi (MK) dan sudah keluar putusan MK menolak Judicial Review tersebut,” Lanjut Zainut


    Sebelumnya, Anggota Komisi VIII DPR RI Hidayat Nur Wahid menyebutkan seharusnya semua pihak termasuk Konselor pernikahan, Saksi dan mempelai mengikuti aturan hukum yang ada di Indonesia.

    “Harusnya semua pihak mengikuti aturan hukum yang ada di Indonesia. Semestinya saksi itu pun mengingatkan, kalau (harus) sesuai aturan hukum tidak di perbolehkan,” Ujar Hidayat


    Dia mengatakan, pernikahan bisa dianggap Sah dan dapat diselenggarakan di tanah Air apabila Pernikahan itu mengikuti ajaran Agama.

    Seperti diketahui, Mempelai wanita dalam pernikahan di sebuah Gereja di Kota semarang yang viral tersebut beragama Islam sedangkan mempelai Prianya beragama Kristen.

    Menurut Hidayat, jika berbicara ajaran Islam, ormas seperti NU dan Muhammadiyah tidak memperbolahkan Muslimah menikahi Pria beda agama.

    “Semua lembaga keagamaan seperti NU dan Muhammadiyah pun sepakat bahwa Muslimah tidak bisa menikah dengan pria selain beragam Islam. Semestinya, ya, pernikahan ini tidak terjadi. Sebab, kan, tidak sesuai aturan hukum agama,” Lanjut Hidayat Nur Wahid


    Untuk diketahui, pernikahan beda agama di dalam Islam sendiri hanya memperbolah Pria Islam menikahi Wanita Non Islam dan itu pun hanya dari Tiga Agama Ahli Kitab (Kristen Katolik, Protestan, Yahudi).